
Jajaran smartphone flagship Samsung Galaxy S25 Series tahun lalu mengandalkan chip Snapdragon 8 Elite di semua wilayah pemasaran, tanpa ada versi yang ditenagai chip Exynos buatan Samsung sendiri.
Keadaan tersebut kabarnya akan berubah untuk flagship berikutnya, Galaxy S26 Series, yang kabarnya bakal kembali memakai chip Samsung, kali ini Exynos 2600 yang telah diumumkan oleh Samsung pada Desember 2025.
Kinerjanya masih misterus lantaran belum ada ponsel yang menggunakannya. Namun, belakangan muncul bocoran skor benchmark Geekbench dari Exynos 2600 di Galaxy S26, di mana chip yang dibuat dengan proses fabrikasi 2 nm itu mencetak skor CPU single-core sebesar 3.336 poin dan skor multi-core 11.369 poin.
Apabila bocoran yang dilansir Phone Arena ini memang akurat, maka kinerja CPU Exynos 2600 mampu menempel ketat dua chip terkencang lainnya yang ada saat ini, yaitu Apple A19 di jajaran iPhone 17 dan Snapdragon 8 Elite Gen 5 dari Qualcomm.

Sebagai perbandingan, Apple 19 diketahui memiliki skor CPU single-core 3.626 poin dan multi-core 9.240 poin, sedangkan Snapdragon 8 Elite Gen 5 mencetak masing-masing 3.479 poin dan 10.383 poin (hasil pengujian iQoo 15).
Exynos 2600 sendiri dilengkapi 10 inti CPU berarsitektur Arm v9.3 terbaru, dengan core C1-Ultra dan C1-Pro. Dengan kata lain, berbeda dari generasi terdahulu, di Exynos 2600 Samsung mengadopsi all-big-core tanpa inti CPU hemat daya.
Kesepuluh core CPU di Exynos 2600 terdiri dari 1x Prime Core C1-Ultra berkecepatan 3,8 GHz, 3x core C-Pro berkecepatan 3,25 GHz, dan 6x core C1-Pro berkecepatan 2,75 GHz.
Meskipun berkinerja sangat tinggi, Exynos 2600 kabarnya hanya akan digunakan di Galaxy S26 dan Galaxy S26 saja. Sementara, model tertinggi dari jajaran smartphone tersebut, Galaxy S26 Ultra, bakal tetap menggunakan chip Qualcomm, yakni Snapdragaon 8 Elite Gen 5.










