Anti Ditagih Royalti, Ini Daftar Situs untuk Cari Musik Gratis

Pernah mengalami isu copyright claim saat merilis konten dengan latar lagu yang sedang populer? Hal ini dapat disolusikan dengan menggunakan lagu yang legal dan royalty-free.

Belakangan ini sedang beredar isu kafe dan restoran yang ditagih biaya royalti oleh LMK (Lembaga Manajemen Kolektif) lantaran memutarkan musik karya musikus Tanah Air.

Nah, untuk menyiasatinya, masyarakat bisa menggunakan musik yang bebas royalti agar tidak dikenai biaya royalti setiap tahunnya.

Masalahnya, mencari lagu bebas royalti yang sesuai dengan vibe konten atau atmosfer restoran tergolong sulit. Agar lebih mudah, berikut ini kami sajikan daftar situs yang menyediakan lagu 100 persen royalty-free, legal, dan siap dipakai untuk penggunaan komersial.

Table of Contents

Cara memilih lagu bebas royalti yang benar

Sebelum beralih ke daftar situs pencarian, alangkah baiknya mengetahui cara memilih lagu bebas royalti yang benar agar tidak keliru.

Disarankan untuk selalu cek jenis lisensi, seperti CC0 yang bersifat public domain (bebas dipakai tanpa atribusi), CC-BY yang boleh dipakai gratis tapi wajib mencantumkan kredit pembuat lagu, atau CC-BY-NC (non-komersial) yang hanya boleh dipakai untuk proyek pribadi.

Jika ingin memakai lagu untuk keperluan komersial, sebaiknya pilih opsi yang bertuliskan “no attribution required” agar tidak perlu mencantumkan kredit lagu.

Lalu, untuk penggunaan di video YouTube, sebaiknya hindari lagu yang masuk dalam kategori Content ID yang merupakan sistem pendeteksian otomatis terhadap lagu berhak cipta.

Jika lagu yang digunakan terdaftar di Content ID, bukan tidak mungkin YouTube akan mengalihkan ads revenue ke pemegang hak cipta atau memblokirnya di negara tertentu.

Anda bisa mengetes lagu terlebih dahulu dengan mengunggahnya ke YouTube secara privat, lalu tunggu 24 jam untuk melihat apakah lagu terkena notifikasi klaim.

Daftar situs pencarian lagu bebas royalti

Setelah Anda membaca bagaimana cara yang tepat untuk mencari lagi bebas royalti, sekarang waktunya melakukan pencarian pada situs-situs berikut ini.

1. Free Music Archive (FMA)

Tanpa perlu registrasi, Anda sudah langsung dapat mencari lagu dengan berbagai jenis lisensi dan genre. Mulai dari rock, jazz, blues, classic, hingga instrumental, hampir semua genre bisa ditemukan.

Menariknya lagi, Free Music Archive menyediakan filter berdasarkan lisensi yang pastinya sangat berguna bagi pencari lagu bebas royalti. Cukup dengan memberi centang pada public domain dan/atau commercial use, seluruh lagu di hasil pencarian bebas digunakan secara legal tanpa khawatir ditagih biaya royalti.

Pengguna juga dapat melakukan penyortiran berdasarkan durasi, sehingga bisa disesuaikan dengan durasi konten yang ingin Anda buat.

2. YouTube Audio Library

Yang satu ini merupakan cara pengguna bisa mengaplikasikan audio bebas royalti ke dalam video yang ingin diunggah ke YouTube. Cara mengaksesnya bukan dengan mengunjungi situs tertentu, melainkan log in ke akun YouTube lalu mengunjungi laman Manage Videos.

Ketika sudah memasuki YouTube Studio, Anda bisa memilih menu Audio Library yang tersedia di sebelah kiri. Ada dua kategori suara yang bisa digunakan yaitu musik dan sound effect gratis. Pengguna dapat melakukan filter berdasarkan genre, mood, durasi, dan tipe lisensi.

Adapun sejumlah keuntungan menggunakan YouTube Audio Library mencakup lagu-lagu bebas royalti yang grafis dan legal, aman untuk monetisasi, dan mudah diakses langsung dari YouTube.

3. Epidemic Sound

Epidemic Sound merupakan situs berbayar yang dapat digunakan untuk mencari lagu bebas royalti. Kendati tidak gratis, fitur-fitur di situs ini sangat melimpah, termasuk dapat mengedit lagu sesuai tema dengan cara memisahkan elemen musik.

