Review iQoo Neo 10: Kencang dan Tahan Lama

Ringkasan Tinjauan

Peringkat Pakar

8.5/10
Desain
 
8.5
/10
Layar
 
8.5
/10
Sistem operasi
 
8.0
/10
Kamera
 
7.0
/10
Kinerja
 
9.0
/10
Baterai
 
9.0
/10

Pros

  • Kinerja tinggi dan konsisten
  • Kapasitas baterai besar
  • Fast charging 120 watt
  • Layar 144 Hz berkualitas tinggi

Cons

  • Kualitas kamera biasa saja, tidak ada telephoto
  • Lebih mahal dari kompetitor untuk memori sebanding

Pertama kali diluncurkan pada pertengahan 2025, iQoo Neo 10 menandai debut dari seri ponsel Neo besutan iQoo di Indonesia. Smartphone ini datang bersama dengan iQoo Z10, tapi diposisikan lebih tinggi.

Untuk banderolnya yang tergolong kelas menengah, pengguna iQoo Neo 10 mendapatkan baterai berkapasitas ekstra jumbo, mencapai 7.000 mAh atau hanya berselisih 300 mAh dari iQoo Z10 yang memiliki baterai 7.300 mAh.

iQoo Neo 10 sekaligus menjadi ponsel pertama di RI yang ditenagai chipset Snapdragon 8s Gen 4, mendului Poco F7. Dengan kisaran harga Rp 6-7 jutaan, iQoo Neo 10 ternyata merupakan perangkat berkinerja tinggi yang sanggup melibas aneka macam game dengan lancar, seperti dapat dilihat dalam ulasan lengkap oleh 91Mobiles Indonesia di bawah.

Table of Contents

Kesimpulan awal

Meskipun ada ponsel lain yang ditenagai Snadpragon 8s Gen 4, iQoo Neo 10 mampu tampil menarik karena tak hanya menyajikan performa andal, tapi juga ketahanan baterai yang cemerlang dan sanggup mengisi daya dengan sangat cepat. Sedikit kekurangannya ada di kamera yang agak terkesan tak istimewa, tapi ini wajar untuk ukuran ponsel yang mengutamakan kinerja.

Unboxing: Charger 120 watt menyambut

Kelengkapan iQoo Neo 10 sebenarnya termasuk standar untuk ukuran ponsel masa kini di luar Apple dan Samsung. Di dalam boksnya yang berwarna dasar hitam terdapat booklet panduan singkat dan garansi, SIM card ejector tool, dan sebuah soft case yang sayangnya berwarna hitam sehingga menutup keindahan desain perangkat ketika dipasang.

Rangkaian aksesori pelengkap di dalam kemasan iQoo Neo 10.

Satu hal yang menonjol adalah unit charger dengan keluaran daya 120 watt di dasar kemasan. Selain berkapasitas besar, iQoo Neo 10 memang mendukung fast charging dengan daya 120 watt yang patut diacungi jempol. Charger tersebut menggunakan konektor USB C. Kabel yang disertakan pun merupakan jenis USB C ke USB C

Desain: Merah menyala pertanda performa?

Kebetulan, iQoo Neo 10 yang diperoleh 91Mobiles Indonesia merupakan varian Blaze Orange yang warnanya cenderung kemerahan dengan pola serupa nyala api di bagian punggung, seakan-akan hendak menonjolkan tenaga besar yang dimilikinya.

Meskipun memiliki baterai jumbo, bodi Neo 10 terbilang standar dengan ukuran 163,7 x 75,9 x 8,1 mm dengan bobot 206 gram. Frame dan punggungnya berbahan plastik, namun tahan air dan debu dengan sertifikasi IP65.

Frame tersebut berbentuk rata. Namun, berkat pinggiran punggung yang agak membulat, iQoo Neo 10 terasa nyaman saat digenggam walaupun tidak menggunakan casing. Di sisi atas dan bawah terdapat grille sepasang loudspeaker yang memberikan keluaran suara stereo.

Modul kamera berbentuk squircle khas iQoo. Di sini terdapat dua buah kamera yang didampingi LED flash berbentuk cincin. “Lensa” lainnya hanya berupa lingkaran kosong yang mungkin sengaja disematkan untuk menjaga simetri.

Untuk layarnya, iQoo Neo menggunakan panel AMOLED 6,78 inci (2.800 x 1.260 piksel) dengan refresh rate 144 Hz, tingkat kecerahan maksimal 4.400 nits, dan dukungan HDR. Tampilan layar yang memiliki permuahaan flat ini terlihat cerah dan jernih, tak cuma di dalam lingkungan antarmuka sistem operasi tapi juga ketika bermain game.

HP IQoo Neo 10 di dalam kotak kemasannya.

