
Setelah Nvidia resmi mengumumkan superchip RTX Spark, para vendor laptop kini mulai meluncurkan laptop dengan cip tersebut secara serentak, Asus tak terkecuali. Pada Selasa kemarin, Asus Indonesia menggelar acara peluncuran ProArt P14 dan P16 di Pondok Indah Mall 2, Jakarta.
Asus ProArt P14 dan P16 merupakan dua laptop Asus perdana di Indonesia yang sudah dibekali dengan Nvidia RTX Spark, sehingga dapat menunjang para kreator dalam mengolah konten, menjalankan aplikasi berbasis AI, hingga mengerjakan beragam tugas berat dengan lancar.
Harga yang dibanderol untuk dua laptop ini memang tidak tergolong murah (dimulai dari Rp 70 jutaan). Meski begitu, harganya cukup sepadan dengan spesifikasi yang ditawarkan, terlebih dari segi kemampuan komputasi AI secara lokal.
Berbeda dengan prosesor laptop lain yang menggunakan prosesor x86 dan GPU discrete terpisah, seri ProArt terbaru ini menggunakan cip berbasis arsitektur ARM yang menggabungkan CPU Grace 20-core dan GPU Blackwell RTX 6.144-core dalam satu cip.
RTX Spark juga mengedepankan keunggulan pada unified memory hingga 128 GB yang bisa digunakan bersama oleh CPU dan GPU. Dengan spesifikasi segahar ini, Asus ProArt P14 dan P16 dapat menangani model AI secara on-device tanpa harus bergantung pada layanan cloud.
Tentunya, sebagai laptop yang dirancang untuk kebutuhan content creation, Asus ProArt P14 dan P16 ini juga dibekali dengan sederet fitur lain yang memadai.
Table of Contents
Desain Asus Pro Art: Powerful tapi ramping

Sebagai laptop papan atas, tak mengherankan Asus ProArt P14 dan P16 dirancang dengan pendekatan desain yang bersih dan profesional. Keduanya memiliki bodi dengan sasis terintegrasi yang ramping dengan sudut-sudut tegas khas lini ProArt.
Asus ProArt P14 ditawarkan dalam warna Nano Black dan Neo White. Untuk Nano Black, varian ini menggunakan lapisan khusus yang membuatnya tidak mudah dihinggapi noda sidik jari. Sementara itu, varian Neo White menampilkan permukaan putih yang diproses melalui teknik sandblasting.
Menariknya, meski punya performa yang sangat powerful, kedua laptop ini sangat ringan dan tipis. Varian ProArt P14 hanya setebal 1,39 cm dengan bobot 1,4 kg, sementara versi ProArt P16 justru lebih tipis lagi dengan ketebalan 1,29 cm dan bobot 1,7 kg.
ProArt 14 akan menjadi laptop workstation yang cocok dibawa bepergian ke mana pun, lantaran tidak begitu menyita ruang di tas ransel. Untuk ProArt P16, meski lebih berat, laptop ini masih tergolong portabel untuk seukuran laptop 16 inci.
Kedua perangkat ini sudah tersertifikasi sesuai standar militer MIL-STD-810H yang membuat sasisnya tidak mudah rusak saat terbentur atau tertindih.
Layar Asus Pro Art: Dengan panel OLED 120 Hz

Beralih ke layar, aspek visual merupakan komponen yang cukup menonjol pada line-up ProArt terbaru ini. Asus membekali keduanya dengan panel layar sentuh Asus Lumina Pro OLED yang memiliki rasio aspek 16:10.
Layar tersebut mendukung refresh rate variabel 120 Hz, cakupan warna 100 persen DCI-P3, dan sertifikasi akurasi warna Pantone Validated dengan akurasi delta E < 1.
Agar bisa digunakan di luar ruangan dengan nyaman, layarnya juga dilengkapi dengan fitur lapisan anti-refleksi. Terdapat juga dukungan terhadap pena digital (stylus) untuk mendukung proses kreasi konten yang lebih fleksibel.
Hadir dengan ukuran layar berbeda, ProArt P14 menggunakan layar 14 inci beresolusi 2,8K dengan kecerahan tipikal 500 nit dan kecerahan maksimal HDR hingga 1.100 nit.
ProArt P16 dikemas dengan layar lebih besar, yaitu 16 inci beresolusi UHD Plus alias 4K dengan kecerahan tipikal 700 nit dan kecerahan maksimal HDR 1.600 nit.
Keyboard, touchpad, dan port Asus Pro Art: USB 4 tipe-C berdaya tinggi

