Persaingan smartphone di harga menengah ke atas kini semakin sengit. Setelah menelurkan Poco F7 Pro pada April lalu di pasar global, kini pihak Xiaomi mengeluarkan Poco F8 Pro sebagai penerusnya.
Dengan waktu rilis yang terpaut 7 bulan, Poco F8 Pro membawakan sederet peningkatan di nyaris semua aspek untuk menunjang kebutuhan muda-mudi, terutama dari segi performa.
Baik Poco F8 Pro maupun F7 Pro sama-sama memakai chipset satu generasi lebih lawas dari varian Ultra masing-masing. Namun, hal ini bukan berarti keduanya tidak layak untuk gaming. Justru sebaliknya, dengan harga lebih terjangkau, Anda dapat merasakan kinerja gesit dari chipset yang sempat dianggap terbaik dalam 1-2 tahun ke belakang.
Tentu yang meningkat tidak hanya kinerjanya, spesifikasi lain dari Poco F8 Pro juga ikut naik ketimbang Poco F7 Pro. Lantas, apa saja yang membedakan keduanya? Simak pada poin-poin perbandingan berikut ini.
Table of Contents
Poco F8 Pro vs Poco F7 Pro: Harga

Harga rilis Poco F8 series di pasar global, baik itu varian Pro maupun Ultra, diketahui mengalami kenaikan dibandingkan Poco F7 series.
Pada April lalu, Poco F7 Pro mengusung harga rilis mulai dari 499 dolar AS (Rp 8,3 jutaan), sebelum akhirnya meluncur resmi di Indonesia sebulan berikutnya dengan harga Rp 7,5 juta untuk satu-satunya varian, RAM 12 GB/ 512 GB.
Sedangkan untuk Poco F8 Pro, perangkat generasi penerus ini dibanderol mulai dari 579 dolar AS alias Rp 9,6 jutaan. Harga rilisnya di Indonesia masih menjadi misteri, kendati peluncuran globalnya terjadi di Bali, Indonesia. Namun, karena harga globalnya naik, harga rilisnya di RI pun diduga meningkat.
| Varian | Poco F8 Pro | Poco F7 Pro |
| RAM 12 GB/ 256 GB | 579 dolar AS (Rp 9,6 jutaan) | 499 dolar AS (Rp 8,3 jutaan), |
| RAM 12 GB/ 512 GB | 629 dolar AS (Rp 10,4 juta) | 549 dolar AS (Rp 9,1 jutaan), Rp 7.499.000 |
Poco F8 Pro vs Poco F7 Pro: Chipset

Ketimbang memilihkan chipset untuk sub-flagship untuk varian Pro, Poco memutuskan untuk mengadopsi chipset flagship yang satu generasi lebih lawas dari Ultra. Ini berlaku untuk Poco F8 Pro dan F7 Pro.
Misalnya seperti Poco F8 series, di saat versi Ultra memakai Snapdragon 8 Elite Gen 5 (rilis 2025), versi Pro menggunakan Snapdragon 8 Elite (rilis 2024). Sedangkan untuk F7 series, varian Ultra memakai Snapdragon 8 Elite sementara Poco F7 Pro mengadopsi Snapdragon 8 Gen 3.
Jadi secara garis besar, Poco F8 Pro memakai chip flagship generasi tahun lalu, sedangkan chipset pada F7 Pro merupakan keluaran 2 tahun lalu. Untuk diketahui, chipset flagship umumnya tetap relevan hingga 5 tahun setelah rilis, jadi keduanya tetap dinilai punya performa berkelas meskipun tidak memakai Snapdragon 8 Elite Gen 5 terbaru.

Snapdragon 8 Elite adalah chipset HP Android pertama dari Qualcomm yang tidak memakai core CPU Kryo, melainkan core CPU kustom bernama Oryon, seperti yang digunakan pada jajaran chip laptop ARM Snapdragon X.
Alhasil, kinerja CPU dari sisi single-core dan multi-core naik hingga 45 persen, begitu pun dengan efisiensi dayanya. GPU Adreno terbaru yang tersemat di Snapdragon 8 Elite juga diklaim 35 persen lebih kencang dari segi kinerja ray-tracing. Selebihnya soal perbandingan Snapdragon 8 Elite vs Snapdragon 8 Gen 3 bisa dilihat pada tautan ini.
Mengutip dari GSM Arena, Snapdragon 8 Elite mencetak skor 20 persen lebih baik dari Snapdragon 8 Gen 3 pada AnTuTu v10. Artinya Poco F8 Pro akan memberikan frame rate lebih optimal saat bermain game berat, terlebih jika ingin memainkannya pada pengaturan grafis mentok kanan.
| Spesifikasi | Poco F8 Pro | Poco F7 Pro |
| Chipset | Snapdragon 8 Elite (3 nm) | Snapdragon 8 Gen 3 (4 nm) |
| CPU dan GPU | 8-core CPU (2x Oryon Phoenix L 4,32 GHz dan 6x Oryon Phoenix M 3,53 GHz), GPU Adreno 830 | 8-core CPU (1x Cortex X4 3,3 GHz + 3x Cortex A720 3,15 GHz + 2x Cortex A720 2,96 GHz + 2x Cortex A520 2,27 GHz), GPU Adreno 750 |
| AnTuTu v10 | 2.480.773 poin | 2.065.265 poin |
| Geekbench 6 (single-core) | 2.630 poin | 2.205 poin |
| Geekbench 6 (multi-core) | 8.610 poin | 6.661 poin |
Poco F8 Pro vs Poco F7 Pro: Desain dan layar

