
Jajaran smartphone lipat terbaru dari Samsung kini berbeda dari sebelumnya karena terdiri dari tiga perangkat. Posisi Galaxy Z Flip 8 sudah jelas sebagai penerus Galaxy Z Flip 7 keluaran tahun lalu, tapi bagaimana dengan Galaxy Z Fold 8 dan Z Fold 8 Ultra?
MX Product Marketing Senior Manager Samsung Indonesia, Ilham Indrawan, mengakui bahwa keberadaan dua perangkat book-style foldable yang bernama mirip tapi sebenarnya berbeda itu sedikit menimbulkan kebingungan di kalangan konsumen, khususnya pengguna Galaxy Z Fold 7 yang ingin upgrade. Mana yang mesti dipilih antara Galaxy Z Fold 8 dan Z Fold 8 Ultra?

Menurut Ilham, jawaban dari pertanyaan itu bisa dilihat dari kebiasaan pengguna Galaxy Z Fold 7. Sebab Galaxy Z Fold 8 dan Z Fold 8 Ultra dirancang serta dioptimalkan untuk usage scenario yang berbeda. Berikut penjelasannya, seperti diungkap oleh Ilham dalam acara hands-on di Jakarta (27/7/2026).
Table of Contents
Galaxy Z Fold 8 Ultra: Penunjang produktivitas
Meskipun namanya berbeda dengan embel-embel baru, Galaxy Z Fold 8 Ultra sebenarnya adalah penerus langsung dari Galaxy Z Fold 7 keluaran 2025. Desainnya pun masih mirip dengan sebelumnya dengan sejumlah perubahan seperti dari ketebalan yang berkurang 0,1 mm saat dibentangkan dan resolusi layar utama lebih tinggi.
Pengguna Galaxy Z Fold 7 pun pasti akan langsung merasa familiar dengan Galaxy Z Fold 8 Ultra. Oleh karena itu, tak mengherankan apabila skenario penggunaan kedua perangkat juga mirip. Ilham mengatakan bahwa, seperti pendahulunya, Galaxy Z Fold 8 Ultra dimaksudkan sebagai perangkat penunjang produktivitas.

“Misalnya, untuk pengguna yang sering multi-tasking, menggunakan layar (utama) sebelah kiri untuk perpesanan instan, sementara sebelah kanan untuk mencatat, atau bisa juga galeri, pengguna seperti ini sebaiknya menggunakan Galaxy Z Fold 8 Ultra,” paparnya.
Dari segi hardware sendiri, layar utama dari Galaxy Z Fold 8 Ultra masih mirip, tapi dengan peningkatan resolusi menjadi 2.504 x 2.256 piksel sehingga tingkat kepadatan pikselnya menjadi sama dengan cover screen (422 ppi). Panel yang digunakan tetap Dynamic AMOLED 2x 8 inci 1-120 Hz, tapi dengan kecerahan maksimal sedikit meningkat ke angka 3.000 nits.
Layar cover screen kini berlapis Gorilla Glass Ceramic 3, tapi jenis panelnya masih serupa dengan Dynamic AMOLED 2x 6,5 inci (2.520 x 1.080 piksel, 1-120 Hz). Lantaran mirip, pengguna Galaxy Z Fold 7 pun bisa langsung merasa familiar dengan Galaxy Z Fold 8 Ultra tanpa harus lama beradaptasi.
Rangkaian kamera Galaxy Z Fold 8 Ultra sekilas seperti tak berubah dan kebanyakan memang masih sama. Namun, ada peningkatan penting pada kamera ultrawide yang resolusinya kini naik menjadi 50 MP seperti kamera serupa di ponsel flagship Galaxy S26 Ultra.
Galaxy Z Fold 8: Ideal untuk konten
Ilham mengaku sering ditanya mengenai perbedaan Galaxy Z Fold 8 dan Galaxy Z Fold 7. Wajar saja, karena namanya sangat mirip, tapi kedua perangkat sebenarnya berbeda jauh. Galaxy Z Fold 8 mengusung form factor baru yang belum pernah ada sebelumnya di lini ponsel lipat Samsung.
