
Era fotografi mobile di Indonesia diramaikan oleh empat raksasa teknologi, yakni Samsung, Oppo, Vivo, dan Xiaomi. Keempat brand ini sama-sama memiliki varian “Ultra” yang hadir dengan satu kesamaan, yakni penggunaan sensor kamera 200 MP dengan hasil foto profesional.
Samsung Galaxy S26 Ultra hadir dengan fitur ProVisual Engine yang dapat menghasilkan foto malam hari dengan sangat jernih, ditambah dengan fitur Space Zoom 100x berbasis AI untuk pemotretan jarak jauh yang mengesankan. Sedangkan, Oppo Find X9 Ultra dibekali teknologi 10x True Optical Zoom serta mendukung kamera teleconverter yang terintegrasi.
Vivo X300 Ultra paling dapat diandalkan untuk videografi dengan kamera APO Zeiss 200 MP dan Gimbal-Grade OIS 3 derajat yang memiliki standar stabilisasi CIPA 7.0. Guncangan berat tidak akan membuat hasil video terganggu. Selain itu, Xiaomi 17 Ultra juga tidak mau kalah dengan teknologi kamera Leica yang menggabungkan sensor utama 1 inci Light Fusion 1050L dengan teknologi LOFIC HDR, ideal untuk mempertahankan highlight dan shadow di kondisi backlight.
Dengan memiliki salah satu saja dari empat HP di atas, Anda sudah dapat memotret konser dari jarak jauh dengan hasil foto sebening kristal. Menghasilkan video rekaman sinematik bak profesional juga sangat dimungkinkan. Pertanyaannya, dari empat ponsel ini, mana yang layak menjadi pilihan Anda untuk mengabadikan momen? Simak ulasan kamera masing-masing ponsel ini pada ulasan mendalam berikut ini.
Table of Contents
Oppo Find X9 Ultra: Punya “Teleconverter” terintegrasi
Oppo Find X9 Ultra merupakan varian tertinggi di Find X9 series yang mengunggulkan teknologi fotografi mobile tingkat tinggi. Salah satu fitur unggulannya terletak pada sistem kamera telefoto periskop yang dikembangkan bersama Hasselblad.
Tidak tanggung-tanggung, Oppo menyematkan teknologi 10X True Optical Zoom pertama di industri kendati punya ketebalan bodi yang ramping.
Oppo Find X9 Ultra hadir dengan sistem Hasselblad Master Camera yang terdiri dari empat kamera, mencakup focal length mulai dari 14 mm hingga 230 mm, yang secara total sanggup memberikan transisi mulus di delapan focal length presisi (0,6x hingga 20x).
Kamera utamanya mengandalkan sensor Sony 200 MP Ultra-Sensing berukuran besar 1/1,12 inci dengan aperture f/1,5 setara DSLR. Lensa tersebut didukung fitur Cinematic OIS dan teknologi multi-frame fusion untuk menangkap detail setajam helai rambut (Pixel-Per-Hair).
Untuk keperluan portrait, tersedia lensa Super Portrait Telephoto 3x 200 MP (70 mm) dengan sensor 1/1,28 inci yang memiliki kemampuan Telephoto Macro 15 cm.
Lanjut ke kamera andalannya, Find X9 Ultra juga hadir dengan kamera 10x Ultra-Sensing Optical-Zoom Telephoto 50 MP (230 mm) dengan struktur Quintuple Prism Reflection Periscope. Struktur ini memantulkan cahaya melalui lima refleksi terpisah untuk mencapai zoom optis 10x dalam bodi yang tipis. Fitur ini juga mendukung 20x Optical-Quality Zoom serta zoom digital hingga 120x.
Melengkapi susunan tersebut, terdapat kamera Ultra Wide 50 MP dengan bidang pandang 120 derajat dan kamera epan 50 MP yang sanggup merekam video hingga 4K 60 FPS. Untuk pengguna profesional, Oppo juga menyediakan aksesoris opsional 300 mm Explorer Teleconverter yang terdiri dari 16 elemen kaca untuk jangkauan hingga 690 mm.
