
Setelah lama ditunggu, akhirnya Apple kini memasuki persaingan ponsel lipat yang sebelumnya didominasi oleh sejumlah produsen Android. Pada acara peluncuran yang menghadirkan iPhone 18 Pro dan Pro Max di pasar global, Apple juga turut memperkenalkan HP lipat perdananya yang disebut iPhone Duo.
Perangkat ini tidak mengusung desain foldable konvensional, lantaran dirancang dengan form factor lebar guna memberikan pengalaman konsumsi konten yang lebih imersif. Selain iPhone Duo, Samsung juga lebih dulu mengadopsi desain yang sama pada Galaxy Z Fold 8 yang rilis Juli lalu.
Sebagai sesama wide foldable, keduanya pun sama-sama punya ukuran dan bentuk menyerupai paspor sehingga lebih nyaman dimasukkan ke dalam saku. Namun, perangkat mana yang lebih baik? Untuk menjawabnya, tim 91Mobiles Indonesia telah merangkum poin-poin perbandingan antara iPhone Duo dan Samsung Galaxy Z Fold 8 sebagai berikut.
Table of Contents
Desain dan layar

Di antara keduanya, Samsung Galaxy Z Fold 8 lebih unggul dari segi dimensi bodi lantaran lebih tipis dan juga ringan.
HP Samsung tersebut punya ketebalan 4,5 mm saat terbentang dan 9,7 mm ketika dilipat, sedangkan iPhone Duo setebal 5,2 mm ketika dibuka dan 11,3 mm saat dilipat.
Menyoal bobotnya, iPhone Duo mengusung bobot 254 gram, sementara Galaxy Z Fold 8 jauh lebih ringan di angka 201 gram.
Walau kalah tipis, iPhone Duo sebenarnya menjadi iPhone paling tipis sepanjang sejarah, mengalahkan iPhone Air yang setebal 5,6 mm. Namun, di saat yang sama, iPhone Duo juga resmi mengalahkan iPhone 18 Pro Max (249 gram) sebagai iPhone terberat di dunia.
Keduanya sama-sama disematkan rating ketahanan debu dan air walau dengan tingkatan yang sedikit berbeda, yakni IP68 untuk iPhone Duo dan IP48 untuk Galaxy Z Fold 8. Artinya, walau sama-sama tidak mudah rusak saat terendam di air, Galaxy Z Fold 8 tidak sekuat iPhone Duo saat berhadapan dengan debu.
| Spesifikasi | iPhone Duo | Samsung Galaxy Z Fold 8 |
| Dimensi | 117,8 × 84,1 × 11,3 mm (terlipat) / 117,8 × 164,6 × 5,2 mm (terbuka) | 123,9 × 81,9 × 9,7 mm (terlipat) / 123,9 × 161,4 × 4,5 mm (terbuka) |
| Bobot | 254 gram | 201 gram |
| Layar | LTPO Super Retina XDR OLED, refresh rate 120 Hz, kecerahan maksimal 3.000 nit, nano-texture finish, anti-reflective coating 5,4 inci (layar cover) / 7,6 inci (layar internal) | Foldable Dynamic LTPO AMOLED 2X (cover), Dynamic LTPO AMOLED 2X (internal), refresh rate 120 Hz, kecerahan maksimal 3.000 nit, anti-reflective coating, Flex Titanium 5,5 inci (layar cover) / 7,6 inci (layar internal) |
| Rasio layar | 1,4:1 (layar cover dan internal) | 10:16 (layar cover) / 4:3 (layar internal) |
| Ketahanan | Titanium Grade 5, engsel titanium, Ceramic Shield, IP68 | Advanced Armor Aluminum, Armor FlexHinge, Gorilla Glass, IP48 |
| Biometrik | Touch ID | Sidik jari dan face unlock |
| Tombol kamera | Camera Control | – |
| SIM | eSIM-only | Nano-SIM + eSIM |
| Warna | Star White, Night Sky | Lavender, Graphite, Cream, edisi khusus web Pistachio |
Beralih ke layar, iPhone Duo mengusung aspek rasio yang sama untuk layar internal dan layar cover, yakni 1,4:1 atau 14:10. Hal ini membuat aplikasi dan game dapat bertransisi dengan mulus saat beralih dari layar cover ke utama (atau sebaliknya) tanpa harus berpindah-pindah aspek rasio.
