Tampilan belakang Oppo Reno 13 F 5G (Graphite Grey).<\/figcaption><\/figure>Oppo Reno 13 F 5G tersedia dalam tiga varian warna, yakni Plume Purple, Graphite Grey, dan Luminous Blue. Unit yang kami pegang mengusung warna Graphite Grey dengan ketebalan bodi 7,76 mm. Bodi belakang ini memiliki tampilan yang simpel tanpa aksen visual mana pun. Jika memilih varian warna Plume Purple, maka akan terlihat aksen visual bak sayap kupu-kupu di punggungnya.<\/p>
Reno 13 F 5G memiliki desain bodi rounded-edge<\/em> dengan bingkai yang datar. Kami pribadi tidak merasakan kendala kenyamanan saat menggenggamnya. Begitupun ketika dipakai dengan satu tangan, pengalaman yang kami rasakan masih cukup nyaman.<\/p>Tampilan Oppo Reno 13 F 5G dari atas (kiri) dan bawah (kanan).<\/figcaption><\/figure>Tampilan samping kanan Oppo Reno 13 F 5G<\/figcaption><\/figure>Ponsel ini memiliki slot kartu SIM, USB-C, dan speaker grille<\/em> di bagian bawah. Sementara, bagian atasnya memiliki speaker<\/em> kedua untuk menghasilkan suara stereo speaker<\/em>.<\/p>Slot kartu SIM ini bersifat hibrida, sehingga dapat dipasangkan dengan dua kartu SIM nano di waktu yang sama, atau menyematkan satu kartu SIM nano dan satu kartu Micro SD. Sisi samping kiri di HP ini tampak kosong, sementara bagian kanannya menampung tombol daya dan volume<\/em>.<\/p>Unit yang kami pegang sudah terpasang dengan lapisan tempered glass<\/em>. Adapun perihal ketahanan bodi, Oppo membekali Reno 13 F 5G dengan lapisan Asashi Glass AGC DT-Star 2 dan sertifikasi IP68\/IP69. Ponsel ini tahan di rendaman air hingga 2 meter selama 30 menit serta semburan air bertekanan tinggi.<\/p>Reno 13 F 5G ini mengalami peningkatan dari pendahulunya yang hanya memiliki sertifikasi IP64. Bukan cuman itu, Oppo berhasil mempertahankan ketebalan bodi HP ini di angka 7,8 mm seperti Reno 12 F 5G, kendati dengan baterai lebih besar. <\/p>
<\/span>Layar<\/span><\/h2>Tampilan layar Oppo Reno 13 F 5G.<\/figcaption><\/figure>Oppo Reno 13 F 5G memiliki kualitas layar yang memanjakan mata. Panel AMOLED-nya memiliki ukuran 6,67 inci dengan resolusi Full HD Plus (1.080 x 2.400 piksel), serta mampu meraih kecerahan layar maksimal hingga 2.100 nit.<\/p>
Ketika kami menggunakan HP di luar ruangan, layar sudah terlihat cukup terang tanpa harus meningkatkan kecerahannya di tingkatan maksimal. Kami bahkan umumnya hanya menggunakan kecerahan layar di bawah 25 persen ketika di dalam ruangan. Jika lebih dari itu, kecerahan layar menjadi sedikit menyilaukan.<\/p>Playback specification di Netflix (kiri) dan pengaturan mode warna (kanan).<\/figcaption><\/figure>Berdasarkan laman playback specification<\/em> pada aplikasi Netflix, layar ponsel ini mendukung sertifikasi Widevine L1, pertanda bahwa Reno 13 F 5G sudah eligible dalam menampilkan konten HD pada platform<\/em> OTT (Netflix, Amazon Prime Video, dll.).<\/p>Pengaturan layar di HP ini tidak begitu granular, namun pengguna dapat memilih dua mode warna yang berbeda yakni Vivid dan Natural. Untuk mengatur suhu warnanya, tersedia tiga preset<\/em> bernama warm, default<\/em>, dan cold<\/em>. Tersedia color wheel<\/em> yang dapat dimanfaatkan untuk mengatur suhu warna dengan lebih leluasa.<\/p>Penanganan refresh rate<\/em> di HP ini cukup standar, terdapat opsi auto-select<\/em>, standar, dan tinggi. HP ini menampilkan opsi auto-select<\/em> dari setelan pabriknya, dan layar sudah langsung menampilkan 120 Hz untuk mayoritas aktivitas di ponsel, seperti navigasi antarmuka, scrolling<\/em> medsos, dan menyeleksi video di YouTube.<\/p>Tangkapan layar gameplay Alto’s Odyssey (atas) dan Dead Trigger 2 (bawah). Keduanya menampilkan refresh rate standar 60 Hz.<\/figcaption><\/figure>Hanya saja yang bikin<\/em> kami agak bingung, game<\/em> bernama Alto’s Odyssey<\/em> yang mestinya support<\/em> refresh rate <\/em>tinggi, justru hanya mentok di 60 Hz. Pengalaman serupa kami rasakan saat memainkan Dead Trigger 2<\/em>, tetap mentok di 60 Hz.<\/p>Saat kami menelusuri pengaturan di dalam game<\/em>, memang tidak tersedia opsi 120 Hz, kendati sudah mengusung Pro Gamer Mode pada menu AI HyperBoost. Hal ini bisa jadi karena ponsel masih memerlukan update<\/em> tambahan agar refresh rate<\/em> tinggi dapat bekerja pada game<\/em> yang kompatibel. <\/p><\/div>
