Persaingan smartphone di kelas menengah kembali diramaikan dengan produk terbaru dari Motorola. Pasalnya, pabrikan ponsel asal AS ini telah merilis Moto G57 Power di Indonesia, menyasar harga Rp 3 juta.
Sesuai namanya, smartphone ini berfokus pada daya tahan baterai yang awet, serta tampilan bodi yang indah dan elegan. Perangkat ini menghadirkan kamera berkualitas untuk kelas harganya, berikut dengan performa chipset mumpuni untuk kebutuhan harian.
Uniknya, Moto G57 Power ini punya harga dan spesifikasi tak beda jauh dengan ponsel Motorola lainnya yang lebih dulu rilis, Moto G67 Power. Satu perbedaan besar dari dua HP ini adalah chipset-nya. Kini Moto G57 Power memakai Snapdragon 6s Gen 4 yang setingkat lebih rendah dari Snapdragon 7s Gen 2 pada Moto G67 Power.
Moto G67 Power dibanderol harga rilis Rp 3,1 juta, sementara Moto G57 Power dijual dengan harga Rp 2,9 jutaan. Melihat perbandingan dua harga yang setipis tisu ini, rasanya menarik untuk mencari tahu apa saja yang ditawarkan Moto G57 Power ini.
Table of Contents
Kesimpulan awal
Moto G57 Power cocok untuk pengguna yang memprioritaskan daya tahan baterai sebaik mungkin, hasil kamera dengan detail tinggi, dan layar besar dan cerah untuk konsumsi konten dan gaming. Bodi ponsel ini dilengkapi desain vegan leather yang tampil berbeda. Di luar itu semua, dukungan software yang terbatas membuatnya kurang menarik untuk dilirik.
Desain vegan leather yang unik
Sejak pertama digenggam, Moto G57 Power terasa sedikit lebih bongsor dibandingkan sejumlah pesaing di kelasnya. Mengingat ponsel ini dibekali baterai 7.000 mAh, bobot 210 gram dan ketebalan 8,6 mm masih terbilang masuk akal. Sisi positifnya, panel belakangnya yang berbahan vegan leather terasa nyaman di tangan, sementara modul kamera yang menonjol bisa menjadi sandaran jari telunjuk saat ponsel digunakan dengan satu tangan.
Pada unit yang diterima 91Mobiles, kami mendapatkan Moto G57 Power dengan warna Pantone Regatta. Ponsel ini juga tersedia dalam dua opsi warna lain yaitu Pantone Corsair dan Pantone Fluidity. Untuk ketahanan, perangkat ini sudah mengantongi sertifikasi MIL-STD-810H guna menahan benturan akibat jatuh atau terbentur, serta rating IP64 yang melindunginya dari cipratan air ringan.
Layarnya dilapisi Corning Gorilla Glass 7i yang sama pada G67 Power. Motorola tidak menyertakan screen protector bawaan maupun case di dalam paket penjualan.
Pengguna yang masih mengandalkan audio kabel tentu akan senang, karena Moto G57 Power tetap menyediakan jack headphone 3,5mm di bagian bawah. Meski kami belum sempat menguji kualitas audio kabelnya, speaker stereo dengan dukungan Dolby Atmos mampu menghadirkan suara yang lantang dan cukup imersif, meski karakter bass-nya terasa minim.
Layar IPS LCD yang besar, cerah, dan tajam
Di bagian depan, Moto G57 Power mengusung layar IPS LCD berukuran 6,72 inci beresolusi Full HD Plus (2.400 × 1.080 piksel) dengan tingkat kecerahan hingga 1.050 nits. Karena sudah mengantongi rating IP64, layar ponsel ini juga dirancang agar tetap responsif saat disentuh dengan jari basah. Namun, seperti kebanyakan layar LCD di segmen ponsel murah dan menengah, Anda harus rela kehilangan warna hitam yang pekat dan kontras tinggi jika sebelumnya terbiasa menggunakan ponsel dengan panel AMOLED.
Layar Moto G57 Power.
Dari sisi warna dan saturasi, tampilannya tergolong pas untuk ukuran layar IPS LCD. Artinya, pengalaman visual saat menonton film, series, atau video YouTube tetap terlihat hidup dan tidak terasa hambar. Mirip dengan Moto G67 Power, tingkat kecerahan layar sudah cukup nyaman untuk penggunaan di dalam ruangan, meski keterbacaan layar sedikit menurun saat dipakai di luar ruangan di bawah sinar matahari. Hal lain yang patut diapresiasi, Motorola memungkinkan pengguna memaksa refresh rate 120 Hz di sebagian besar aplikasi melalui pengaturan “Hyper Smooth” (kecuali saat memutar video, yang masih tergolong wajar).
Satu keluhan utama pada layar Moto G57 Power ada pada bezel bawah atau chin yang terlihat lebih tebal dibanding ponsel lain di kelas harga yang sama, sehingga sedikit mengurangi kesan visual secara keseluruhan.
