
Table of Contents
Menurut Deni, Oppo melabur bagian punggung perangkat dengan tiga layer khusus, yakni lapisan mikrolensa di dasar, kemudian lapisan substrat, dan barulah setelah itu lapisan pola grafis. Kuncinya ada pada lapisan mikrolensa yang memantulkan pola grafis di atasnya.
“Ada jutaan mikrolensa yang bekerja seperti proyektor mini, merefleksikan pola grafis ke berbagai arah,” ujar Deni. Lapisan mikrolensa ini akan tampak apabila punggung perangkat dilihat dari jarak sangat dekat, berupa banyak titik kecil yang tersusun rapi.
Deni menambahkan, desain 3D pada Reno 16 Series tetap stabil dan konsisten ketika dilihat dari berbagai arah, tidak berubah-ubah. “Jadi, ini sekaligus merupakan desain 3D multidimension pertama di industri.”
Berbeda dari generasi sebelumnya, kini ketiga ponsel dalam jajaran Reno 16 Series, yakni Reno 16F, Reno 16, dan Reno 16 Pro, semuanya kebagian pola desain 3D Pop Planet untuk varian warna Putih Bimasakti.
Oppo juga menyediakan varian warna lain untuk masing-masing ponsel, yakni Hitam Penumbra untuk Reno 16 Pro 5G, Ultraviolet (ungu gelap) untuk Reno 16, serta Ultraviolet dan Ungu Nebula (dengan pola dekoratif hologram) untuk Reno 16F.
Selain desain, perbedaan lain antara Reno 16 Series dan generasi sebelumnya ada di segi ukuran fisik yang kini menjadi lebih ringkas. Reno 16 dan Reno 16 Pro sama-sama memiliki layar berdiagonal 6,32 inci, sedangkan Reno 16F datang dengan panel display 6,57 inci sehingga ukurannya menjadi yang paling besar.
Menurut Deni ukuran baru Reno 16 Series tersebut dirasa pas untuk penggunaan perangkat dengan satu tangan, sambil tetap menghadirkan area tampilan yang luas untuk kegiatan-kegiatan seperti bermain game dan menonton.
“Jadi, kita tidak perlu repot-repot melakukan finger gymnastics atau merentangkan jari terlalu jauh,” pungkasnya.