Melalui kolaborasi dengan Hasselblad, Oppo turut menghadirkan Hasselblad Colour Solution dan New-gen True Color Camera dengan 24 saluran spektral untuk akurasi warna alami dan dynamic range hingga 15 EV.
Pengguna juga dapat memanfaatkan fitur Hasselblad Master Mode untuk mendapatkan kendali penuh pada sejumlah aspek, seperti ISO, shutter speed, dan juga fokus. Terdapat juga fitur Hasselblad XPan untuk mode panorama serta LUMO True Face Algorithm untuk mendapatkan warna kulit alami pada foto portrait.
Pada sektor videografi, Oppo Find X9 Ultra mendukung perekaman 8K 30 FPS 10-bit Log serta 4K 120 FPS Dolby Vision untuk efek slow motion yang sinematik. Terdapat juga fitur Cinematic LUTs yang bisa diterapkan langsung saat merekam.
Samsung Galaxy S26 Ultra: Dibekali AI yang pintar mengoprek
Samsung Electronics Indonesia resmi meluncurkan Galaxy S26 Ultra di Indonesia pada 26 Februari 2026 kemarin, diposisikan sebagai solusi lengkap bagi para kreator dengan mengandalkan integrasi AI mendalam dan sistem kamera canggih yang pernah ada di seri Galaxy.
Pada aspek fotografi, Galaxy S26 Ultra mengandalkan sistem kamera yang didukung oleh ProVisual Engine, yakni pemrosesan gambar berbasis AI untuk mengurangi noise, meningkatkan pencahayaan, dan mempertahankan detail foto maupun video pada kondisi minim cahaya.
Kamera utamanya menggunakan sensor 200 MP Wide dengan aperture f/1,4, diklaim 47 persen lebih cerah ketimbang pendahulunya untuk menangkap detail tajam di malam hari.
Untuk kemampuan zoom, Samsung menyematkan fitur Space Zoom 100x berbasis AI yang mampu melakukan perpindahan 1x hingga 100x dengan sangat mulus. Kemampuan zoom ini dimungkinkan juga berkat penggunaan telefoto 50 MP (f/2,9) yang mendukung 5x optical zoom dan 10x optical-quality zoom. Aperture f/2,9 miliknya juga memungkinkan 37 persen lebih banyak cahaya yang masuk dibandingkan seri pendahulunya. Selain itu, terdapat teknologi AI Zoom yang dapat merekonstruksi detail secara frame-by-frame untuk meredam noise dan menjaga detail tetap natural hingga pembesaran 100x.
Tidak hanya ada satu kamera telefoto, Galaxy S26 Ultra juga dilengkapi kamera telefoto sekunder 10 MP (f/2,4) yang dapat mencapai tingkatan zoom optis hingga 3x. Terakhir, ada kamera ultrawide 50 MP (f/1,9) untuk mengabadikan lanskap luas dengan bidang pandang lebar.
Salah satu fitur baru yang ditonjolkan Galaxy S26 Ultra adalah Horizontal Lock pada fitur Super Steady. Fitur ini memungkinkan perekaman video tetap stabil dan sejajar dengan cakrawala meski ponsel diputar hingga 360 derajat atau pengguna sedang merekam sambil berlari. Untuk urusan selfie, disematkan kamera depan 12 MP yang dibekali AI ISP untuk menghasilkan warna kulit alami serta detail rambut dan alis yang lebih presisi.
Masih ingin meningkatkan kualitas foto setelah pengambilan gambar? Tentu masih bisa, karena Samsung menyediakan fitur Photo Assist yang lebih cerdas dari sebelumnya. Kini, pengguna hanya perlu memberikan perintah teks sederhana (misalnya seperti “tambahkan aksesoris pesta”) untuk mengubah atau menambahkan objek dalam foto menggunakan bantuan AI generatif. Tersedia pula aplikasi Creative Studio yang memungkinkan pembuatan stiker unik dari foto hanya dengan sekali ketuk.