Samsung Galaxy Z Fold 8 mengusung strategi yang berbeda, dengan aspek rasio 4:3 di layar internal dan 16:10 di layar luar. Dengan merancang aspek rasio yang berbeda pada kedua layar, Galaxy Z Fold 8 dapat memaksimalkan penggunaan untuk aktivitas-aktivitas yang berbeda pula.

Rasio 4:3 termasuk salah satu format yang didukung dalam panduan pengembangan game Android, bersama 16:10 dan 21:9. Game yang mendukung rasio 4:3 dapat memanfaatkan area layar secara penuh tanpa pillarboxing atau letterboxing.
Sementara, layar utama iPhone Duo yang rasionya sekitar 1,4:1 tampak sedikit lebih lebar dibandingkan dengan 4:3 pada Galaxy Z Fold 8. Pada game yang belum dioptimalkan untuk rasio tersebut, ada kemungkinan muncul area hitam di sisi layar agar tampilan game tetap mempertahankan rasio aslinya. Namun, hal ini bergantung pada dukungan masing-masing game.
Kamera

Baik Galaxy Z Fold 8 maupun iPhone Duo sama-sama mengalami pemangkasan pada spesifikasi kamera, kontras dengan Xiaomi 18 Fold yang punya kamera 200 MP dan 50 MP telefoto.
Alih-alih kedua kamera tersebut, iPhone Duo dan Galaxy Z Fold hanya disertai kamera utama dan ultrawide di bodi belakangnya. Resolusi kamera pun tidak berbeda jauh satu sama lain.
Bedanya, Galaxy Z Fold 8 masih mendukung perekaman video yang lebih baik hingga resolusi 8K, sedangkan iPhone Duo hanya mencapai 4K.
Di luar dukungan resolusi perekaman, fitur kamera di iPhone Duo tergolong cukup melimpah. Foldable ini dilengkapi fitur Smart Take, yakni fitur berbasis AI yang menganalisis gambar secara real-time dan otomatis mengambil foto saat subjek berpose.

Kamera depan iPhone Duo yang tersembunyi di layar turut mendukung Center Stage, dapat secara otomatis menyesuaikan bidang pandang saat ada orang lain yang masuk frame.
Tersedia juga fitur Duo Preview yang bisa menampilkan pratinjau langsung pada layar cover saat mengambil foto dengan kamera belakang, sehingga subjek foto dapat melihat posisinya di frame dan mengatur komposisi atau pose. Galaxy Z Fold 8 juga punya fitur serupa (cover-screen preview).
iPhone Duo mendukung fitur unik perekaman video slow motion beresolusi 4K pada 120 FPS dalam format Dolby Vision, serta fitur Photographic Styles yang memungkinkan penyesuaian tampilan foto dengan kontrol tekstur dan grain.
Seolah tidak cukup, iPhone Duo juga memungkinkan penerapan Cinematic Effects pada video yang sudah selesai direkam, sehingga latar belakang subjek bisa dibuat blur. Dengan fitur Audio Mix, pengguna juga dapat mengisolasi sumber suara tertentu dan melakukan penyesuaian seperti mute atau sekadar menurunkan volume suaranya.
Meski banyak memiliki fitur unik yang hanya dimiliki iPhone Duo, Samsung Galaxy Z Fold 8 juga punya sederet fitur khusus yang tak kalah menarik.