Layar smartphone<\/em> ini sudah mendukung HDR, sehingga kami pun berhasil menyeleksi resolusi high-dynamic range<\/em> saat menonton konten video di YouTube. Warna yang dikeluarkan begitu cerah serta memiliki sudut penglihatan yang luas. Dipakai menonton berdua pun kami tetap dapat merasakan kualitas tampilan yang konsisten dari sudut mana pun.<\/p>Bezel<\/em> di sekeliling HP ini tergolong cukup tipis walau tidak sepenuhnya simetris. Sisi bawahnya masih menyisakan bezel<\/em> yang sedikit lebih tebal, namun tidak begitu noticeable<\/em> saat dipakai aktivitas sehari-hari. Ponsel ini mengusung kamera depan punch hole<\/em> yang dapat “disembunyikan” via pengaturan layar. <\/p>Oppo Reno 13 F 5G juga menyediakan sensor sidik jari optikal di layar. HP ini menawarkan pengalaman buka kunci layar yang nyaman. Ketika layar smartphone<\/em> dalam kondisi mati, mengangkatnya sedikit akan memunculkan simbol sidik jari untuk disentuh dan di-unlock<\/em>. Sensor ini juga bekerja dengan sangat responsif dan gesit.<\/p><\/span>Kamera<\/span><\/h2><\/div>
Oppo Reno series<\/em> sering kali dianggap salah satu HP dengan pengalaman fotografi terbaik di kelasnya, dan Reno 13 F 5G tidak terkecuali. Kami berhasil mendapatkan hasil foto yang aesthetic<\/em> serta konten video yang begitu mulus dan layak unggah ke medsos, baik itu dalam kondisi siang maupun malam hari. <\/p>Ponsel ini dilengkapi dengan sistem triple camera<\/em> di punggungnya, yakni sensor utama 50 MP f\/1.8 dengan focal length<\/i> 26 mm (dibekali OIS dan PDAF), kamera ultra wide<\/em> 8 MP f\/2.4 dengan focal length<\/em> 16 mm dan bidang pandang seluas 112 derajat, serta kamera makro 2 MP. Di sisi depan, terdapat kamera selfie<\/em> 32 MP. <\/p>Dukungan resolusi video kamera belakang Oppo Reno 13 F 5G.<\/figcaption><\/figure>Dukungan resolusi kamera depan Oppo Reno 13 F 5G.<\/figcaption><\/figure>Kamera belakang smartphone<\/em> ini mendukung perekaman video 1080p di 60 FPS dan 4K di 30 FPS. Menurut pengalaman kami, merekam video pada resolusi 1080p di 60 FPS adalah pilihan terbaik jika ingin membuat konten untuk Reels dan TikTok. Hasil videonya benar-benar stabil, jernih, dan tidak jitter<\/em> sama sekali.<\/p>Jika memilih 4K, resolusinya memang lebih tajam namun tidak stabil seperti 1080p di 60 FPS. Apabila menggunakan 30 FPS, hasil videonya memang stabil, namun menimbulkan jitter<\/em> yang cukup kentara. <\/p>Kamera depan sayangnya belum mendukung perekaman 60 FPS. Pun ketika melakukan perekaman vlog <\/em>sambil berjalan, hasil videonya tidak begitu stabil. <\/p>Daylight<\/em><\/h3>Dari kiri ke kanan: Ultra wide (0,6x), 1x, 2x<\/figcaption><\/figure>Pemotretan dengan tingkatan zoom 5x (kiri), 10x (kanan)<\/figcaption><\/figure>Kamera belakang Oppo Reno 13 F 5G mendukung tingkat pembesaran hingga 10x (271 mm), sementara kamera ultra wide <\/em>memiliki tingkat pembesaran 0,6x alias focal length<\/em> 16 mm.<\/p>Terlihat adanya perbedaan warna di antara kamera utama dan ultra wide. <\/em>Pada hasil foto ultra wide<\/em>, warna langit tampak lebih pudar dibandingkan warna langit kamera utama yang warna birunya lebih muncul. <\/p>Kendati tidak memiliki kamera telefoto, kami masih bisa mendapatkan hasil foto lumayan jernih pada tingkat pembesaran hingga 2x dan 5x (54 mm dan 136 mm). Sayangnya, pemotretan di tingkat zoom<\/em> 10x sudah mulai menampakkan penurunan kualitas yang sangat kentara. <\/p>\r\n