
Baik Nitro Blaze 8 maupun Nitro Blaze 11 sama-sama menjalankan sistem operasi Windows 11 dan ditenagai jeroan yang serupa. Dapur pacunya mengandalkan prosesor AMD Ryzen 7 8840HS, dipadu RAM LPDDR5X 16 GB dan media penyimpanan SSD NVMe PCIe Gen 4 hingga 2 TB.
Untuk urusan suara tersedia sepasang speaker berdaya 2 watt dengan 1x D-mic input dan jack audio 3,5 mm. Rangkaian konektor lain mencakup 1x USB 4 (type-C 40 Gbps), 1x USB 3.2 type-C, 1x USB 3.2 type-A, dan slot microSD (SDHC). Koneksi wireless yang didukung adalah WiFi 6E berikut Bluetooth 5.3.
Kedua konsol pun memiliki controller built-in dengan stik analog Hall Effects yang diposisikan di sisi kanan dan kiri layar. Bedanya, controller di Nitro Blaze 11 dapat dilepas (detachable) agar ukurannya lebih ringkas, sementara controller di Nitro Blaze 8 menyatu dengan keseluruhan perangkat.
Acer membekali Nitro Blaze 8 dan Nitro Blaze 11 dengan baterai berkapasitas 55 Wh, sedikit lebih besar dari baterai Nitro Blaze 7 sebelumnya yang sebesar 50 Wh, namun masih lebih kecil dibanding konsol handheld lain seperti Asus ROG Ally X yang menyematkan baterai 80 Wh.
Nitro Blaze 8 dipaketkan dengan AC Adapter type-C berdaya 65 watt seperti Nitro Blaze 7, sedangkan AC adapter Nitro Blaze 11 memiliki keluaran daya lebih tinggi di angka 100 watt, sebagaimana dihimpun 91Mobiles Indonesia dari Videocardz.
Acer rencananya akan mulai memasarkan Nitro Blaze 8 di wilayah Amerika Utara pada kuartal-II 2024, harganya 899 dollar AS (Rp 14,5 juta). Nitro Blaze 11 bakal tersedia di periode yang sama dengan banderol 1.099 dollar AS (Rp 17,8 juta).