Galaxy Z Fold 8 dibekali fitur My FanCam yang dapat menganalisis video grup (seperti perekaman konser atau olahraga), dan secara otomatis melacak satu subjek pilihan untuk diubah menjadi video fokus solo dalam pilihan aspek rasio 1:1, 3:4, atau 9:16 langsung dari aplikasi Gallery.
HP Samsung ini juga mendukung perekaman video dalam format LOG untuk kenyamanan mengatur color grading secara profesional, dipadukan dengan empat preset Cinematic LUT bawaan seperti Blockbuster, Coming-of-age, Romance, dan Thriller.
Pengeditan foto menggunakan AI di Galaxy Z Fold 8 juga terasa sangat menyenangkan. Dengan Photo Assist, pengguna dapat mengubah latar belakang, suasana, atau gaya foto dengan hanya mengetik instruksi teks (prompt). Galaxy AI juga punya reputasi yang sangat baik di industri smartphone dalam hal menghasilkan gambar generatif secara akurat.
| Spesifikasi | iPhone Duo | Galaxy Z Fold 8 |
| Kamera belakang | 48 MP wide (26 mm, f/1,6, sensor-shift OIS) + 48 MP Fusion Ultra Wide (13 mm, f/2,2, FoV 120 derajat, mendukung fotografi makro 48 MP) | 50 MP wide (f/1,8, OIS) + 50 MP ultrawide (f/1,9) |
| Kamera depan | 12 MP Center Stage di layar cover + Under Display Camera di layar utama | 10 MP di layar cover + 10 MP di layar utama |
| Zoom | 2x kualitas optik, hingga 10x digital | 2x kualitas optik, hingga 10x digital |
| Video | 4K Dolby Vision hingga 120 fps | 8K 30 fps, 4K hingga 120 fps |
Performa

iPhone Duo ditopang chipset Apple A20 Pro yang dibangun pada fabrikasi 2 nm. Chip tersebut memiliki CPU 6-core yang terdiri dari 2 super core dan 4 efficiency core, serta GPU 7-core untuk menunjang grafis.
Apple mengklaim bahwa CPU A20 Pro menjadi prosesor tercepat yang ada di industri ponsel. GPU miliknya dilengkapi dengan Neural Accelerator dengan peningkatan performa hingga 40 persen dibandingkan generasi sebelumnya.
iPhone Duo menggunakan unified memory dengan peningkatan bandwidth sebesar 50 persen dari pendahulunya. Sementara itu, Galaxy Z Fold 8 tersedia dengan RAM 12 GB untuk varian 256 GB dan 512 GB serta 16 GB untuk varian 1 TB.
Samsung Galaxy Z Fold 8 menggunakan Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy yang telah mengalami peningkatan clock speed. Meski sama-sama chip flagship, Snapdragon 8 Elite Gen 5 tertinggal satu generasi dalam hal fabrikasi 3 nm.
Pengujian internal 91Mobiles mencatat bahwa perangkat ini meraih skor 3.252.918 poin di AnTuTu v11. Sementara untuk Geekbench 6, skor yang diraihnya adalah 10.467 poin untuk multi-core.
Sementara itu, penemuan iPhone 18 Pro Max di Geekbench mengungkapkan bahwa chipset A20 Pro meraih skor 4.725 poin untuk single-core dan 12.575 poin untuk multi-core.
Baterai

Apple memang jarang mengungkapkan besaran kapasitas baterai pada setiap perangkatnya, dan lebih memilih untuk memamerkan daya tahan baterai melalui pengujian aktivitas tertentu.
Dalam hal ini, iPhone Duo disebut dapat bertahan hingga 44 jam saat menggunakan layar cover dan hingga 31 jam saat memakai layar internal. Untuk pemutaran video streaming, ponsel lipat ini disebut bisa tahan hingga 37 jam (layar cover) dan 26 jam (layar internal).