Baterai jumbo yang benar-benar memuaskan
Sesuai namanya, Moto G57 Power dibekali baterai silikon-karbon berkapasitas sangat besar, yakni 7.000mAh. Kapasitas ini layak mendapat apresiasi karena nyaris tidak menyisakan keluhan soal daya tahan. Selama masa pengujian, sisa baterai selalu berada di atas 40 persen setelah pemakaian selama 24 hingga 25 jam. Pada salah satu pengujian, ponsel ini bahkan mampu mencatatkan waktu layar menyala sekitar 9 jam dalam 24 jam penggunaan, dengan sisa baterai masih 43 persen.
Perlu dicatat, sesi pengujian tersebut hanya mencakup 28 menit bermain game. Konsumsi baterai lebih banyak dihabiskan untuk scrolling Instagram, menonton film di Prime Video, chatting lewat WhatsApp dan Telegram, mendengarkan musik di Spotify, serta browsing. Selama pengujian, koneksi Wi-Fi, data 5G, Bluetooth, dan Location terus aktif. Untuk detail penggunaan aplikasi, Anda bisa melihat data pada slide kedua di bawah.
Meski mengusung baterai besar, charger bawaan 33 watt mampu mengisi daya baterai 7.000 mAh dari 20 hingga 100 persen dalam waktu sekitar 73 menit berdasarkan pengujian internal. Waktu ini hampir sama dengan yang dicapai Moto G67 Power saat diuji lebih dari sebulan lalu.
Performa yang bisa diandalkan untuk aktivitas sehari-hari
Moto G57 Power menjadi smartphone pertama di dunia yang ditenagai SoC Qualcomm Snapdragon 6s Gen 4. Chipset ini dibuat dengan proses fabrikasi 4nm dan memiliki kecepatan clock hingga 2,4 GHz. Karena hanya tersedia dalam satu varian memori, ponsel ini dibekali RAM 8 GB LPDDR4X serta penyimpanan internal 128 GB berbasis UFS 2.2, tanpa dukungan ekspansi memori.
Dalam penggunaan sehari-hari, perbedaan performa antara Snapdragon 6s Gen 4 dan Snapdragon 7s Gen 2 yang digunakan Moto G67 Power terasa sangat tipis. Chipset yang lebih rendah ini tetap mampu menjalankan berbagai aktivitas harian dengan lancar, dan secara pribadi kami tidak merasa kehilangan performa meski harga ponsel ini lebih murah. Aplikasi yang berjalan maupun di latar belakang serta panel notifikasi terbuka dengan mulus, meskipun sesekali ponsel bisa menunjukkan sedikit stutter saat RAM dipenuhi banyak aplikasi sekaligus.
Untuk menguji kemampuan gaming, saya juga mencoba beberapa game populer seperti Call of Duty Mobile (COD M) dan Battlegrounds Mobile India (BGMI/PUBG Mobile versi India). Saat memainkan mode battle royale BGMI dengan pengaturan grafis “HD + High” selama sekitar 30 menit, ponsel ini mencatat rata-rata frame rate 29,6 FPS, dengan suhu maksimal mencapai 34 derajat Celsius.
Sementara itu di COD Mobile, Moto G57 Power mampu menjalankan mode Multiplayer hingga 90 FPS pada pengaturan grafis terendah. Berdasarkan data permainan selama 20 menit nonstop yang mencakup tiga pertandingan, ponsel ini menghasilkan rata-rata 88 FPS di akhir sesi.
Meski Snapdragon 6s Gen 4 tidak bisa menyamai performa murni dari chipset populer seperti MediaTek Dimensity 7400, chipset ini tetap tergolong andal. Tenaganya sudah lebih dari cukup untuk menjalankan game dengan pengaturan grafis rendah hingga menengah secara nyaman. Di Geekbench 6, Moto G57 Power mendapatkan skor 1.015 poin di single-core dan 2.931 poin di multi-core.
Perekaman video: hingga 2K 30FPS (depan dan belakang)
Kamera utama Moto G57 Power tergolong bisa diandalkan di kelas harganya. Pemilihan sensor berukuran 1/2 inci dengan aperture f/1.8 terbukti membantu menghasilkan foto yang cukup detail untuk ponsel seharga Rp 2 jutaan. Bahkan, hasil foto dengan zoom digital 2x masih terlihat layak digunakan. Dari sisi karakter warna, Moto G57 Power cenderung menampilkan warna yang natural tanpa dibuat terlalu mencolok.
Rentang dinamisnya secara umum sudah tergolong baik, meski ponsel ini terkadang kesulitan mengangkat detail dan highlight di area gelap atau bayangan. Ini menjadi satu-satunya catatan utama pada kamera belakang, dan untungnya tidak selalu muncul di setiap foto. Beralih ke kamera ultrawide, fungsinya sebatas menangkap sudut pandang yang lebih luas. Saat foto diperbesar, detail terlihat cepat hilang, dan reproduksi warnanya juga kerap tidak konsisten jika dibandingkan dengan kamera utama.
Foto siang hari
Dalam kondisi pencahayaan siang hari, kamera Moto G57 Power masih menunjukkan keterbatasan dalam menjaga kontras warna. Meski begitu, hasil fotonya tetap terlihat cukup seimbang dengan detail yang baik dan rentang dinamis yang memadai. Karakter gambar yang dihasilkan juga tampak realistis, tanpa warna yang dibuat terlalu berlebihan.
