
Instagram, aplikasi media sosial milik Meta, kini dikabarkan sedang menguji fitur baru agar pengguna bisa melihat Story Highlights (sorotan cerita) dari pengguna lain hingga seminggu setelah dibuat.
Story di Instagram adalah fitur yang menampilkan video pendek, hanya tayang dalam 24 jam kemudian menghilang. Fitur ini telah diadopsi ke dalam platform lain seperti Facebook dan WhatsApp yang juga masih berada dalam naungan induk Meta. Sementara, Highlights adalah sekumpulan Story yang dipilih pengguna secara manual untuk ditaruh di dalam profil mereka.
Proses uji coba ini sudah dikonfirmasi oleh pihak Meta sebagai perusahaan induk Instagram, melalui pernyataan dari salah satu juru bicara mereka.
“Kami selalu berusaha menemukan cara baru agar pengguna dapat terhubung melalui Stories dan saat ini sedang menguji fitur baru yang menghadirkan Highlights terbaru di akhir tray dengan sekelompok kecil pengguna,” ujar juru bicara Meta dalam pernyataan yang ditujukan pada situs TechCrunch.
Adapun proses uji coba ini dilakukan guna mengumpulkan feedback awal dan mendeteksi masalah desain atau isu teknis.
Table of Contents
Jika pengguna ingin mengabadikan pos Instagram Story agar dapat dilihat kapan saja, Story perlu dimasukkan ke dalam fitur Highlights. Selama ini, pengguna perlu mengakses profil seseorang untuk melihat Story di dalam Highlights.
Dengan fitur baru yang sedang diuji sekarang, Story Highlights yang belum dilihat akan muncul setelah semua cerita terbaru telah dilihat, alias ditempatkan di ujung story tray (laci Story di bagian atas feed).
Dengan kata lain, jika ada Story teman yang terlewat dan sudah lebih dari 24 jam, Anda dapat melihat Story tersebut tanpa perlu mencari manual di profil teman Anda.
Agar pengguna tidak “dibombardir” dengan Story Highlights yang diunggah tujuh minggu ke belakang, Instagram hanya memperlihatkan Story Highlights yang belum dilihat saja pada akhir tray.
Lalu, hanya Story yang disimpan di dalam Highlights yang akan diperlihatkan ke follower. Sementara, Story yang biasa menghilang setelah 24 jam namun tidak dimasukkan ke Highlights, tidak akan ditampilkan.
Dengan begitu, fitur ini akan memberikan pengalaman lebih terkurasi dibandingkan melihat semua Highlight di profil seseorang.
Adapun tujuan fitur ini dirancang adalah untuk memastikan pengguna tidak ketinggalan update penting dari lingkungan pertemanan. Terkadang, feed seseorang bisa dipenuhi dengan pos dan konten sponsor, dan hal ini bisa mendistraksi pengguna sehingga rentan melewatkan apa yang teman mereka unggah di Story.
Jika Anda belum merasakan fitur ini, tidak perlu kaget. Instagram memang hanya mengujikan fitur ini pada sekelompok kecil pengguna sebelum nantinya digulirkan secara luas.
Pihak Meta tidak menjelaskan seperti apa metode pengambilan sampelnya. Kemungkinan, kelompok pengguna ini dipilih secara acak, atau bisa juga berdasarkan sejumlah kriteria, seperti lokasi pengguna, tingkat keterlibatannya di aplikasi Instagram, seberapa aktif pengguna, dan sebagainya.
Salah satu orang pertama yang merasakan fitur ini adalah seorang ahli sosial media bernama Ahmed Granem, yang membagikan pengalamannya di platform X/Twitter.
Dari hasil tangkapan layar, konten Story Highlight ini bakal ditandai dengan sebuah simbol di bawah kanannya. Dengan tanda ini, Anda bisa mengetahui apakah sebuah Story tersebut merupakan Story biasa, atau merupakan “penayangan kembali” dari Story yang diunggah sejak lebih dari 24 jam ke belakang.
Saat Story Highlight ini dibuka, bakal ada dua jenis informasi yang tidak mungkin ditampilkan pada Story biasa, yakni tanggal upload Story yang melebihi 24 jam ke belakang, serta keterangan dari Highlights mana Story ini berasal.
Di luar dari fitur Story Highlight tersebut, Instagram juga belakangan meluncurkan fitur Direct Message (DM) baru secara diam-diam. Fitur ini memungkinkan pengguna menjadwalkan pesan di DM agar terkirim di lain waktu secara otomatis.