Samsung juga punya fitur menarik untuk menjawab tantangan terbesar saat mengabadikan momen. Tak jarang, saat kita mencoba mengambil gambar, akan ada objek tak diinginkan yang masuk ke dalam frame seperti orang lewat (photo bomber) hingga benda yang merusak estetika.
Dengan fitur AI Eraser yang termasuk dalam ekosistem Photo Assist, kini pengguna dapat memindahkan, mengubah ukuran, hingga menghapus objek dengan sangat mudah. Anda hanya perlu membuka aplikasi Galeri, ketuk ikon Photo Assist, lalu pilih ikon AI Eraser. Pengguna lalu cukup melakukan tap atau menggambar lingkaran pada objek yang ingin dihapus kemudian tap tombol Erase. Secara otomatis, ponsel akan menghapus objek tersebut dan secara cerdas mengisi latar belakang agar tampak natural seperti aslinya.
Vivo X300 Ultra: Perekam sinematik untuk video profesional
Dari kubu Vivo, ada X300 Ultra yang dirancang khusus untuk para kreator dengan menonjolkan kamera profesional hasil kolaborasi dengan Zeiss. Smartphone ini dibekali Zeiss Master Lenses Collection yang terdiri dari tiga kamera utama dengan optik Zeiss, serta dukungan stabilisasi gambar optis di seluruh lensanya.
Kamera utamanya menggunakan sensor 200 MP Sony Lytia 901 (1/1,12 inci, 35 mm) dengan fitur DCG HDR untuk dynamic range luas dan stabilisasi di tingkatan CIPA 6.5.
Lalu, untuk memotret dan merekam jarak jauh, tersedia kamera gimbal-grade APO Telephoto 85 mm beresolusi 200 MP, menggunakan sensor Ultra-Sensing HP0 (1/1,4 inci). Kamera ini mendukung OIS gimbal-grade OIS 3 derajat dengan stabilisasi CIPA 7.0, serta 60 FPS AF Tracking Snapshot untuk mengunci fokus pada objek bergerak cepat, misalnya seperti di konser atau event olahraga.
Bagi yang ingin mengambil gambar pemandangan dengan bidang pandang luas, bisa menggunakan kamera ultrawide 50 MP (14 mm) dengan sensor Sony Lytia 818 (1/1,28 inci) dengan kemampuan stabilisasi profesional CIPA 6.0.
Vivo X300 Ultra juga cocok dijadikan sarana videografer profesional, mendukung perekaman 4K 120 FPS di hampir semua mode utamanya. Beberapa keunggulannya meliputi 4K 120 FPS 10-bit Log video dan Dolby Vision, mendukung profil warna ACES yang memudahkan color grading agar seragam dengan kamera film profesional. Dengan fitur Dolby Vision, kontras dan akurasi warnanya pun mendekati pandangan mata manusia.
Quad-Mic Audio Recording juga turut hadir dengan enam mode rekaman, termasuk fitur Concert Vocal untuk menonjolkan suara penyanyi sekaligus meredam kebisingan penonton.
Bak sebuah kamera dedicated di level profesional, Vivo X300 Ultra dapat dipasangkan dengan aksesoris Vivo Zeiss Telephoto Extender Gen 2 Ultra untuk mencapai focal length setara 400 mm (pembesaran 4,7x) hingga maksimal 1.600 mm dengan kualitas gambar yang tetap tajam dan detail.
Xiaomi 17 Ultra: Jagoan Leica di papan atas
Sebagai varian tertinggi di serinya, Xiaomi 17 Ultra dikemas dengan berbagai peningkatan di sektor desain, performa, dan fotografi. Perangkat ini dibekali konfigurasi triple camera yang terdiri atas lensa Leica 1 inci Ultra Dynamic dengan sensor 50 MP Light Fusion 1050.
