
XL Axiata dan Smartfren, dua perusahaan besar di bidang telekomunikasi Indonesia, mengumumkan bergabung menjadi satu perusahaan baru bernama PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk (XLSmart). Kabar ini resmi datang dari keterangan tertulis yang diterima 91mobiles Indonesia. Disebutkan bahwa kedua perusahaan besar ini resmi melakukan merger strategis dengan nilai gabungan mencapai Rp104 triliun.
Keputusan tersebut dimaksudkan sebagai langkah strategis untuk mempercepat transformasi digital di Indonesia. Ke depannya, XLSmart akan menjadi salah satu pemain utama yang bergerak di bidang telekomunikasi Indonesia.
“Merger ini adalah langkah besar untuk membangun masa depan digital yang inklusif di Indonesia. Kami percaya ini akan menciptakan ekosistem yang sehat bagi komunitas dan bisnis di Indonesia,” ujar Vivek Sood selaku CEO Axiata Group.
Merger ini disebut mendapatkan dukungan dari sisi global dan lokal, dengan Axiata Group yang membawa keahlian global dalam manajemen dan teknologi telekomunikasi, serta Sinar Mas (pemilik Smartfren) yaang punya pemahaman mendalam tentang kebutuhan dan tantangan pasar Indonesia.
Table of Contents
Apa yang diharapkan dari merger ini?
Dengan melakukan merger menjadi XLSmart, entitas baru ini diharapkan dapat menghadirkan kekuatan baru yang siap bersaing dan berinovasi. XLSmart diharapkan dapat memiliki kapasitas dan sumber daya cukup besar untuk memperluas jangkauan layanan telekomunikasi hingga ke wilayah terpencil. Jadi, daerah-daerah permukiman yang sebelumnya belum terpapar sinyal seluler oleh XL dan Smartfren diharapkan akan tersolusikan dengan adanya XLSmart.Selain itu, kombinasi pengalaman global dari Axiata Group dan pemahaman lokal dari Sinar Mas juga diharapkan dapat menghasilkan produk serta layanan yang lebih relevan untuk pasar Indonesia. XLSmart bisa jadi akan sanggup menghasilkan inovasi baru yang sebelumnya tidak dapat dicapai XL dan Smartfren ketika masih sendiri.
Apa dampaknya bagi perusahaan dan pelanggan?
Keputusan merger ini disebut tidak hanya menguntungkan pertumbuhan telekomunikasi di Indonesia, melainkan juga berdampak positif pada perusahaan secara finansial.Dari keterangan tertulis yang kami terima, XLSmart diproyeksikan bakal menghasilkan pendapatan tahunan lebih dari Rp45,4 triliun, serta keuntungan sebelum pajak (EBITDA) sebesar Rp22,4 triliun.
Dengan pertumbuhan profit tersebut, ini akan mampu dimanfaatkan perusahaan untuk memberikan kualitas dan layanan lebih baik lagi kepada masyarakat Indonesia. Adapun merger dua perusahaan ini diprediksi bisa menghemat biaya operasional antara 300 juta hingga 400 juta dolar AS per tahunnya.
Dari sisi pelanggan, seperti yang sempat disinggung sebelumnya, merger ini akan meningkatkan kemungkinan daerah terpencil untuk terpapar akses jaringan internet. Tak hanya itu, pelanggan pun akan ditawarkan layanan yang lebih inovatif dan memenuhi keinginan pengguna, serta mendapatkan kecepatan internet yang lebih kencang dan stabil.
Lalu, siapa yang akan punya pengaruh lebih besar dalam pengambilan keputusan?
Ketika dua entitas bergabung menjadi satu, baik itu perusahaan besar maupun kecil, biasanya muncul persoalan tentang siapa yang punya pengaruh lebih besar. Dalam hal ini, baik Axiata maupun Sinar Mas sama-sama menjadi pemegang saham 34,8 persen. Sehingga, keduanya punya pengaruh yang sama untuk menentukan arah dan mengambil keputusan strategis.
Adapun di antara keduanya, XL Axiata akan menjadi entitas yang bertahan, sementara Smartfren dan SmartTel akan menggabungkan diri menjadi bagian dari XLSmart.
Hingga kini, rencana merger tersebut sudah disetujui oleh pimpinan XL Axiata, Smartfren, dan SmartTel. Namun, masih perlu menunggu persetujuan dari pemerintah dan pemegang saham, serta perlu memenuhi beberapa persyaratan tertentu. Jika semua persetujuan dan ketentuan sudah terpenuhi, maka merger ini diharapkan bisa rampung pada kuartal-I tahun 2025.