Situs ini juga memungkinkan pengguna mencari lagu berdasarkan gabungan genre dan mood sehingga dapat mencari lagu secara lebih spesifik.

Selain itu, Epidemic Sound juga tersedia sebagai aplikasi Android sehingga memudahkan pengguna CapCut mobile untuk mencari audio yang sesuai pada satu perangkat yang sama.

Biaya langganan untuk Epidemic Sound dimulai dari 5 dolar AS per bulan. Namun, Anda dapat melakukan pembuatan akun secara gratis untuk mendapatkan free trial 30 hari.

4. Artlist

Seperti Epidemic Sound, Artlist merupakan situs berbayar yang juga menawarkan segudang musik bebas royalti. Selain musik, situs ini menyediakan sound effect, footage, voice over AI, dan juga video hasil generate AI. Sangat cocok untuk kreator konten pemula.

Kendati merupakan situs berlangganan, semua lagu yang diunduh bisa dipakai selamanya untuk proyek yang sudah diunggah, kendati pengguna telah berhenti berlangganan.

Kebanyakan lagu di Artlist juga tidak akan terdaftar di sistem Content ID YouTube sehingga cenderung aman dari klaim hak cipta.

Koleksi-koleksi lagunya pun berkualitas tinggi, meliputi ribuan lagu dari beragam genre (pop, elektronik, sinematis, dll.) serta menyediakan sound effect siap pakai untuk dijadikan transisi, menciptakan atmosfer tertentu, atau yang lainnya.

Untuk mulai menggunakan platform Artlist, pengguna perlu membayarkan biaya langganan mulai dari 9,99 dolar AS (Rp 160 ribu) per bulan.

5. Pixabay Music

Tak hanya menyediakan aset grafis berupa foto dan ilustrasi, Anda juga dapat mencari lagu latar belakang bebas royalti pada Pixabay. Semua konten yang ada di dalamnya bebas untuk digunakan di kafe, restoran, atau tempat rekreasi lainnya.

Kendati lagu-lagu di dalamnya sudah terdaftar di Content ID, namun mereka tetap aman untuk dipakai sebagai bahan konten.

Ini karena seluruh konten musik di Pixabay memang diizinkan untuk dipakai secara bebas tanpa harus mencantumkan identitas artisnya. Hanya saja, jika lagu dari Pixabay dipakai untuk konten yang mengandung merk dagang, logo, atau brand yang dapat dikenali, konten tersebut tidak dapat dipakai untuk tujuan komersial.

6. Jamendo Music

Jamendo Music secara khusus menyediakan lagu bebas royalti yang dapat diputarkan di tempat umum seperti kafe, restoran, atau pun tempat rekreasi lainnya.

Pengguna layanan akan mendapatkan lebih dari 10 kanal radio yang telah dikurasi ahli musik. Lagu-lagu di dalam playlist juga akan diperbarui setiap bulannya, sehingga lagu yang diputar tidak itu-itu saja.

Menariknya lagi, pengguna juga akan mendapatkan sertifikat hak penggunaan lagu yang menyatakan bahwa Anda diperbolehkan memutarkan lagu Jamendo di ruang publik.

Untuk dapat menggunakan layanan ini, pengguna perlu membayar biaya langganan sebanyak 89 euro per tahun atau sekitar Rp 1,6 juta per tahun, terlepas dari kapasitas pengunjung.

7. Bensound

Bensound juga merupakan salah satu situs populer yang menyediakan lagu bebas royalti untuk latar konten seperti YouTube, podcast, iklan, atau presentasi. Namun, layanan ini sebenarnya lebih cocok untuk proyek non-komersial karena mewajibkan pencantuman kredit.

Adapun lagu-lagu yang didapatkan dari Bensound tidak terdaftar di sistem Content ID sehingga tidak akan terkena klaim hak cipta otomatis.

Jika ingin menggunakannya dengan lisensi komersial (tanpa kredit), maka harus membayarkan sebanyak mulai dari 34 euro (Rp 640 ribu) per lagu, atau biaya langganan mulai dari 119 euro (Rp 2,2 juta) per tahun. Setelah melakukan pembelian atau berlangganan, lagu dapat dipakai tanpa menyebutkan sumbernya.

Itu tadi merupakan daftar situs musik gratis yang dapat dipakai untuk mencari lagu bebas royalti. Baik untuk penggunaan konten maupun pemutaran di ruang publik, menggunakan lagu royalty-free adalah salah satu solusi paling mudah untuk menghindari klaim pelanggaran hak cipta.

Home Fitur Daftar