{"id":4365,"date":"2024-12-10T10:37:54","date_gmt":"2024-12-10T03:37:54","guid":{"rendered":"https:\/\/www.91mobiles.com\/id\/hub\/?p=4365"},"modified":"2024-12-10T08:32:07","modified_gmt":"2024-12-10T01:32:07","slug":"cerita-pabrikan-hp-yang-bangkrut-gara-gara-bosnya-doyan-judi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.91mobiles.com\/id\/hub\/cerita-pabrikan-hp-yang-bangkrut-gara-gara-bosnya-doyan-judi\/","title":{"rendered":"Cerita Pabrikan HP yang Bangkrut Gara-gara Bosnya Doyan Judi"},"content":{"rendered":"
<\/picture><\/div>\nPasaran ponsel diwarnai persaingan ketat antar pabrikan yang tak jarang berujung pada mundurnya pemain dari kancah perlombaan. Nama-nama yang tadinya beken pun bisa meredup, sebut saja Nokia, BlackBerry, LG, dan Palm.
Beberapa brand terjungkal karena memakai sistem operasi yang kalah populer. Lainnya salah langkah dalam mengikuti perkembangan teknologi atau tidak punya sumberdaya untuk melawan pemain-pemain lain yang lebih besar.
Kasus Gionee dalam terbilang unik. Pabrikan China yang satu ini bangkrut bukan karena faktor-faktor di atas, tapi konon menjadi korban dari bosnya sendiri yang gemar main judi sehingga menghabiskan banyak uang perusahaan.<\/p>
Gionee sempat menjadi nama yang diperhitungkan di kala pasaran smartphone China dan negara-negara berkembang mulai menanjak pesat di awal hingga pertengahan 2010-an. Bererapa produk ponsel Androidnya bahkan sempat singgah di AS di bawah merek BLU. Saat Gionee mulai mengalami masalah keuangan, hubungannya dengan para pemasok komponen awalnya masih solid. Para supplier<\/em> dilaporkan tetap kooperatif saat laporan tentang ketidakmampuannya membayar mengemuka. Pasaran ponsel diwarnai persaingan ketat antar pabrikan yang tak jarang berujung pada mundurnya pemain dari kancah perlombaan. Nama-nama yang tadinya beken pun bisa meredup, sebut saja Nokia, BlackBerry, LG, dan Palm. Beberapa brand terjungkal karena memakai sistem operasi yang kalah populer. Lainnya salah langkah dalam mengikuti perkembangan teknologi atau tidak punya sumberdaya untuk melawan pemain-pemain […]<\/p>\n","protected":false},"author":48,"featured_media":4367,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[122,161],"tags":[825,824,826],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.91mobiles.com\/id\/hub\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4365"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.91mobiles.com\/id\/hub\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.91mobiles.com\/id\/hub\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.91mobiles.com\/id\/hub\/wp-json\/wp\/v2\/users\/48"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.91mobiles.com\/id\/hub\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4365"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.91mobiles.com\/id\/hub\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4365\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4366,"href":"https:\/\/www.91mobiles.com\/id\/hub\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4365\/revisions\/4366"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.91mobiles.com\/id\/hub\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4367"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.91mobiles.com\/id\/hub\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4365"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.91mobiles.com\/id\/hub\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4365"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.91mobiles.com\/id\/hub\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4365"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}
Menurut laporan sejumlah media lokal China<\/a>, Gionee mulai mengalami kesulitan membayar para supplier<\/em>-nya pada akhir 2017. Padahal, di pertengahan tahun tersebut, Gionee mencatat laba bersih sebesar 760 juta yuan dan memiliki cash 1,03 miliar yuan.
Belakangan, terungkap bahwa pendiri sekaligus Chairman Gionee, Liu Lirong, telah “meminjam” uang dari perusahaan, kemudian kehilangan dana tersebut akibat kegemarannya berjudi.
Ketika berita tentang hal tersebut beredar di media, Liu mengaku kehilangan “beberapa miliar” dalam berjudi, tanpa menjelaskan mata uangnya, apakah yuan China atau dollar AS.
“Saya tidak punya sumber pendapatan lain (di luar Gionee), jadi tidak bisa dihindari bahwa kehidupan publik dan pribadi saya tercampur serta saya meminjam dana perusahaan,” ujarnya ketika itu, sebagaimana dihimpun 91Mobiles Indonesia<\/em> dari Android Authority.<\/em><\/a>
Awalnya Liu diyakini kehilangan uang 10 miliar yuan atau lebih dari 1,3 miliar dollar AS ketika berjudi di Saipan. Adapun para pemegang saham Gionee memperkirakan bahwa dia setidaknya menghilangkan enam miliar yuan dana perusahaan.
Liu sendiri berkelit dengan menyalahkan pengeluaran marketing Gionee di balik kesulitan keuangannya. Namun, hal ini bertolak belakang dengan keadaan finansial perusahaan yang sehat di paruh pertama 2017.<\/p>Ditinggal, lalu bangkrut<\/h3>
Namun, Liu mengeklaim bahwa para rekanan Gionee langsung meninggalkan perusahan itu dan berhenti memasok komponen begitu berita soal kegemarannya berjudi terungkap ke publik.
Gionee akhirnya bangkrut pada Desember 2018. Unit bisnisnya di India sempat diakuisisi oleh brand<\/em> lokal bernama Karbonn Mobiles, tapi ini pun kandas karena Karbonn Mobiles juga dililit persoalan finansial.
Sebenarnya, tanpa kegemaran bosnya berjudi pun, Gionee kemungkinan tidak akan menjadi pemain besar di China. Rival-rival seperti Huawei dan Xiaomi sudah menyalipnya di pertengahan 2010. Akan tetapi, seandainya Liu tidak berbuat demikian, boleh jadi Gionee akan tetap eksis lebih lama.<\/p><\/body><\/html>\n<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"