
Apple telah mengumumkan acara pada 9 September yang diduga kuat akan menjadi ajang peluncuran lini HP terbarunya, iPhone 17 Namun, masih belum jelas apakah iPhone 17 akan masuk Indonesia di tahun yang sama atau harus menunggu hingga tahun berikutnya, seperti yang dialami iPhone 16.
Perlu diketahui, peluncuran iPhone 16 di Indonesia mengalami berbagai hambatan akibat kendala persyaratan TKDN, sehingga waktu perilisannya menjadi sangat tertunda hingga ke tahun berikutnya.
iPhone 17 yang akan rilis global September nanti akan terdiri dari empat anggota yaitu iPhone 17, iPhone 17 Pro, iPhone 17 Air, dan iPhone 17 Pro Max. Ya, pada tahun ini, Apple menghapus varian “Plus” dan menggantikannya dengan “Air”.
Lalu, apakah iPhone 17 akan rilis di Indonesia akhir tahun ini? Atau akan rilis awal tahun depan?
Table of Contents
Pola rilis iPhone di Indonesia dari tahun ke tahun
Jika melihat dari pola peluncuran yang umum, iPhone seharusnya dirilis di Tanah Air selang beberapa bulan saja dari peluncurannya di pasar global. Misalnya, iPhone 15 rilis global pada 22 September 2023 lalu dirilis di Indonesia pada 27 Oktober 2023. Berikut ini tabel berisikan pola peluncuran seri iPhone semenjak iPhone 13.
| Seri iPhone | Rilis global | Rilis di Indonesia |
| iPhone 13 | 24 September 2021 | 19 November 2021 |
| iPhone 14 | 16 September 2022 | 4 November 2022 |
| iPhone 15 | 22 September 2023 | 27 Oktober 2023 |
| iPhone 16 | 20 September 2024 | 11 April 2025 |
Bisa dilihat dari tabel di atas bahwa iPhone rata-rata hanya memerlukan waktu satu atau dua bulan setelah peluncuran global sebelum akhirnya dibawa masuk ke Indonesia.
Berbeda dari seri sebelumnya, iPhone 16 menghadapi penundaan rilis di Indonesia dengan jeda waktu hingga tujuh bulan dari tanggal peluncuran global. Mengapa hal ini bisa terjadi?
Alasan iPhone 16 terlambat rilis di Indonesia
Yang seharusnya iPhone 16 bisa rilis di Indonesia pada Oktober atau November 2025, malah mundur ke April 2025. Ini karena saat itu, iPhone 16 belum memenuhi syarat TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) dengan nilai kandungan 35 persen.
Sertifikasi TKDN ini diperlukan agar ponsel dengan jaringan 4G dan 5G bisa diperjualbelikan di Indonesia secara legal. Untuk dapat memenuhi syarat TKDN, pabrikan smartphone bisa memperhitungkan aspek software, tenaga kerja lokal, dan nilai investasi.
Apple memilih untuk memenuhi nilai TKDN 35 persen menggunakan skema inovasi, yakni dengan mengajukan proposal investasi setiap tiga tahun sekali untuk menyalurkan dana investasi.

Apple kala itu berkomitmen untuk menggelontorkan investasi ke Tanah Air sekitar Rp 1,7 triliun untuk membangun Apple Developer Academy di Indonesia. Namun, yang baru terealisasi saat itu adalah Rp 1,4 triliun, sehingga masih tersisa hutang investasi sebanyak Rp 271 miliar untuk periode 2020-2023.
Pihak Apple pun akhirnya berkali-kali melakukan negosiasi investasi dengan pemerintah Indonesia. Pertama-tama dengan menawarkan investasi baru senilai Rp 157 miliar, namun ini belum cukup untuk melunasi hutang Apple sebanyak Rp 271 miliar. Sehingga, penawaran ini pun ditolak, sebagaimana dihimpun 91Mobiles Indonesia dari Kompas Tekno.
Langkah berikutnya, Apple menyuguhkan proposal investasi baru senilai 100 juta dolar AS atau sekitar Rp 1,58 triliun yang diangsur selama dua tahun. Namun, penawaran ini lagi-lagi ditolak karena angkanya masih lebih kecil dibandingkan jumlah investasi Apple ke negara tetangga (misalnya, Rp 255 triliun di Vietnam). Selain itu, nilainya masih kalah banyak dibandingkan produsen lain yang memilih skema pembuatan pabrik.