Kamera utama tersebut menggunakan teknologi LOFIC HDR yang diklaim memiliki kapasitas tampung cahaya (full well capacity) 6,3 kali lebih besar ketimbang generasi pendahulunya. Hal ini membuat pengguna memiliki kendali highlight dan detail bayangan yang luar biasa pada kondisi backlight maupun malam hari.
Perangkat ini juga disematkan dengan kamera telefoto Leica 200 MP (75-100 mm). Berbeda dengan modul kamera telefoto biasa, Xiaomi menggunakan sistem zoom optis mekanis dengan sekumpulan lensa yang bergerak secara independen. Kamera telefoto ini mendukung aperture dinamis f/2,39 hingga f/2,96, zoom optis setara 17,2x (400 m) tanpa perlu digital cropping, serta menggunakan tiga lensa kaca khusus untuk menekan abrasi warna (fringing) di tingkat hardware.
Melengkapi susunan kamera belakang tersebut, tersedia juga ultrawide 50 MP (14 mm) dengan bidang panjang 115 derajat yang turut mendukung fotografi makro hingga jarak 5 cm. Di bagian depan, tersemat kamera selfie 50 MP dengan fitur autofokus.
Seluruh sistem kamera tersebut didukung desain optis Leica UltraPure dengan struktur lensa hybrid 1G+6P dan lapisan anti-silau multi-coating (PVD, MgF2) untuk menghasilkan gambar yang jernih dan terbebas dari gangguan cahaya.
Untuk menunjang kebutuhan video, Xiaomi 17 Ultra mampu merekam pada resolusi 4K 120 FPS dalam mode Log maupun Dolby Vision. Dengan sensor 1 inci dan LOFIC HDR, rekaman video di malam hari diklaim sanggup mempertahankan suasana yang nyata dan akurat.
Agar semakin menekankan posisi pengguna sebagai kreator handal di jagat maya, Xiaomi juga memperkenalkan teknologi CAI Photo Authenticity Protection pertama di industri. Fitur ini dapat menyematkan tanda tangan digital melalui chip keamanan khusus pada setiap foto untuk memastikan keaslian gambar, serta membuktikan bahwa foto tersebut bukan hasil buatan AI.
Kesimpulan: mana yang paling cocok untuk Anda?
Dari empat smartphone varian Ultra di atas, masing-masing memang punya keunggulan tersendiri. Misalnya, Galaxy S26 Ultra paling cocok bagi mereka yang menginginkan ponsel serba bisa (all-rounder) serta memiliki Galaxy AI yang matang. Dengan adanya Photo Assist, pengguna pun dapat memodifikasi foto semudah memberikan instruksi singkat dalam bentuk prompt.
Lalu, Oppo Find X9 Ultra adalah pilihan tepat bagi pecinta zoom dan reproduksi warna yang artistik. Dengan teknologi 10x True Optical Zoom dan kolaborasi bersama Hasselblad, ponsel ini menyuguhkan fleksibilitas focal length yang luar biasa, mulai dari foto makro yang detail hingga pengambilan gambar jarak jauh dengan warna yang natural.
Para kreator konten profesional, videografer, dan dokumenter konser bakal suka dengan Vivo X300 Ultra yang dibekali Gimbal-Grade OIS dan lensa Zeiss APO. Ponsel ini dapat memastikan bahwa hasil rekaman video tetap stabil meski berada dalam kondisi ekstrem. Fitur audio Quad-Mic dengan kemampuan merekam 4K 120 FPS Log juga membuatnya cocok dijadikan alat dokumentasi konser yang mumpuni.
Xiaomi 17 Ultra dengan kolaborasi Leica akan sangat menggiurkan bagi fotografer profesional. Dengan sensor 1 inci dan teknologi LOFIC HDR, pengguna dapat menghasilkan kualitas gambar aesthetic meskipun berada di kondisi pencahayaan ekstrem sekalipun. HP Xiaomi ini juga unggul dalam aspek keaslian foto lewat teknologi CAI Photo Authenticity yang menjamin hasil jepretan Anda bukan rekayasa AI. Jadi, mana yang Anda butuhkan?