Keindahan layar tersebut ikut didukung oleh bingkai alias bezel tipis di sekeliling yang memaksimalkan area tampilan. Untuk keperluan sekuriti berbasis biometrik, iQoo Neo 10 menyematkan pemindai sidik jari in-display di bagian bawah layar.

Kamera: Sekadar cukup

HP yang menekankan aspek performa hardware biasanya agak loyo di kameranya, tak terkecuali iQoo Neo 10. Rangkaian kamera ponsel ini sebenarnya masih memadai dengan kamera utama 50 MP (f/1.8, OIS), kamera ultrawide 8 MP (f/2.2), dan kamera depan 32 MP (f/2.5).

Kualitasnya memadai untuk snapshot di sela aktivitas harian, tapi tidak bisa dibilang istimewa. Kamera utama bisa diandalkan di segala situasi, termasuk dalam kondisi low-light seperti malam hari. Sensor Sony IMX882 yang digunakan memang cukup andal dalam menangkap gambar

Kamera ultrawide agak kedodoran ketika level cahaya turun, tapi masih bisa menangkap gambar yang apik dengan warna-warna cerah di situasi kontras tinggi seperti gemerlap lampu di malam hari.

Meskipun demikian, tetap terdapat perbedaan kualitas yang kentara antara kamera ultrawide dan kamera utama di malam hari. Kamera utama tentunya memberikan hasil yang lebih bagus lantaran faktor sensor, aperture lensa, dan fitur peredam goyangan (OIS).

Meskipun tidak memiliki kamera telephoto, iQoo Neo 10 bisa melakukan zoom 2x dari pembesaran kamera utama yang kualitasnya acceptable. Lebih dari itu terdapat degradasi gambar yang signifikan.

Untuk video, kamera utama iQoo Neo 10 bisa merekam dengan resolusi hingga 4K/ 60 fps. Ponsel ini secara default menggunakan encoding H.265 yang lebih efisien. Namun, untuk memaksimalkan kompatibilitas, pengguna bisa mengubahnya menjadi H.264.

Kinerja: Kencang dan konsisten

Aspek performa adalah salah satu daya tarik utama iQoo Neo 10. Chipset Snapdragon 8s Gen 4 yang tertanam di jantungnya pertama kali diperkenalkan pada April 2025. Dibuat dengan proses fabrikasi 4 nm dari TSMC, Snapdragon 8s Gen 4 menjanjikan peningkatan kinerja hingga 49 persen dibandingkan generasi sebelumnya.

Chip ini dibekali CPU octa core dengan konfigurasi 1x 3,21 GHz Cortex-X4, 3x 3,0 GHz Cortex-A720, 2x 2,8 GHz Cortex-A720, dan 2x 2,0 GHz Cortex-A720, berikut GPU Adreno 825. iQoo mendampingi Snapdragon 8s Gen 4 dengan Supercomputing Chip Q1 untuk mendongkrak kinerja gaming lebih jauh

Chip Q1 adalah chip gaming generasi pertama dari iQoo yang debut di iQoo 12. Fungsi utamanya adalah meningkatkan frame rate hingga mencapai 144 fps di game lewat teknik interpolasi dan fitur seperti Game Super Resolution (GSR), serta meningkatkan responsivitas layar lewat teknologi Game Super Touch Control.

iQoo Neo menjalankan sistem operasi FunTouch OS 15 berbasis Android 15.

Kedua chip tersebut dipasangkan dengan RAM berjenis LPDDR4X dengan pilihan kapasitas 8/ 12/ 16 GB, serta media internal UFS 4.1 256 GB/ 512 GB. Yang tak kalah penting, iQoo menggunakan solusi pendingin vapor chamber besar berukuran 7.000 mm persegi.

Hasilnya segera tampak dari skor beberapa aplikasi benchmark yang terhitung tinggi. AnTuTu V10, misalnya, menembus angka 2 juta poin sehingga mengindikasikan performa lebih dari cukup untuk menjalankan aneka game dengan lancar.

Kenyataannya memang demikian. Empat judul game populer yang dicoba oleh 91Mobiles Indonesia mampu berlari dengan setting grafis mentok kanan di frame rate tertinggi.

Beberapa game seperti PUBG Mobile dan Delta Force menyediakan opsi untuk memprioritaskan kualitas gambar dengan frame rate yang tetap mulus (60 fps), atau mengedepankan frame rate setinggi mungkin di kisaran 120 fps.

Sayangnya, pada saat pengujian, opsi 144 fps tidak dapat dipilih di dua game kompetitif tersebut. Mungkin hal ini dapat berubah di kemudian waktu lewat update software. Meski demikian, frame rate 120 fps sekalipun sebenarnya sudah membuat game berjalan sangat mulus dan responsif.

Game Mobile Legends: Bang Bang sudah pasti bisa berjalan lancar tanpa hambatan karena tergolong ringan. Sementara, Genshin Impact mampu mencapai setting tertinggi dan target frame rate 60 fps.