Barulah setelah Apple mengajukan penawaran investasi 1 miliar dolar AS (Rp 1,58 triliun), pintu masuk iPhone 16 di Indonesia menjadi terbuka lebar.
Pihak Apple dan pemerintah Indonesia juga telah menyepakati proposal investasi baru untuk periode 2026 hingga 2028. Hutang Apple yang tersisa dari periode sebelumnya juga sudah lunas per Desember 2024.
Apple pun membuka lowongan pekerjaan di Indonesia untuk posisi Regional Regulatory Compliance Engineer Indonesia. Fungsinya untuk menangani regulasi dan perizinan produk Apple guna bisa diperjualbelikan di Tanah Air.
Kemudian tak lama dari situ, sertifikat TKDN untuk semua anggota iPhone 16 series pun terbit, bahkan termasuk iPhone 16e. Setelah lolos uji TKDN, iPhone 16 juga sudah mendapatkan sertifikat SDPPI Postel dari Komdigi sebagai langkah akhir pemenuhan syarat masuk Indonesia.
Proses yang panjang tersebut akhirnya menyebabkan iPhone 16 baru bisa rilis di negara kita pada bulan April 2025.
Apakah iPhone 17 akan telat rilis juga?
Waktu rilis iPhone 17 di Indonesia akan sangat bergantung dari apakah Apple menaati komitmen investasi yang telah ditetapkan untuk periode 2026-2028.
Pasalnya, jika ada keterlambatan bayar, maka ini akan dianggap hutang dan kemungkinan akan sulit mendapatkan sertifikasi TKDN untuk iPhone 17.
Pada Februari 2025 lalu, Apple dan pemerintah Indonesia telah menyepakati tiga skema investasi utama yakni sebagai berikut.
- Skema pengembangan inovasi senilai Rp 2,62 triliun. Berkomitmen memperluas Apple Developer Academy dan membangun pusat R&D pertama di Asia yang melibatkan ITB, UI, UGM, dan ITS. Bentuk investasi ini dilakukan secara hard cash alias tunai.
- Investasi melalui vendor untuk produksi AirTag di Batam. Melalui vendor ICT Luxshare, Apple berkomitmen untuk memproduksi AirTag di Batam. Fasilitas ini diharapkan dapat memasok 65 persen kebutuhan terhadap AirTag di pasar global.
- Produksi bantalan AirPod Max di Bandung. Selain itu vendor bernama Long Harmony di Bandung juga akan memproduksi kain mesh untuk bantalan AirPod Max. Dua skema investasi via vendor ini mencapai nilai Rp 16 triliun.
Singkat kata, kalau ada kelalaian dari pihak Apple untuk memenuhi kesepakatan di atas, tidak menutup kemungkinan iPhone 17 akan telat rilis lagi seperti iPhone 16.
Sebaliknya, jika Apple memerhatikan tenggat waktu realisasi investasi yang disepakati bersama, semestinya tidak akan ada alasan iPhone 17 untuk rilis terlambat.
Alasan kuat iPhone 17 akan rilis tepat waktu di Indonesia
Lalu ada sejumlah faktor yang memperkuat iPhone 17 akan rilis tepat waktu di Indonesia, yakni sebagai berikut.
- Investasi baru sudah berjalan dan skema TKDN sudah “clear”.
- Sudah tidak ada hutang yang menumpuk seperti saat peluncuran iPhone 16.
- Apple sudah ada pengalaman menghadapi regulasi dari pemerintah Indonesia.
Jadi seharusnya peluncuran iPhone 17 di Indonesia akan terjadi satu-dua bulan setelah peluncuran global, kemungkinan pada Oktober atau November 2025.
Jika iPhone 17 tidak mengalami keterlambatan rilis, itu artinya Indonesia akan mengalami dua peluncuran iPhone di tahun yang sama.
Hal serupa juga pernah terjadi pada nyaris satu dekade lalu, yakni pada peluncuran iPhone 6s/ 6s Plus dan iPhone 7 yang sama-sama terjadi di tahun 2017.
Saat itu iPhone 6s dan 6s Plus mengalami keterlambatan rilis di Indonesia lantaran belum memenuhi syarat TKDN, padahal keduanya sudah rilis global pada tahun 2015.










