Google Pixel 8 Pro review: Gambaran Sempurna Sebuah Smartphone, Harga Menyebalkan

Ringkasan Tinjauan

Peringkat Pakar

8.1/10
Desain
 
8.5
/10
Layar
 
8.5
/10
Sistem operasi
 
9.0
/10
Kamera
 
8.4
/10
Kinerja
 
7.5
/10
Baterai
 
7.5
/10

Pros

  • Update sistem operasi hingga 7 tahun
  • Kamera dengan fitur AI
  • Desain yang menawan

Cons

  • Performa yang lambat
  • Pengisian baterai yang lambat
  • Harga mahal

Sama seperti Apple, Google tampaknya percaya pada pepatah,”Jika tidak rusak, jangan diperbaiki.” Google Pixel 8 Pro adalah contoh dari pepatah tersebut. Perusahaan ini kembali melanjutkan filosofi desain Pixel 7 Pro dengan sejumlah penyempurnaan, sementara dibagian mesinnya sudah mendapatkan penyegaran dengan hadirnya chipset baru, layarnya pun sudah berkembang kian baik, dan tentunya sensor kamera baru. Semua ini kian lengkap dengan tambahan beberapa fitur AI yang mengesankan dan dukungan software yang panjang. Lalu, apakah ini sepadan dengan banderol harga ponsel yang cukup mahal ini?

Table of Contents

Pendahuluan

Google Pixel 8 Pro hadir dengan desain yang lebih menawan dibanding pendahulunya, apalagi sudah menggunakan layar yang cerah dan kaya fitur, serta fitur kamera AI yang siap mengubah gaya pemotretan smartphone saat ini. Namun, selain kelebihan tersebut, Google juga menjanjikan akan tetap menghadirkan pembaruan software selama 7 tahun. Artinya ponsel ini akan dapat digunakan hingga tahun 2030 mendatang. Tentu, meski sistemnya sudah update, kinerja mesin mungkin tidak akan bisa bersaing di masa itu. Apalagi, kecepatan pengisian dayanya.

Desain dan layar

Sekilas Google Pixel 8 Pro memang terlihat seperti Pixel 7 Pro jika dilihat dari jauh, terutama saat Anda melihat bagian bodi belakangnya. Namun, ternyata Google sudah menambahkan penyegeran di beberapa area agar Pixel 8 Pro terlihat dan terasa lebih premium dan nyaman digenggam. Ubahan pertama, panel belakang mengilap telah berubah menjadi matte yang lembut saat disentuh dan tidak meninggalkan noda. Selanjutnya, sudut-sudutnya sudah membulat sehingga tidak tampak kotak dan sama seperti seri sebelumnya. Kaca pelindung bagian belakang kini memiliki bentu oval untuk menampung ketiga sensor kamera, ini membuat smartphone terlihat lebih bersih.

Selain itu, sensor tambahan yang Anda lihat dibawah lampu kilat LED merupakan sensor suhu. Sensor ini dapat digunakan untuk memeriksa suhu sebuah objek (bukan manusia) menggunakan aplikasi Google Thermometer. Untuk menggunakannya Anda harus meletakkan sensor di dekat objek dan menekan tombol tap to measure di layar. Sensor ini berfungsi, tetapi sayangnya bukan sesuatu yang akan sering digunakan.

Google tidak menawarkan berbagai pilihan warna yang menarik dalam seri Pixel 8 tahun ini. Pixel 8 Pro sendiri hadir dalam pilihan warna biru muda atau Bay di India. Warna ini memiliki tampilan yang menenangkan dan terasa nyaman saat disentuh berkat bodi matte.

Layar pada Pixel 8 Pro juga telah ditingkatkan dengan bezel yang lebih tipis dan lebih rata di sekelilingnya, serta tingkat kecerahan layar yang lebih tinggi. Sementara di seri lama, tingkat kecerahan hanya 1.500 nits, Pixel 8 Pro dapat mencapai 2.400 nits dibawah sinar matahari langsung. Ini lebih tinggi dari kecerahan puncak iPhone 15 yang hanya 2.000 nits. Cukuplah untuk mengatakan bahwa layar Pixel 8 Pro dapat sangat terang di bawah sinar matahari yang paling terik dibanding ponsel lainnya. Google juga kembali menggunakan layar datar, bukan layar melengkung yang kita lihat pada Pixel 7 Pro.