Dari pengamatan kami terhadap unit yang dipamerkan, tampaknya Asus menawarkan kedua laptop ini dengan keyboard chiclet yang jarak antartombolnya tergolong proporsional. Area palm rest di varian ProArt P14 juga cukup luas, serta memiliki touchpad yang lega di bagian tengah.
Lalu, dengan dimensi yang lebih besar, ProArt P16 menyisipkan touchpad yang lebih luas lagi ketimbang P14. Saking luasnya, kami rasa mengedit foto dan video tanpa mouse bakal tetap terasa nyaman sekalipun harus melakukan banyak sesi drag-and-drop.
Soal kelengkapan port-nya, Asus ProArt P14 dan P16 kompak dibekali 3x port USB 4 Type-C 40 Gbps yang mendukung Power Delivery 140 watt dan DisplayPort.
Tersedia juga 1x USB 3.2 Gen 2 Type-A, 1x port HDMI 2.1 FRL, slot pembaca kartu SD, dan dukungan konektivitas nirkabel Wi-Fi 7 serta Bluetooth 5.4.
Asus ProArt P14 didukung baterai 90 Whr, sementara ProArt P16 dikemas dengan salah satu baterai terbesar di industri laptop, yaitu 99,9 Whr. Meski sangat besar, ini merupakan kapasitas maksimal yang diizinkan oleh regulasi penerbangan internasional untuk masuk ke dalam kabin pesawat. Berikut ini spesifikasi lengkap kedua laptop tersebut.
| Spesifikasi | ASUS ProArt P14 (H7407BA) | ASUS ProArt P16 (H7607BA) |
| CPU, GPU | NVIDIA RTX Spark N1X berbasis Arm, Grace 20-core, Blackwell RTX 6.144 CUDA Cores, NVIDIA NPU, performa AI hingga 1 petaflop (FP4) | NVIDIA RTX Spark N1X berbasis Arm, Grace 20-core, Blackwell RTX 6.144 CUDA Cores, NVIDIA NPU, performa AI hingga 1 petaflop (FP4) |
| RAM | 64 GB LPDDR5X Unified Memory | 128 GB LPDDR5X Unified Memory |
| Penyimpanan | SSD NVMe PCIe 4.0 1 TB | SSD NVMe PCIe 4.0 1 TB |
| Layar | 14 inci ASUS Lumina Pro OLED, 2.880 × 1.800 piksel, 120 Hz, 0,2 ms, kecerahan 500 nit (maksimal HDR 1.100 nit), 100% DCI-P3, Delta E < 1, Pantone Validated, touchscreen, dukungan stylus | 16 inci ASUS Lumina Pro OLED, 3.840 × 2.400 piksel, 120 Hz, 0,2 ms, kecerahan 700 nit (maksimal HDR 1.600 nit), 100% DCI-P3, Delta E < 1, Pantone Validated, touchscreen, dukungan stylus |
| Dimensi dan bobot | Ketebalan 13,9 mm, bobot 1,48 kg | Ketebalan 12,9 mm, bobot 1,7–1,77 kg |
| Baterai dan pengisian daya | 90 Whr, USB-C 140 watt | 99,9 Whr, USB-C 140 watt |
| Port | 3× USB4 Type-C, 1× USB-A, HDMI 2.1, SD UHS-II, audio combo jack | 3× USB4 Type-C, 1× USB-A, HDMI 2.1, SD Express 7.0, audio combo jack |
| Konektivitas | Wi-Fi 7, Bluetooth 5.4 | Wi-Fi 7, Bluetooth 5.4 |
| Sistem operasi | Windows 11 Home | Windows 11 Home |
| Software bawaan | Office Home 2024, Microsoft 365 Basic 100 GB, StoryCube, MuseTree | Office Home 2024, Microsoft 365 Basic 100 GB, Google AI Pro 3 bulan, StoryCube, MuseTree |
| Garansi | 3 tahun internasional + 3 tahun ASUS VIP Perfect Warranty | 3 tahun internasional + 3 tahun ASUS VIP Perfect Warranty |
Asus ProArt P14 dijual di Indonesia dengan harga normal Rp 80.999.000, sementara Asus ProArt P16 dibanderol dengan harga normal Rp 113.999.000.
Selama periode pre-order hingga 23 Oktober, keduanya mendapatkan potongan harga menjadi Rp 79.999.000 untuk ProArt P14 dan Rp 112.999.000 untuk ProArt P16.
Setiap pembelian di masa pre-order via Asus Online Store akan disertai dengan bonus Asus ProArt Mouse (MD301) senilai Rp 1.699.000 secara cuma-cuma.










