
Google resmi memperkenalkan Gemini Intelligence, sebuah rangkaian fitur kecerdasan buatan (AI) proaktif terbaru untuk sistem operasi Android dalam ajang Android Show 2026. Teknologi ini diklaim bakal mengubah peran Android dari yang semula hanya sistem operasi biasa menjadi sistem kecerdasan (intelligence system) yang mampu membantu aktivitas sehari-hari secara otomatis.
Kehadiran Gemini Intelligence ini dipastikan bakal menyambangi jajaran ponsel flagship terbaru, termasuk Samsung Galaxy S26 series dan Google Pixel 10 pada musim panas tahun ini (Juni-Agustus 2026).
Berikut ini adalah deretan fitur canggih Gemini Intelligence yang dirangkum 91Mobiles Indonesia dari laman resmi Google dan GSM Arena.
Table of Contents
Salah satu keunggulan utama Gemini Intelligence adalah kemampuannya mengotomatiskan tugas-tugas membosankan yang melibatkan banyak langkah. Pengguna kini dapat meminta Gemini untuk menyelesaikan urusan logistik tanpa harus berpindah-pindah aplikasi secara manual.
Misalnya, Gemini bisa diperintahkan untuk mencari jadwal olahraga di Gmail, lalu secara otomatis memasukkan perlengkapan yang dibutuhkan ke dalam keranjang belanja. Gemini juga dapat mengenali konteks gambar di layar, pengguna cukup menekan lama tombol daya saat membuka catatan daftar belanja dan Gemini akan langsung menyusun keranjang belanja di aplikasi pengiriman makanan.
Bahkan, jika pengguna melihat brosur wisata di lobi hotel, mereka cukup memotretnya dan meminta Gemini untuk mencarikan rencana tur di aplikasi ketiga seperti Expedia. Pengguna pun juga bisa menambahkan detail dalam perintah, misalnya seperti akomodasi untuk jumlah orang yang diinginkan.
Google juga memperkenalkan fitur bernama Rambler pada keyboard Gboard. Fitur ini dirancang khusus agar percakapan alami manusia yang sering kali tidak teratur dapat diubah menjadi teks formal.
Meskipun ada imbuhan seperti “um” atau “ah” di dalam percakapan, aplikasi tetap mampu mengubah percakapan tersebut menjadi pesan teks yang ringkas dan profesional.
Menariknya lagi, fitur ini mendukung penggunaan beberapa bahasa sekaligus, sehingga mampu memahami konteks meskipun pengguna mencampur bahasa Inggris dengan bahasa lainnya dalam satu kalimat.
Sistem kecerdasan Gemini tersebut juga merambah ke aspek visual melalui fitur Create My Widget. Pengguna kini dapat membuat widget kustom dengan hanya memberikan perintah teks atau perintah suara.
Sebagai contoh, pengguna dapat meminta Gemini membuatkan dasbor khusus yang menampikan tiga resep makanan tinggi protein setiap minggu, atau widget cuaca yang hanya menonjolkan informasi kecepatan angin dan hujan bagi para pesepeda.
Secara visual, Gemini Intelligence hadir dengan bahasa desain yang diperbarui berdasarkan Material 3 Expressive. Sistem ini dirancang agar lebih fungsional, serta menampilkan animasi yang minim distraksi supaya pengguna bisa tetap fokus pada tugas yang sedang dikerjakan.
Di peramban Google Chrome, Gemini akan bertindak sebagai asisten riset yang mampu meringkas dan membandingkan konten di internet. Fitur Auto Browse bahkan bisa membantu pengguna melakukan reservasi janji pertemuan atau tempat parkir secara mandiri.
Selain itu, fitur Autofill dari Google kini berevolusi menggunakan Personal Intelligence untuk mengisi kolom teks yang rumit di berbagai aplikasi secara instan, yakni dengan mengambil informasi relevan dari aplikasi yang terhubung. Fitur ini bersifat opsional (opt-in) sehingga pengguna memegang kendali penuh untuk mengaktifkannya via menu pengaturan.
Fitur Gemini Intelligence ini akan digulirkan secara bertahap mulai musim panas 2026 (berlangsung antara Juni-Agustus) untuk perangkat Samsung Galaxy S26 dan Google Pixel 10.
Setelah itu, Google berencana memperluas ketersediaan fitur ini ke berbagai perangkat Android lainnya, termasuk jam tangan pintar (Wear OS), sistem di mobil, kacamata pintar, hingga laptop pada akhir tahun 2026.