Untuk spesifikasi Pixel 8 Pro, Anda akan menemukan layar OLED WQHD+ 6,7 inci yang dilindungi oleh Corning Gorilla Glass Victus 2 di bagian atasnya. Ini merupakan layar LTPO, yang disebut Google sebagai ‘Super Actua’, yang menawarkan kecepatan refresh variable antara 1Hz dan 120Hz. Dari segi kualitas, layar ponsel ini sangat bagus mampu menampilkan warna yang menarik hingga hitam pekat, ketajaman layar dan sudut pandang layar juga bagus, serta sekali lagi kecerahan layar yang luar biasa.

Kamera

New AI photo editing tools will make you question what’s real and what isn’t.

Google Pixel 8 Pro hadir dengan sejumlah sensor kamera baru yang ditempatkan dibalik kaca pelindung berbentuk oval di bagian belakang. Di bagian tersebut, ada kamera utama 50MP dengan bukaan f/1.68, kamera telephoto 48 MP yang mampu melakukan optical zoom 5x, dan kamere ultra wide 48MP dengan autofocus. Menariknya, kamera utama dan kamera telephoto sudah mendukung OIS dan EIS. Sementara itu, dibagian depan, Anda mendapatkan kamera 10,5MP untuk mengambil foto selfie dan panggilan video.

Tidak hanya bagian sensor kamera yang ditingkatkan, ada banyak sekali fitur edit baru yang kini telah ditenagai teknologi AI dihadirkan Google dalam seri ini. Beberapa fitur edit ini mampu mengubah foto sepenuhnya. Fitur pertama ada Magic Eraser Tool yang sudah dikembangkan, dimana sebelumnya fitur ini hanya memungkinkan Anda menghapus objek tertentu dari gambar. Sekarang Magic Eraser sudah menggunakan AI untuk menghapus objek dan orang kemudian mengisi ruang kosong hasil objek yang terhapus dengan lebih baik.

Regular
Magic Eraser

Fitur best take merupakan alat edit baru di perangkat ini yang memungkinkan Anda memperbaiki foto grup yang menampilkan satu orang atau lebih yang memejamkan mata atau melihat ke arah lain, bukan kamera. Alat ini akan menganalisa data dari serangkai foto grup yang serupa untuk kemudian menyarankan foto yang sempurna, yang menampilkan semua orang melihat ke arah kamera dan tersenyum dengan mata terbuka. Fitur ini memang masih dalam tahap awal dan tidak berfungsi saat kami coba. Fitur ini hanya berhasil memperbaiki satu wajah dalam contoh di bawah ini, tetapi hasilnya tetap mengesankan.

Original
With Best Take

Magic editor menjadi salah satu fitur edit foto terbesar dengan basis AI terbaru di seri Pixel 8. Alat ini tidak hanya membuat perubahan halus pada gambar tapi bisa melakukan seperti yang dilakukan Magic Eraser dan Best take. Selain itu, fitur ini juga bisa memanipulasi foto sepenuhnya sehingga memungkinkan Anda mengubah ukuran dan memposisikan ulang objek atau orang dalam foto, mengubah warna langit, dan banyak lagi. Saya memilih menggunakan kata ‘manipulasi’ di sini karena Google memang bermaksud demikian, menggunakan generative AI untuk mengubah foto hingga tidak dapat membedakan mana yang asli dan mana yang palsu. Fitur ini masih dalam tahap awal sehingga belum terlalu akurat dalam hal pemotongan dan pemberian bayangan, jadi masih mudah untuk mengetahui mana foto yang telah diedit. Fitur ini juga membutuhkan waktu yang cukup lama untuk memproses beberapa pratinjau foto (hal ini terjadi kemungkinan dari cloud bukan dari perangkat karena pemrosesan ini membutuhkan akses internet).

Original
Magic Editor

Sekarang mari kita bahas kualitas gambarnya. Sensor utama 50MP mampu menangkap foto yang sangat bagus di siang hari dengan akurasi warna dan ketajaman yang baik. Meski begitu, hasil foto akan tampak sedikit lebih kusam dan hangat dibandingkan dengan warna yang lebih cerah, lebih tajam, dan gambar yang tampak lebih dingin dibanding iPhone 15 Pro Max. Contohnya dapat dilihat di bawah ini. Kami akan melakukan perbandingan kamera yang lebih mendalam antara Pixel 8 Pro dan iPhone 15 Pro Max, jadi nantikan saja.

