
Selain mengumumkan Dimensity 9600, pabrikan semikonduktor MediaTek turut memperkenalkan chipset lain bernama Dimensity 9600M. Varian “M” ini ditujukan untuk HP flagship yang dibanderol lebih murah ketimbang varian dengan Dimensity 9600 Pro.
Rumor menyebutkan bahwa Dimensity 9600M bakal diadopsi oleh Vivo X500 “reguler”, sementara Vivo X500 Pro dan Pro Max akan mengusung chipset Dimensity 9600 Pro yang lebih powerful.
Meskipun masuk ke dalam keluarga Dimensity 9600, spesifikasi 9600M ini ternyata sangat mirip dengan Dimensity 9500 yang diperkenalkan MediaTek pada 2025.
Hal ini sejalan dengan penemuan bocoran beberapa waktu lalu, di mana Oppo Find X10 sempat muncul di Geekbench dan dispekulasikan akan memakai chipset dengan kode MT6993 yang diyakini kuat sebagai Dimensity 9500.
Namun, penemuan kode k6993v2_64 di kolom motherboard menandakan bahwa ini bukanlah Dimensity 9500 biasa. Ini karena Dimensity 9500 biasanya memiliki kode yang berbeda, yaitu k6693v1_64. Bisa jadi embel-embel “v2” ini mengacu pada Dimensity 9600M.
Table of Contents
Spesifikasi Dimensity 9600M
Dimensity 9600M masih dibuat dengan proses fabrikasi 3 nm TSMC N3P, serta memiliki konfigurasi CPU yang sama dengan Dimensity 9500. Chip tersebut dibekali dengan 9-core CPU yang terdiri dari 1x Cortex-C1 Ultra (4,21 GHz), 3x Cortex-C1 Premium (3,5 GHz), dan 4x Cortex-C1 Pro (2,7 GHz).
Untuk cache, Dimensity 9600M memiliki L2 sebesar 2 MB pada inti C1 Ultra, masing-masing 1 MB pada tiga inti C1 Premium, dan 512 KB pada setiap inti C1 Pro. Dimensity 9600M juga dibekali 16 MB L3 cache dan 10 MB system cache.
Soal pengolahan grafisnya, MediaTek menyematkan GPU ARM Mali-G1 Ultra MC12 yang sama dengan GPU pada Dimensity 9500.
Kemampuan pemrosesan kecerdasan buatan (AI) juga sama-sama mengandalkan APU 990 seperti Dimensity 9500. Unit ini turut memiliki compute-in-memory efficiency core yang sebelumnya diperkenalkan pada Dimensity 9500.
Dimensity 9600M juga mendukung RAM LPDDR5X dengan kecepatan hingga 10.667 Mbps. Media penyimpanannya mendukung UFS 4.1 dengan antarmuka empat jalur.
Kemampuan kameranya pun masih sama, dengan dukungan terhadap sensor kamera hingga 320 MP, perekaman video 8K di 60 FPS, 4K 120 FPS dengan EIS, dan perekaman video sinematik 4K 60 FPS.
Apa peningkatannya?
Walau sebagian besar peningkatannya masih sama, MediaTek memberikan sejumlah peningkatan pada Dimensity 9600M. Salah satunya adalah Dimensity Scheduling Engine yang kini menggunakan versi 3.0, tidak lagi menggunakan generasi kedua seperti pada Dimensity 9500.
Dimensity Scheduling Engine ini bertugas untuk mengatur penggunaan sumber daya CPU, GPU dan memori. Versi terbaru diharapkan bisa membuat pembagian beban kerja antarkomponen menjadi lebih efisien.
Peningkatan lainnya terletak pada aspek gaming, di mana Dimensity 9600M diklaim mampu menghasilkan frame rate hingga 185 FPS dengan bantuan teknologi neural network rendering.
Kendati begitu, perangkat keras untuk frame interpolation yang digunakan masih sama, yaitu MediaTek Frame Rate Converter (MRFC) 3.0. Dari segi AI, Dimensity 9600M kini mendukung Gemini Nano 4 dan Qwen 3.5 Omni 4B. MediaTek juga menambahkan fitur camera agent yang bisa memberikan rekomendasi fotografi berdasarkan objek atau kondisi yang sedang dibidik pengguna, sebagaimana dihimpun oleh GizmoChina.