Seperti yang dapat dilihat dalam hands-on oleh 91mobiles Indonesia di tautan berikut, Galaxy Z Fold 8 tampil beda dari Galaxy Z Fold 8 Ultra dengan mengusung bentuk yang lebih pendek tapi lebih melebar sehingga penampilannya menjadi imut.
Ukurannya mirip buku paspor dengan dimensi 81,9 x 123,9 x 9,7 mm saat terlipat, dengan bobot 201 gram atau sebanding dengan kebanyakan ponsel candybar non-lipat. Ketika dibentangkan, ketebalannya menjadi hanya 4,5 mm sehingga terlihat sangat tipis.
Keistimewaan Galaxy Z Fold 8 terletak pada layar utamanya yang berdiagonal 7,6 inci (Dynamic AMOLED 2x, 2.448 x 1.848 piksel, 1-120 Hz, peak brightness 3.000 nits) dengan aspect ratio 4:3. Menurut Ilham, angka tersebut adalah “golden ratio” yang ideal untuk konsumsi konten seperti menonton video streaming.
“Ideal juga misalnya untuk membaca e-book. Kita bisa baca dengan orientasi horizontal ala buku, atau portrait agar lebih besar,” ujar Ilham. Bedanya, dalam orientasi horizontal, e-book akan ditampilkan dalam dua halaman di sisi kiri dan kanan. Saat diputar menjadi vertikal (portrait), satu halaman akan ditampilkan dengan ukuran lebih besar agar mudah dibaca.
Ilham menambahkan, layar cover screen di Galaxy Z Fold 8 (Dynamic AMOLED 2x 5,5 inci, 1.972 x 1.248, 1-120 Hz) ideal untuk scrolling post di media sosial atau menonton video pendek. Sebab rasio aspeknya yang sebesar 10:16 mendekati aspect ratio short video vertikal yang umumnya 9:16.
“Jadi, memang buat tipe pengguna berbeda. Ini (Galaxy Z Fold 8) bukan berarti downgrade, tapi sesuai dengan kebutuhan masing-masing,” pungkas Ilham.
Sama-sama bertenaga besar dan kaya fitur
Perangkat foldable mana pun yang dipilih, para pengguna Galaxy Z Fold 7 bisa meyakini bahwa Galaxy Z Fold 8 dan Z Fold 8 Ultra sama-sama bertenaga besar karena keduanya diotaki Snapdragon 8 Elite Gen 5, chip terbaik dan tercepat dari Qualcomm saat ini.
Kedua ponsel pun kaya akan fitur AI baru, termasuk My FanCam untuk kamera, lewat sistem operasi One UI 9 berbasis Android 17 yang sudah dijalankan secara out-of-the-box. Seperti biasa untuk ponsel papan atas dari Samsung, keduanya datang dengan jaminan update versi OS yang sangat lama, mencapai 7 tahun atau hingga Android 24.
Selain form factor, satu lagi pembeda di antara keduanya adalah banderol perangkat. Galaxy Z Fold 8 memiliki rentang harga lebih mirip dengan Galaxy Z Fold 7 sebelumnya dengan rincian sebagai berikut:
- 12 GB/ 256 GB: Rp 30.499.999\
- 12 GB/ 512 GB: Rp 34.499.000
- 16 GB/ 1 TB: Rp 40.499.000
Sementara itu, Galaxy Z Fold 8 Ultra dihargai lebih tinggi. Selengkapnya adalah:
- 12 GB/ 256 GB: Rp 32.499.000
- 12 GB/ 512 GB: Rp 36.499.000
- 16 GB/ 1 TB: Rp 44.499.000
Masih bingung memilih? Silakan simak perbandingan lengkap antara Samsung Galaxy Z Fold 8 dan Galaxy Z Fold 8 Ultra dalam artikel komparasi oleh 91mobiles Indonesia di link ini.










