
Selain China, ada sejumlah negara lain yang dijanjikan bakal kebagian Galaxy Z Trifold, yakni Amerika Serikat, Taiwan, Singapura, dan Uni Emirat Arab. Pasaran domestik Samsung di Korea Selatan dijadwalkan mendapat Galaxy Z Trifold pada 12 Desember mendatang.
Galaxy Z Trifold sendiri memiliki layar utama dengan diagonal mencapai 10 inci ketika dibentangkan. Di bagian luarnya terdapat layar cover screen berukuran 6,5 inci yang dapat digunakan saat perangkat dalam keadaan terlipat.
Ketika terbuka penuh, Galaxy Z Trifold tak ubahnya tablet. Layar utamanya bisa dilipat dua kali untuk menciutkan ukurannya menjadi sebesar smartphone lain pada umumnya sehingga bisa dimasukkan ke saku pakaian.
Engsel perangkat ini berjenis Armor FlexHinge dengan struktur dual rail dan housing berbahan titanium untuk memastikan ketahanannya. Layarnya ditopang dengan frame Advanced Armor Aluminium yang diklaim kuat tanpa menambah ukuran, serta memastikan bagian-bagian layar tidak saling bergesekan ketika dilipat.
Untuk memaksimalkan pemakaian layar utamanya yang sangat luas tersebut untuk produktivitas, Galaxy Z Fold menjadi ponsel pertama dengan antarmuka Samsung Dex standalone seperti di tablet. Pengguna dapat mengakses hingga empat workspace yang masing-masingnya bisa menjalankan lima aplikasi dalam waktu bersamaan.
Seperti ponsel-ponsel terkini lainnya dari Samsung, Galaxy Z Trifold datangn dengan Galaxy AI yang antara lain menyajikan fitur-fitur seperti Photo Assist, Generative Edit, dan Sketch to Image. Gemini Live di ponsel ini ditingkatkan dengan multimodal AI yang dapat mengerti apa yang pengguna lihat, katakan, dan lakukan. Pengguna dapat menanyakan pertanyaan kontekstual dan mendapat jawaban tanpa perlu berpindah aplikasi.
Spesifikasi Samsung Galaxy Z Trifold selengkapnya dapat dilihat dalam artikel 91Mobiles Indonesia di tautan berikut.