Review Motorola Razr 60: Minim Upgrade, tapi Tetap Menggoda

Ringkasan Tinjauan

Peringkat Pakar

7.8/10
Desain
 
8.3
/10
Layar
 
8.0
/10
Sistem operasi
 
7.9
/10
Kamera
 
8.4
/10
Kinerja
 
7.0
/10
Baterai
 
7.2
/10

Pros

  • Desain HP lipat yang stylish dengan engsel kokoh
  • Layar utama dan cover cerah dengan visual memadai
  • Stereo speaker menghasilkan suara yang jernih
  • Fitur kamera menarik dengan hasil cukup baik

Cons

  • Performa kurang bertenaga untuk aktivitas berat
  • Ketahanan baterai tergolong standar

Motorola Razr 50 berhasil menarik perhatian berkat layar eksternal yang fungsional, desain foldable yang ramping, serta harga yang membuat ponsel lipat semakin mudah dijangkau. Kini, Motorola Razr 60 hadir membawa sejumlah peningkatan minor dibanding pendahulunya, termasuk chipset yang lebih baik dan daya tahan baterai yang lebih panjang.

Menariknya, kejutan terbesar justru datang dari sisi harga. Motorola Razr 60 diluncurkan dengan banderol Rp 11,9 juta di Indonesia, jauh lebih murah dibanding pesaingnya, Samsung Galaxy Z Flip 7, saat pertama kali dirilis. Dalam ulasan ini, kami akan membahas pengalaman penggunaan Razr 60 dan apakah ponsel lipat ini layak menjadi pilihan Anda.

Table of Contents

Kesimpulan awal

Motorola Razr 60 menawarkan desain stylish, bodi yang kokoh, serta kemampuan kamera yang cukup baik untuk sebuah ponsel foldable dengan harga lebih terjangkau. Ukurannya ringkas, nyaman digunakan, dan mampu menangani berbagai aktivitas harian dengan baik. Namun, perangkat ini kurang cocok bagi pengguna berat karena performanya dapat menurun saat mendapat beban tinggi, sementara daya tahan baterainya masih tergolong standar. Bagi Anda yang ingin mencoba ponsel lipat tanpa mengeluarkan banyak biaya, Razr 60 tetap menjadi pilihan menarik.

Desain kokoh, stylish, dan kini lebih tahan air

Motorola Razr 60 masih mempertahankan bahasa desain yang serupa dengan pendahulunya, Razr 50, dengan perubahan utama terletak pada material dan finishing panel belakang.

Di bagian luar, ponsel ini dibekali layar cover berukuran 3,6 inci dengan bezel yang cukup tebal di sekitar area engsel. Bagian engsel dihiasi material bertekstur seperti kain yang senada dengan warna bodi. Unit yang kami uji merupakan varian Gibraltar Blue dengan lapisan bertekstur menyerupai nilon, memberikan kesan unik sekaligus membuatnya terasa lebih nyaman dan tidak licin saat digenggam.

Motorola turut menyertakan casing keras dua bagian dalam paket penjualan yang terbuat dari plastik daur ulang. Casing ini memiliki lapisan matte yang tidak hanya terlihat bersih, tetapi juga mampu meminimalkan bekas sidik jari dan noda. Menariknya, penggunaan casing tersebut tidak membuat bodinya terasa lebih tebal. Saat dilipat, Razr 60 tetap terasa ramping, ringan, dan mudah dibawa bepergian.

Peningkatan penting pada generasi ini adalah hadirnya sertifikasi IP48, yang membuat Razr 60 lebih terlindungi dari cipratan air sekaligus memiliki ketahanan terhadap debu. Sebagai perbandingan, Razr 50 belum menawarkan perlindungan serupa.

Dari sisi mekanisme lipat, engsel Razr 60 terasa kokoh dan presisi. Tidak terdapat celah yang terlihat saat kedua sisi layar dilipat, sementara posisi layar dapat dipertahankan pada berbagai sudut antara 90 hingga 135 derajat tanpa kendala. Secara keseluruhan, perangkat ini terasa solid dan fleksibel untuk penggunaan sehari hari.

Layar utama memukau, layar cover semakin fungsional

Motorola Razr 60 mengusung layar utama LTPO pOLED berukuran 6,9 inci yang menawarkan pengalaman penggunaan sangat nyaman. Panel ini memiliki resolusi Full HD Plus, refresh rate 120 Hz, serta tingkat kecerahan maksimal hingga 3.000 nits sehingga tetap mudah dilihat di bawah paparan sinar matahari langsung.

Secara spesifikasi, layar utama Razr 60 tidak membawa perubahan besar dibanding pendahulunya. Namun, hal tersebut bukan menjadi masalah karena kualitas panelnya memang sudah sangat baik. Lipatan pada layar juga terasa semakin minim dan hampir tidak mengganggu saat digunakan sehari hari.

Meski demikian, pengalaman menonton konten masih sedikit terganggu oleh adanya area hitam yang cukup terlihat di sekitar video saat menikmati tayangan melalui YouTube maupun layanan streaming lainnya. Di luar catatan tersebut, layar ini tetap menawarkan visual yang memanjakan mata berkat warna yang kaya, tingkat kecerahan tinggi, serta dukungan HDR10+.