Mode portrait
Saat menggunakan mode potret, Moto G57 Power mampu menampilkan warna kulit yang mendekati aslinya. Efek blur latar belakang terlihat rapi, dengan pemisahan objek dan latar yang cukup akurat. Detail pada subjek juga masih terjaga dengan baik, terutama di area wajah.
Selfie
Hasil foto selfie dari Moto G57 Power cenderung memiliki tone warna yang lebih sejuk. Dalam kondisi cuaca mendung sekalipun, warna kulit tetap terlihat natural dan tidak berlebihan. Detail pada wajah maupun pakaian juga tampak tajam, membuat kamera depan ini cukup bisa diandalkan untuk kebutuhan foto kasual atau media sosial.
Low light
Di kondisi minim cahaya, hasil foto dari Moto G57 Power terlihat relatif bersih dan tidak terlalu berkabut. Pengaturan eksposurnya cukup baik dalam menangani sumber cahaya di sekitar, meski detail foto masih tergolong terbatas. Meski demikian, ketajaman gambar masih berada di level yang cukup memuaskan untuk kelas harganya.
Night mode
Dengan mode malam aktif, kamera Moto G57 Power mampu meningkatkan kontrol eksposur dan menjaga detail foto dengan lebih baik. Noise masih ada, namun tidak terlalu mengganggu, sehingga hasil foto malam terlihat lebih seimbang dan enak dipandang dibandingkan foto tanpa night mode.
Software fungsional, tapi dukungan OS terbatas
Moto G57 Power menjalankan Android versi terbaru dari Google, yakni Android 16 dengan antarmuka Hello UI. Tampilannya terkesan sederhana, namun tetap dibekali berbagai fitur canggih dan berguna. Beberapa ciri khas Motorola tetap hadir, seperti gesture “karate chop” untuk menyalakan senter dan gerakan memutar cepat untuk membuka kamera. Selain itu, ada fitur Smart Connect untuk menghubungkan ponsel ke PC, sidebar, kontrol media saat layar mati, peek display, dan berbagai fitur lainnya.
Moto G57 Power punya fitur software yang mirip dengan Moto G67 Power.
Dari sisi pengalaman penggunaan, fitur yang ditawarkan Moto G57 Power pada dasarnya mirip dengan Moto G67 Power. Animasi buka-tutup aplikasi dari Home Screen serta saat menarik panel notifikasi kini terasa lebih mulus ketimbang Android 15. Meski begitu, aspek kustomisasinya masih bisa dibenahi lebih lanjut, misalnya dengan menambah variasi gaya jam di Lock Screen. Saat ini, opsi personalisasi yang tersedia masih standar, seperti pilihan bentuk ikon aplikasi, tema warna aksen, serta dua opsi tampilan Control Center.
Soal pembaruan software, Moto G57 Power hanya dijanjikan satu kali pembaruan OS utama, yaitu hingga Android 17, serta tiga tahun pembaruan keamanan. Di sisi lain, beberapa ponsel pesaing sudah menjanjikan dua kali pembaruan OS.
Kesimpulan: Apakah Moto G57 Power layak dibeli di harga Rp 2.999.000?
Moto G57 Power menjadi pilihan yang sangat menarik bagi pengguna yang mengutamakan daya tahan baterai. Dengan kapasitas 7.000 mAh, ponsel ini mampu bertahan lebih dari dua hari untuk penggunaan kasual, termasuk bermain game dan pemakaian data 5G yang intensif.
Di luar baterai, Moto G57 Power juga tampil solid di banyak aspek lain, mulai dari kamera utama yang mampu menghasilkan foto siang hari yang realistis dan detail, layar LCD Full HD Plus yang lega dan cerah, hingga performa yang mulus berkat chipset Snapdragon 6s Gen 4.
Namun, dengan jaminan pembaruan OS utama yang hanya satu tahun, ponsel ini mungkin kurang ideal bagi pengguna yang ingin memakainya dalam jangka panjang agar tetap relevan. Selain itu, bodinya tergolong cukup besar dan berat.
Jika dibandingkan langsung dengan Moto G67 Power, perbedaan pengalaman penggunaan sehari-hari sebenarnya sangat tipis. Moto G67 Power memang sedikit unggul dalam hasil kamera yang lebih tajam berkat ISP yang lebih mumpuni, serta peningkatan performa yang tipis. Namun selisihnya tidak signifikan. Moto G57 Power pada akhirnya menawarkan pengalaman yang hampir serupa dengan harga yang sedikit lebih terjangkau.
Rating editor: 8,2 / 10
Alasan membeli Moto G57 Power:
Ketahanan baterai luar biasa, mencapai dua hari pemakaian.
Desain vegan leather yang unik di antara ponsel lain yang memakai plasik polikarbonat.
Performa nyaris tidak lagging sama sekali saat pemakaian sehari-hari, mayoritas judul game lancar dimainkan di pengaturan grafis rendah ke sedang.
Hasil kamera natural dengan detail yang cukup baik di kelas harganya.