Tampilan bodi belakang Poco F8 Pro kini berbeda. Sebelumnya, Poco F7 Pro masih mengusung konsep desain khas Poco dengan desain dual-tone. Sepertiga atasnya glossy, sedangkan selebihnya frosted alias tidak memantulkan cahaya. Modul kameranya berbentuk bundar yang terletak di pojok kiri atas.
Sedangkan, Poco F8 Pro kini mengusung desain yang lebih “kotak” dari sebelumnya, dengan modul kamera berbentuk panel kaca datar reflektif yang memanjang dari kiri ke kanan. Desain keseluruhannya pun tampak lebih minimalis dan modern. Poco F8 Pro dan F7 Pro sayangnya tidak disertai dengan varian warna kuning yang khas dari seri Poco.

Dari segi handling, Poco F8 Pro akan terasa lebih nyaman karena punya layar 6,59 inci yang lebih kecil dari pendahulunya, 6,67 inci. Keduanya menggunakan layar AMOLED yang mendukung Dolby Vision, HDR10+, dan refresh rate 120 Hz. Bedanya, layar Poco F7 Pro punya resolusi 1.440 x 3.200 piksel, lebih tajam dari layar Poco F8 Pro yang beresolusi 1.156 x 2.510 piksel. Kecerahan layar F8 Pro namun meningkat dari 3.200 nit menjadi 3.500 nit.
| Spesifikasi | Poco F8 Pro | Poco F7 Pro |
| Layar | AMOLED 6,59 inci (1.156 x 2.510 piksel), refresh rate 120 Hz, kecerahan maksimal 3.500 nit | AMOLED 6,67 inci (1.440 x 3.200 piksel), refresh rate 120 Hz, kecerahan maksimal 3.200 nit |
| Dimensi bodi | 157,5 x 75,3 x 8 mm, bobot 199 gram | 160,3 x 75 x 8,1 mm, bobot 206 gram |
| Ketahanan | Gorilla Glass 7i (depan), aluminium (frame), kaca (belakang), IP68 | Gorilla Glass 7i (depan), aluminium (frame), kaca (belakang), IP68 |
| Varian warna | Titanium Silver, Blue, Black. | Hitam, perak, biru. |
Poco F8 Pro vs Poco F7 Pro: Kamera

