
iPhone 16e yang merupakan model termurah di serinya dikabarkan laris manis. Versi tersebut mencatat permintaan yang lebih tinggi saat peluncuran pada Maret 2025, dibandingkan iPhone SE 3 generasi ke-3 pada Maret 2024.
Sebagaimana dihimpun 91Mobiles Indonesia dari Apple Insider, data dari Consumer Intelligence Research Partners (CIRP) menunjukkan bahwa iPhone 16e menyumbang 7 persen dari total penjualan iPhone di Amerika Serikat pada kuartal pertama. Hitungan angka ini lebih besar dari kinerja penjualan iPhone SE pada periode yang sama, yakni 5 persen.
iPhone 16e merupakan generasi penerus dari iPhone SE 3, hadir sebagai pengisi gap pada rentang harga mid-range yang umumnya didominasi HP Android.
Walau pun iPhone 16e dianggap sebagai suksesor bagi iPhone SE 3, HP ini memiliki banyak peningkatan fitur. Sebelumnya iPhone SE 3 terbilang populer lantaran punya desain bodi klasik, menghadirkan tombol Home, layar kecil, dengan desain layar yang mirip iPhone 6.
Kini, iPhone 16e hadir dengan desain modern lantaran punya tampilan layar bak iPhone 14. Bezel atas dan bawah jadi sangat tipis karena menggunakan poni waterdrop notch dan tidak lagi menghadirkan tombol Home.
Jeroan dari iPhone 16e pun lebih unggul karena menyerupai iPhone 16 “reguler”, yaitu dengan mengandalkan chip Apple A18 dan layar OLED 6,1 inci. Di sisi lain, iPhone 16e memang mengalami pengurangan fitur ketimbang iPhone 16, seperti tidak adanya Dynamic Island, kamera belakang hanya satu (tidak ada ultra wide), fitur MagSafe absen, serta pengisian daya nirkabel yang lebih lambat.
Ke depannya, tak menutup kemungkinan Apple akan merilis iPhone “e” setiap tahun, mengikuti jadwal seri utama iPhone. Namun bisa jadi Apple akan kembali mengikuti jadwal peluncuran iPhone SE series, yakni antara 2-4 tahun sekali.