Googlebook PC Resmi Diumumkan, Laptop Android dengan Update 10 Tahun

Sorotan
  • Google resmi membuka sesi pre-order Googlebook PC, platform laptop yang menjalankan sistem operasi Android.
  • Pengguna dapat menjalankan ekosistem aplikasi Android di laptop, serta memindahkan pekerjaan dari HP Android ke laptop Googlebook PC. 
  • Penjualan perdananya dijadwalkan pada 4 Oktober mendatang. 

Google resmi membuka pemesanan pre-order Googlebook PC, platform laptop baru yang menjalankan sistem operasi Android. 

Platform ini pertama kali dikonfirmasi Google pada Mei 2026, disebut sebagai alternatif berbasis Android untuk perangkat Chromebook yang selama ini menggunakan ChromeOS. 

Dalam peluncurannya, Google menggandeng lima produsen laptop yang terdiri dari Acer, Asus, Dell, HP, dan Lenovo. Masing-masing mitra ini akan menghadirkan perangkat Googlebook PC dengan desain dan spesifikasi yang berbeda. 

Sesi pre-order Googlebook PC mulai dibuka pada hari ini, Selasa (22/9/2026), dan dijadwalkan mulai dijual secara umum pada 4 Oktober 2026 mendatang. 

Googlebook PC, laptop dengan OS Android

Googlebook PC merupakan kategori laptop baru yang menggunakan Android sebagai sistem operasinya. Sistem tersebut dioptimalkan Google untuk perangkat dengan layar berukuran besar. 

Berbeda dari Chromebook yang menggunakan ChromeOS, Googlebook PC memungkinkan pengguna menjalankan ekosistem aplikasi Android di laptop. 

Google juga membekali platform ini dengan fitur yang memungkinkan penggunanya melanjutkan aktivitas dari perangkat Android lainnya. Misalnya, aktivitas yang sedang dikerjakan di smartphone Android dapat dilanjutkan melalui Googlebook PC. 

Dibekali Gemini AI dan pembaruan hingga 10 tahun

Googlebook PC
Googlebook PC

Googlebook PC turut dilengkapi sejumlah fitur berbasis kecerdasan buatan (AI) melalui Gemini. Salah satunya adalah kemampuan merangkum dokumen dan file yang tersimpan secara lokal di perangkat. Denga fitur ini, pengguna dapat meminta rangkuman dari dokumen tanpa harus mengunggahnya ke layanan berbasis cloud

Selain itu, terdapat fitur intelligent cursor suggestion yang memberikan saran tindakan berdasarkan konteks aktivitas pengguna dan posisi kursor di layar. Google juga mengintegrasikan sejumlah kemampuan AI tersebut langsung ke dalam sistem Android yang digunakan Googlebook PC.

Untuk memastikan relevansi perangkat dalam jangka panjang, Googlebook PC juga dijanjikan update software yang sangat panjang, yakni 10x pembaruan OS dan 10 tahun patch keamanan. 

Dengan dukungan tersebut, perangkat Googlebook PC yang dirilis  pada 2026 kemungkinan bisa diperbarui hingga sekitar 2036, tergantung pada kebijakan dukungan masing-masing perangkat. 

Spesifikasi Googlebook PC

Acer menjadi satu-satunya produsen yang menghadirkan varian laptop lipat 2-in-1 melalui Acer Googlebook 14. Laptop ini dibanderol mulai dari 899 dolar AS atau sekitar Rp 16 juta.

Acer Googlebook 14 hadir dengan layar OLED 14 inci dengan resolusi 2,8K dan dukungan layar sentuh. Laptop ini tersedia dengan pilihan prosesor Intel Core Ultra 5 atau Core Ultra 7 serta diklaim mampu bertahan hingga 16 jam dalam sekali pengisian daya. 

Sementara itu, Asus Googlebook 14 dibanderol 1.299 dolar AS (Rp 23,2 jutaan), hadir dengan bobot 1 kg dan menawarkan pilihan port konektivitas paling banyak di antara jajaran Googlebook yang diperkenalkan. 

Dell XPS Googlebook menggunakan chipset Snapdragon X Elite dengan desain yang mengadopsi konsep line-up XPS 13. Namun, konektivitas laptop ini hanya menyertakan dua port USB-C. 

Ada juga HP Googlebook yang disokong oleh Snapdragon X Elite, menyediakan kapasitas storage hingga 1 TB serta dukungan sensor sidik jari dan pemindaian wajah. 

Terakhir adalah Lenovo Googlebook dengan ukuran layar sangat besar yaitu 15,3 inci. Laptop ini juga menjadi satu-satunya model yang ditawarkan dalam pilihan warna putih. 

Sesi pre-order Googlebook PC saat ini sudah dibuka melalui situs resmi masing-masing mitra. Sementara, penjualan dan pengiriman perangkat menuju tangan konsumen dimulai pada 4 Oktober 2026, sebagaimana dihimpun dari GizmoChina