Pertama kalinya pada varian Pro di jajaran seri Poco F, ada kamera telefoto yang bisa menghasilkan foto jarak jauh dengan detail memadai. Poco F8 Pro memiliki susunan kamera 50 MP wide-angle + 50 MP telefoto + 8 MP ultrawide. Sementara, Poco F7 Pro hanya memiliki kamera 50 MP wide-angle + 8 MP ultrawide.
Dua kamera pertama dari Poco F8 Pro dan F7 Pro sama-sama mengusung kamera 50 MP OmniVision OVX8000, telefoto 50 MP OmniVision OV50M, dan ultrawide 8 MP OmniVision OV08D, alias tidak mengalami peningkatan.
Terkhusus Poco F8 Pro, perangkat ini ketambahan kamera telefoto 50 MP OmniVision OV50M yang bisa meraih zoom optis di tingkatan 2,5x. Sehingga, lebih layak untuk dijadikan sarana menonton konser.
Meskipun kamera utama dan ultrawide keduanya sama, hasil foto Poco F8 Pro kemungkinan lebih baik lantaran punya algoritme dan ISP yang berbeda.
| Spesifikasi | Poco F8 Pro | Poco F7 Pro |
| Kamera belakang | 50 MP wide-angle + 50 MP telefoto + 8 MP ultrawide | 50 MP wide-angle + 8 MP ultrawide |
| Kamera depan | 20 MP | 20 MP |
Poco F8 Pro vs Poco F7 Pro: Baterai dan charging
Kedua smartphone disokong dengan kapasitas baterai yang mirip-mirip, yaitu 6.210 mAh pada Poco F8 Pro dan 6.000 mAh untuk Poco F7 Pro. Jadi meskipun meningkat, daya tahan baterainya kemungkinan tidak akan jauh berbeda.
Pada sektor pengisian daya, Poco F8 Pro turut mengalami sedikit peningkatan, yakni dari yang semula 90 watt pada Poco F7 Pro kini menjadi 100 watt. Peningkatan ini tampaknya untuk mengimbangi kenaikan baterai pada Poco F8 Pro. Alhasil, keduanya sama-sama diklaim bisa terisi penuh dalam 37 menit.
Poco F8 Pro vs Poco F7 Pro: Software
Poco F8 Pro dan Ultra merupakan seri Xiaomi pertama yang langsung rilis dengan Android 16 + HyperOS 3.0 di pasar global. Sementara, Poco F7 Pro yang memang rilis lebih dulu hanya disematkan dengan HyperOS 2.0 berbasis Android 15 secara out-of-the-box.
Animasi antarmuka pada HyperOS 3 lebih diperhalus dan terasa lebih cepat, tampilan ikonnya pun didesain ulang agar lebih datar dan sederhana. Lalu, kini HyperOS 3 di Poco F8 Pro menawarkan fitur Hyper Island, yakni fitur mirip Dynamic Island pada iPhone yang dapat menampilkan informasi musik, timer, rekaman, dan aplikasi yang sedang berjalan.
HyperOS 3 pada Poco F8 Pro juga memiliki fitur Hyper Connect agar dapat terhubung ke perangkat Android lain (non-Xiaomi), Windows, Mac, dan bahkan iPhone serta iPad. Ponsel ini bahkan diklaim dapat membaca notifikasi dari perangkat Apple, serta mampu melakukan forward panggilan telepon ke perangkat non-Xiaomi. Ini tentu kontras dengan HyperOS 2 pada Poco F7 Pro yang hanya dapat berbagi Wi-Fi, file, notifikasi, dan panggilan antar sesama perangkat Xiaomi dalam akun Xiaomi yang sama.
Poco F7 Pro tentu mendapatkan pembaruan versi ke Android 16 juga. Hanya saja, karena rilis dengan versi OS lebih lawas, maka dukungan update miliknya pun tidak akan selanggeng penerusnya. Baik Poco F7 Pro maupun F8 Pro kompak dijanjikan masa update generasi Android hingga 4 tahun, serta pembaruan patch keamanan hingga 6 tahun. Dengan kata lain, kemungkinan Poco F7 Pro hanya mencapai Android 19 sementara Poco F8 Pro bisa mencapai Android 20.
| Spesifikasi | Poco F8 Pro | Poco F7 Pro |
| Sistem operasi | Android 16, HyperOS 3 saat rilis | Android 15, HyperOS 2 saat rilis |
| Masa pembaruan | 4 tahun OS utama, 6 tahun patch keamanan | 4 tahun OS utama, 6 tahun patch keamanan |
| Fitur baru | Hyper Connect, Hyper Island | – |
Setelah mengetahui perbandingan Poco F8 Pro dan Poco F7 Pro di atas, kini Anda dapat bisa menyesuaikan anggaran berdasarkan apa yang Anda cari pada sebuah smartphone.
Ukuran layar Poco F7 Pro memang membuatnya lebih menyenangkan untuk konsumsi konten, namun bentuk bodi Poco F8 Pro yang lebih “mungil” akan lebih nyaman digenggam dalam waktu lama.
Performa Poco F8 Pro tentu bakal lebih gahar lantaran memakai chipset yang lebih modern, sementara Poco F7 Pro condong mulai terasa obsolet dengan pemakaian chipset flagship keluaran 2 tahun lalu.
Lalu, ada juga faktor penentu yang kemungkinan kuat bakal paling mempengaruhi keputusan Anda, yakni kehadiran kamera telefoto di Poco F8 Pro. Sebelumnya, kamera telefoto ini hanya tersedia untuk varian Ultra, sebelum akhirnya Poco memutuskan membawakan fitur fotografi penting ini ke varian Pro di jajaran Poco F8 series.
Satu-satunya hal yang mungkin membuat Anda lebih condong ke Poco F7 Pro adalah harganya yang lebih terjangkau yakni Rp 7 jutaan. Saat ini harga rilis Poco F8 Pro di Indonesia belum terungkap, namun diduga kuat bakal meningkat. Untuk mempermudah pengambilan keputusan, berikut ini poin-poin pertimbangan yang bisa dijadikan acuan.
Pilih Poco F8 Pro kalau…
- Ingin merasakan performa Snapdragon 8 Elite yang lebih gesit dibandingkan Snapdragon 8 Gen 3.
- Mementingkan keberadaan kamera telefoto di ponsel untuk menangkap gambar jarak jauh dengan kualitas optimal.
- Memerlukan software yang lebih intuitive, serta masa dukungan update lebih panjang.
Pilih Poco F7 Pro kalau…
- Ingin mendapatkan ponsel berkinerja flagship dengan harga yang lebih murah.
- Menyukai desain dual-tone khas Poco dengan bagian atas glossy (reflektif) dan bagian bawah yang frosted (halus, doff).
- Membutuhkan ponsel dengan ukuran layar lebih besar untuk kenyamanan menonton dan konsumsi konten.