Pixel 8 Pro
iPhone 15 Pro Max

Untuk urusan foto dengan kondisi minim cahaya, smartphone ini menghasilkan foto yang sama bagusnya melalui sensor utama 50 MP. Bahkan, tanpa mode malam, foto yang diambil dalam kondisi cahaya redup tampak jernih dan cerah tanpa membuat area tertentu terlalu terang. Bahkan flare lensa berkurang cukup banyak, meskipun terkadang masih muncul. Fitur mode Pro yang baru membuat Anda bisa mengontrol secara manual antara 12MP dan 50MP, memotret dalam RAW, dan memilih antara lensa manual atau otomatis.

I liked the 5x optical zoom photos taken using the 48MP telephoto camera. 5x shots delivered good clarity as seen in the image below. The parrot’s feathers look clear enough although not extremely sharp and there’s a nice background blur as well.

1x Regular
5x Optical Zoom

Saya pribadi menyukai foto 5x optical zoom yang menggunakan kamera telephoto 48MP. Jepretan zoom ini menghasilkan foto yang jernih seperti yang tampak pada gambar di bawah. Bulu burung beo ini terlihat cukup jelas meskipun tidak terlalu tajam dengan latar belakang yang buram.

Sebagai pengingat, Pixel 7 Pro dibekali kamera ultra wide 12MP. Dengan meningkat sensor ke 48MP, Google berharap bisa mendapatkan hasil gambar yang lebih konsisten antara kamera utama dan kamera ultra wide. Hal ini terbukti karena foto ultra wide yang diambil pada Pixel 8 Pro tampak cukup detail, dan warnanya tampak serupa antara jepretan kamera utama dan ultra wide.

Pixel 8 Pro juga dapat merekam video yang bagus dengan detail yang cukup dan warna yang cerah. Hasil video tampak cukup stabil dengan dukungan OIS dan EIS, tetapi hasilnya memang tidak semulus pada iPhone 15 Pro Max. Hadirnya fitur Audio Magic Eraser yang baru dapat mengurangi suara lingkungan dalam video seperti angina, klakson atau obrolan orang sekitar, dan hasilnya cukup baik. Terakhir, kamera depan 10,5MP bisa menangkap warna kulit dengan akurat dan tajam. Sayangnya, hasil foto portrait kamera depan tampak kurang alami karena efek bokeh tidak semulus di bagian tepinya, berbeda dengan yang dihasilkan iPhone 15 Pro Max.

Performa dan Software

Hadirnya chipset Tensor G3 terbaru benar-benar memberi kekuatan pada Pixel 8 dan Pixel 8 Pro. Sayangnya, jika Anda mengira prosesor terbaru Google ini menghadirkan peningkatan yang cukup banyak atas Tensor G2 dan akhirnya dapat menyaingi SoC Snapdragon 8 Gen 2 milik Qualcomm, Anda salah. Nyatanya, skor Benchmark Pixel 8 Pro tidak terlalu menonjol. Perangkat ini hanya mendapat skor 1727 dalam single-core dan 3433 dalam multi-core di Geekbench dan sekitar 845.000 di AnTuTu. Sebagai perbandingan, Galaxy Z Fold5 dengan prosesor Snapdragon 8 Gen 2 masing-masing mendapat skor 1968 dan 5137 di Geekbench dan 1.492.136 di AnTuTu. Bahkan di iPhone 14 plus yang dirilis tahun lalu dengan chipset A15 Bionic mendapat skor lebih tinggi, dengan skor 4689 dalam multi-core di Geekbench dan 854.000 di AnTuTu.

Chipset Tensor G3 tampaknya juga memiliki performa yang lambat dibanding Tensor G2 yang dirilis tahun lalu. Setelah ponsel digunakan bermain game CoD:mobile selama 20 menit, tes CPU Throttle menunjukan penururan performa hingga 52 persen. Namun, saya tidak melihat adanya masalah seperti frame rate yang turun naik selama bermain game. Dalam tes 3DMark Extreme Stress, perangkat ini menghasilkan stabilitas 70 persen, mirip dengan hasil pada iQOO 11 yang ditenagai Snapdragon 8 Gen 2. Walaupun demikian, chipset Tensor G3 yang dipasangkan dengan RAM 12GP ini mampu menjalankan tugas sehari-hari tanpa masalah. Sayangnya, Anda hanya mendapat memori penyimpanan 128GB di pasar India. Ini cukup mengecewakan mengingat harganya yang tinggi.

Jelas bahwa Chipset Tensor G3 ini memiliki masalah performa yang lambat, semoga saja Google dapat memperbaiki masalah ini melalui update software. Namun, dalam hal suhu mesin, Pixel 8 Pro bekerja lebih baik dibanding seri sebelumnya. Perangkat ini hanya terasa hangat saat digunakan bermain game dalam waktu lama, tetapi tidak pernah terlalu panas. Perangkat juga terasa sedikit hanya saat Anda menjalankan aplikasi kamera, tetapi untuk penggunaan harian ponsel ini tetapi nyaman sepanjang waktu.

