
Pabrikan ponsel asal China, OnePlus, sempat dikabarkan bakal tutup alias tidak lagi beroperasi. Kabar ini muncul dari laman Android Headlines, yang mengklaim bahwa OnePlus mengalami penurunan penjualan drastis dalam beberapa tahun terakhir.
OnePlus juga disebut telah kehilangan pangsa pasar di sejumlah wilayah pemasaran utama, sekaligus menutup beberapa kantor regional di Amerika Serikat, Eropa, dan India.
Merk ponsel ini bahkan diisukan hanya dipertahankan sementara untuk sekadar menuntaskan kewajiban kepada konsumen sebelum akhirnya “menghilang” sebagai merk independen.
Media Android Headlines tiba pada kesimpulan ini setelah melakukan investigasi di tiga benua serta mengumpulkan data dari empat firma analis independen.
Table of Contents
Setelah isu penutupannya viral, Robin Liu selaku CEO OnePlus India pun menyampaikan pernyataan resmi yang menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar. “Laporan yang tidak terverifikasi mengenai penutupan OnePlus adalah keliru. Operasional bisnis OnePlus India masih berjalan normal,” ujarnya di platform X/Twitter.
Pihak OnePlus juga mengimbau para pemangku kepentingan, termasuk konsumen dan investor, untuk memverifikasi informasi hanya melalui sumber resmi dan tidak menyebarkan klaim yang belum terbukti.
I wanted to address some misinformation that has been circulating about OnePlus India and its operations.
— Robin Liu (@RobinLiuOnePlus) January 21, 2026
We’re operating as usual and will continue to do so.
Never Settle. pic.twitter.com/eAGA7iy3Xs
Adapun bantahan OnePlus kemungkinan ditujukan untuk menenangkan investor dan pemegang saham, mengingat laporan dari Android Headlines cukup detail dan menyebut data dari sejumlah firma analis independen.
Pengiriman ponsel OnePlus secara global disebutkan turun lebih dari persen pada 2024, dari sekitar 17 juta unit menjadi 13-14 juta unit saja. Di India, pangsa pasar keseluruhan produk OnePlus turun dari 6,1 persen menjadi 3,9 persen antara 2023 hingga 2024.
Selain itu, di China, pangsa pasar juga turun dari 2 persen menjadi 1,6 persen dalam periode yang sama, sebagaimana dikutip dari IDC Quarterly Mobile Phone Tracker via Android Headline.
Namun, kendati performa penjualan OnePlus tidak sekuat sebelumnya, saat ini masih belum ada indikasi kuat bahwa perusahaan tersebut bakal tutup dalam waktu dekat. Bahkan jika OnePlus sedang tidak berada di kondisi baik, mereka masih dapat mengandalkan Oppo sebagai penopang utama.
Sebagaimana dilaporkan GSM Arena, Oppo sebelumnya diketahui sudah memberikan dukungan besar kepada OnePlus, termasuk suntikan dana 14 miliar dolar AS (sekitar Rp 236 triliun) beberapa tahun ke belakang.
Dukungan tersebut tampaknya memberikan ruang untuk bertahan kepada OnePlus, meskipun harus menghadapi tekanan pasar dan penurunan popularitas di sejumlah wilayah.
OnePlus sendiri sempat hadir pertama kali di Tanah Air pada 2015. Kala itu, ponsel perdana yang diperkenalkan di Indonesia adalah produk bernama OnePlus One.
Namun, pada tahun 2016, OnePlus memutuskan untuk hengkang dari Indonesia lantaran ketidaksanggupan memenuhi regulasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang diberlakukan pemerintah Indonesia. Peraturan ini mengharuskan smartphone 4G di Indonesia untuk memiliki minimal 30 persen kandungan lokal.
Setelah absen sekitar 7 tahun, OnePlus sempat resmi mengumumkan akan kembali ke pasar Indonesia pada awal April 2023, ditandai dengan peluncuran akun media sosial OnePlus Indonesia serta pembukaan situs resmi OnePlus Indonesia sebagai pusat informasi dan interaksi komunitas.
Kendati demikian, hingga kini OnePlus belum secara resmi menjual smartphone di Indonesia melalui distribusi resmi atau kanal retail lokal. Ini bisa menjadi pertanda bahwa OnePlus memang tidak jadi masuk Indonesia, meski tidak pernah secara formal menyatakan batal masuk.