Samsung Galaxy Z Fold 8 diketahui hadir dengan baterai silikon-karbon berkapasitas 4.800 mAh, diklaim dapat bertahan hingga 26 jam pemutaran video. Berdasarkan pengujian 91Mobiles, ponsel ini tercatat dapat bertahan hingga 13,5 jam saat diujikan dengan PC Mark Battery Test.
Konektivitas
Fitur pengisian daya pada iPhone Duo diklaim dapat mencapai 50 persen dalam 20 menit (via kabel). Sementara, Samsung Galaxy Z Fold 8 didukung dengan daya pengisian 45 watt.
Keduanya sama-sama dibekali dengan port USB-C 3.2. Akan tetapi, hanya Galaxy Z Fold 8 yang disertai fitur Samsung DeX untuk menampilkan antarmuka PC saat terhubung ke monitor eksternal. iPhone Duo sayangnya tidak memiliki fitur serupa.
Masih berbicara soal konektivitas, HP lipat Apple tersebut juga sudah tidak lagi menggunakan sensor pengenalan wajah alias Face ID. Fitur keamanan ini digantikan oleh Touch ID alias pemindai sidik jari di samping, kontras dengan Galaxy Z Fold 8 yang masih dapat membuka kunci layar via face unlock baik pada layar cover maupun layar dalam.
Namun, meski tidak memiliki fitur desktop dan Face ID, iPhone Duo punya satu keunggulan yang tidak dimiliki Samsung, yaitu dukungan pena digital (stylus). Ya, iPhone Duo kompatibel dengan varian Apple Pencil yang hanya bisa dicas melalui port USB-C, bukan versi yang bisa terisi secara magnetis. Ini karena iPhone Duo itu sendiri tidak menyediakan slot untuk menyelipkan stylus maupun pin magnet untuk mengisi daya Apple Pencil.
Terakhir kali Samsung menyediakan dukungan stylus adalah pada Galaxy Z Fold 6. Layar internal pada HP lipat generasi 2 tahun lalu itu memungkinkan pengguna memakai S Pen untuk mencatat dan menggambar di layar internal.
Setelah membahas berbagai perbandingan iPhone Duo dan Galaxy Z Fold 8 di atas, pembaca diharapkan punya sedikit gambaran mengenai wide foldable mana yang lebih cocok dipinang.
Masing-masing tentu punya kelebihan dan kekurangannya sendiri, seperti iPhone Duo yang transisi aplikasinya terasa seamless saat berpindah antar-layar, serta dukungan stylus yang mungkin dirasa penting bagi sejumlah orang.
Di sisi lain, Galaxy Z Fold 8 unggul karena punya bodi yang jauh lebih tipis dan ringan, ditambah dengan adanya fitur Samsung DeX yang membuatnya bisa "disulap" menjadi PC. Berikut ini poin-poin pertimbangan yang bisa memudahkan Anda menentukan pilihan.
Pilih iPhone Duo kalau...
- Menyukai rasio layar yang konsisten (1,4:1) baik di layar luar maupun di layar internal untuk transisi aplikasi dan game yang mulus.
- Membutuhkan dukungan stylus.
- Mengincar performa lebih tinggi dengan chip flagship generasi terbaru.
- Membutuhkan Camera Button untuk mengambil gambar dengan nyaman.
- Menyukai fitur pengeditan video pascaproduksi yang intuitif seperti Audio Mix dan Cinematic Effects.
- Menginginkan rating ketahanan air dan debu yang lebih tinggi (IP68).
Pilih Samsung Galaxy Z Fold 8 kalau...
- Mengutamakan bodi yang jauh lebih tipis dan lebih ringan.
- Membutuhkan fitur keamanan face unlock.
- Memerlukan pengalaman produktivitas ala PC melalui fitur Samsung DeX.
- Menyukai perekaman video beresolusi tinggi hingga 8K.
- Mencari fitur kamera unik seperti My FanCam dan Photo Assist.
- Membutuhkan HP lipat yang mendukung kartu SIM fisik.