Selanjutnya mari kita bahas sisi software atau perangkat lunaknya, pasalnya sektor ini menjadi bagian yang membuat banyak pihak penasaran selama acara Keynote Google berlangsung. Pixel 8 dan Pixel 8 Pro kabarnya akan mendapat dukungan software yang luar biasa lama hingga 7 tahun! Ya, Anda tidak salah baca. Ponsel ini akan menerima 7 peningkatan sistem operasi utama, bersama dengan 7 tahun pembaharuan fitur keamanan hingga fitur inovasi AI. Ini tentu menjadi salah satu pencapaian terbesar Google sebagai perusahaan smartphone. Pasalmya tidak ada OEM Android lain yang mampu menyamai tingkat dukungan ini. Bahkan, ini sudah melampaui Apple yang biasanya menyediakan sekitar 6 tahun pembaruan untuk iPhone. Dengan demikian, Google memastikan bahwa ponsel Pixel ini bisa tetap layak digunakan hingga tahun 2030 mendatang.

Pixel 8 dan Pixel 8 Pro datang dengan membawa sistem Android 14, sehingga sistem ini dapat diupdate hingga mencapai sistem Android 21! Namun, kembali ke Android 14, Anda mendapatkan tampilan antarmuka yang bersih dan standar yang didominasi oleh aplikasi Google sendiri. Selain itu, ada beberapa fitur Google Assistant baru seperti Summarize yang menggunakan AI untuk meninjau halaman web yang ada di Chrome. Ada juga fitur Read aloud, yang merupakan fitur aksesibilitas yang menghasilkan versi audio dari konten dan membacanya dengan lantang dalam beberapa bahasa pilihan Anda, termasuk bahasa Hindi. Namun, untuk fitur Summarize saat ini hanya tersedia di US.

Baterai

Pixel 8 Pro dilengkapi dengan baterai berkapasitas 5.050 mAh, yang sama seperti seri sebelumnya. Baterai ini cukup kuat untuk bertahan seharian penuh dengan penggunaan sedang. Meskipun memiliki layar jenis LTPO dan chipset hemat daya, ternyata Pixel 8 Pro tetap memaksa Anda untuk mengisi daya di larut malam atau di pagi hari sebelum Anda berangkat kerja. Dalam uji baterai PCMark, Pixel 8 Pro bertahan hingga 13,5 jam. Hasil ini tidak buruk tetapi juga tidak bagus.

Google telah meningkatkan (sedikit) sistem pengisian daya cepat pada seri ini. Kini, Anda akan mendapat pengisian daya hingga kecepatan 30W melalui kabel, bukan 23W, yang masih terasa lambat untuk ponsel di tahun 2023, apalagi ini ponsel premium. Pixel 8 Pro memerlukan waktu sekitar 1 jam 30 menit untuk mengisi daya dari 20 persen hingga 100 persen dan hampir 2 jam jika Anda mengisi ponsel dalam kondisi mati total.

Kesimpulan

Google menarik perhatian banyak orang saat meluncurkan Pixel 8 Pro di India dengan banderol harga xxxx. Google menaikkan harga sekitar xxx dibandingkan dengan Pixel 7 Pro tahun lalu, yang merupakan kenaikan harga cukup banyak, apalagi Apple berhasil mempertahankan harga iPhone 15 kurang lebih sama dengan model iPhone tahun lalu. Dengan harga ini, Pixel 8 Pro akan mendapat persaingan yang berat di pasar yang sensitif terhadap masalah harga seperti di pasar India.

Namun, Pixel 8 Pro menawarkan peningkatan yang mengesankan terutama di bagian software. Ada juga banyak fitur kamera yang akan mengubah makna sebuah foto secara menyeluruh dan tentu saja janji Google mengenai update sistem operasi selama 7 tahun yang merupakan tawaran yang manis bagi pembeli mana pun. Desain bodinya kini lebih canggih dengan tampilan layar yang fantastis. Memang Chipset Tensor G3 bukan chipset yang paling canggih di pasaran, tetapi chipset ini memiliki kinerja yang berimbang dan lancar. Secara keseluruhan, Pixel 8 Pro menghadirkan peningkatan yang solid dan tidak dapat diremehkan.

Editor’s rating: 8 / 10

Alasan untuk membeli

Alasan untuk tidak membeli

Home Reviews