Performa semua game terasa tinggi dan konsisten walaupun iQoo Neo 10 dipakai bermain dalam waktu lama. 91Mobiles Indonesia pun tidak mengalami kendala terkait suhu atau merasa ponsel memanas. Solusi pendinginan yang diterapkan oleh iQoo agaknya efektif dalam menjinakkan temperatur hardware Neo 10 yang bertenaga besar.

iQoo Neo 10 yang menjalankan sistem operasi FuntouchOS 15 (Android 15) dengan jaminan upgrade OS 3 generasi ini turut menyediakan widget performance panel yang bisa dipanggil dengan swiping dari sisi kiri layar ketika bermain. Pengguna bisa memilih profil performa untuk mengutamakan kinerja atau daya tahan baterai, serta beberapa parameter lain seperti refresh rate.

Baterai: Kuat main lama

Kinerja tinggi tentu percuma kalau ponsel lekas kehabisan daya. Di sini iQoo Neo 10 kembali bersinar. Bukan hanya memiliki performa mumpuni, Neo 10 juga sanggup bertahan lama berkat kapasitas baterainya yang sangat besar.

Misalnya, dalam pengujian PC Mark Work 3.0 Battery Life, ponsel ini membuahkan skor 23 jam 42 menit! Angka tersebut lebih lama dibandingkan ponsel Snapdragon 8s Gen 4 lainnya, Poco F7, yang hanya membuahkan skor 16 jam 47 menit dalam pengujian 91Mobiles Indonesia.

Ketika dipakai bermain game, iQoo Neo 10 pun irit daya. Bermain Delta Force dengan setting grafis dan frame rate Ultimate selama 1 jam hanya mengurangi daya baterainya sekitar 12 persen. Pengguna agaknya akan lebih dulu kelelahan bermain sebelum Neo 10 kehabisan daya.

Skor benchmark AnTuTu, Geekbench, dan PC Mark Work 3.0 Battery Life di IQoo Neo 10 varian 16 GB/ 512 GB.

Untungnya pula, Neo 10 dibekali kemampuan fast charging 120 watt sehingga bisa mengisi baterai besarnya dengan sangat cepat ketika diperlukan. Saat mengujinya dengan charger dan kabel bawaan, iQoo Neo 10 bisa mengisi baterainya dari kondisi kosong hingga 100 persen dalam waktu kurang dari 1 jam, tepatnya di kisaran 55 menit.

Sedang buru-buru? iQoo Neo 10 bisa pula mengisi baterainya hingga 25 persen dalam waktu hanya 10 menit, atau hingga 65 persen dalam waktu 30 menit.

Kesimpulan

Lewat Neo 10, iQoo menghadirkan perangkat baru yang cukup menggoda di Indonesia, terutama bagi gamer yang ingin memainkan aneka macam game dengan lancar tanpa perlu merogoh kantong terlalu dalam.

Memang, iQoo Neo 10 bukan satu-satunya ponsel papan tengah yang ditenagai chipset Snapdragon 8s Gen 4. Namun, iQoo berhasil meracik kombinasi pas antara kinerja tinggi, manajemen suhu mumpuni, dan daya tahan baterai luar biasa sehingga Neo 10 layak mendapat perhatian lebih.

Satu kekurangannya ada di aspek kamera yang tak bisa dibilang istimewa, tapi hal ini lumrah dan hampir selalu ditemui di ponsel-ponsel yang mengedepankan aspek kinerja. Di segmen harganya, rasanya sulit menemukan smartphone performance-oriented yang bisa menandingi iQoo Neo 10.

Soal harga ini, iQoo memberikan pilihan tiga varian Neo 10 dengan selisih yang cukup jauh, yakni 8 GB/ 256 GB seharga Rp 6 juta, 12 GB/ 256 GB seharga Rp 6,5 juta, dan 16 GB/ 512 seharga Rp 7,5 juta.

Banderol tersebut lebih mahal dibandingkan kompetitor terdekatnya, Poco F7, yang dihargai Rp 6 juta untuk varian tunggal 12 GB/ 512 GB. Layakkah memori yang lebih kecil (8 GB/ 256 GB untuk varian Neo 10 berharga sama) ditukar dengan kinerja lebih konsisten dan daya tahan baterai lebih tinggi? Keputusannya tentu berada di tangan pembeli.

Rating editor: 8,5/ 10

Kelebihan:
+ Kinerja tinggi dan konsisten
+ Kapasitas baterai besar
+ Fast charging 120 watt
+ Layar 144 Hz berkualitas tinggi

Kekurangan:
– Kualitas kamera biasa saja, tidak ada telephoto
– Lebih mahal dibanding kompetitor dengan memori sebanding

iQOO Neo 10 Harga
Rp. 6.193.000
Pergi Ke Toko
Lihat Semua
Home Reviews