Sektor audio juga menjadi salah satu keunggulan Razr 60. Speaker stereo yang digunakan mampu menghasilkan suara dengan volume tinggi, karakter seimbang, serta kualitas yang cukup baik untuk meningkatkan pengalaman menikmati konten multimedia.

Beralih ke layar cover, Motorola masih mempertahankan panel pOLED berukuran 3,63 inci dengan resolusi Full HD Plus, refresh rate 90 Hz, dan kecerahan maksimal 1.700 nits. Layar ini memungkinkan pengguna membalas pesan, membuka navigasi Google Maps, mengakses aplikasi seperti Gmail dan WhatsApp, hingga memainkan game seperti BGMI (PUBG Mobile versi India) tanpa perlu membuka perangkat. Namun, ukuran layar yang terbatas membuat aktivitas seperti bermain game masih terasa lebih seperti fitur tambahan dibandingkan dengan pengalaman utama.

Motorola juga menyediakan akses ke fitur AI seperti Moto AI dan Gemini melalui layar cover. Sayangnya, beberapa fitur seperti Update Me tetap membutuhkan layar utama, kemungkinan berkaitan dengan pertimbangan privasi.

Kami juga menemukan kendala saat berpindah tampilan ketika memutar YouTube melalui layar cover. Video terkadang berhenti meskipun sudah memilih opsi untuk melanjutkan pemutaran, sehingga pengalaman penggunaan terasa sedikit kurang mulus.

Kamera memadai untuk berbagai kondisi

Motorola Razr 60 masih mempertahankan konfigurasi kamera yang sama seperti pendahulunya. Ponsel lipat ini mengandalkan kamera utama 50 MP yang ditemani kamera ultrawide 13 MP. Sementara untuk kebutuhan selfie, tersedia kamera depan beresolusi 32 MP.

Dalam berbagai kondisi pencahayaan, kamera Razr 60 mampu menghasilkan foto yang cukup memuaskan. Pada siang hari, hasil jepretannya terlihat cerah dengan warna yang kaya, terutama pada area biru dan hijau. Meski tingkat detailnya belum menjadi yang terbaik di kelasnya, kamera ini menawarkan ketajaman, eksposur, dan dynamic range yang konsisten sehingga sudah mencukupi untuk sebagian besar pengguna. Mode potret juga mampu menghasilkan foto dengan pemisahan subjek yang cukup baik serta fokus yang akurat.

Pengalaman fotografi semakin menarik berkat beragam mode kamera yang tersedia, seperti Slow Motion, Video, Portrait, Mirror, dan Photo Booth. Selain itu, desain foldable memberikan keuntungan tersendiri karena pengguna dapat memanfaatkan layar cover untuk melihat pratinjau foto saat menggunakan kamera utama untuk mengambil selfie.

Kamera depan Razr 60 juga mampu menghasilkan foto dengan kualitas yang baik. Warna kulit terlihat natural dengan detail wajah yang cukup kaya. Namun, dalam penggunaan sehari-hari, kamera depan mungkin tidak terlalu sering digunakan karena pengguna dapat melipat perangkat dan memanfaatkan kamera utama untuk mendapatkan hasil selfie yang lebih baik.

Sementara itu, kamera ultrawide menawarkan kualitas yang cukup baik, meski terkadang menghasilkan pergeseran warna yang membuat konsistensi dengan kamera utama sedikit berkurang. Untuk kondisi minim cahaya, performanya justru tergolong mengejutkan. Razr 60 mampu mengelola cahaya sekitar dengan baik, mengurangi efek pantulan cahaya, serta menghasilkan foto dengan tingkat kejernihan yang memadai. Kendati demikian, detail halus dan akurasi warna masih dapat menurun pada skenario yang lebih menantang.

Daylight

Dalam kondisi pencahayaan ideal, kamera utama Motorola Razr 60 mampu menghasilkan foto dengan kualitas yang cukup memuaskan. Hasil jepretannya cenderung menampilkan warna yang lebih hidup dengan saturasi yang sedikit ditingkatkan, terutama pada warna hijau dan biru. Pendekatan ini membuat foto terlihat lebih menarik secara visual, meski reproduksi warnanya tidak selalu sepenuhnya menyerupai kondisi asli.

Kamera utama juga menawarkan tingkat ketajaman, dynamic range, dan eksposur yang cukup konsisten. Detail gambar memang belum menjadi yang terbaik di kelasnya, tetapi hasil foto tetap terlihat tajam dan nyaman dilihat untuk kebutuhan sehari-hari.

Ultrawide

Pada kamera ultrawide, terdapat perbedaan karakter warna dibandingkan dengan kamera utama. Foto terkadang mengalami pergeseran warna, terutama pada area dengan dominasi warna hijau, sehingga konsistensi hasil antara kedua lensa belum sepenuhnya optimal. Meski demikian, kamera ini masih mampu menghasilkan foto dengan tingkat detail yang cukup baik dan ketajaman yang memadai.

Portrait

Untuk mode potret, Motorola Razr 60 mampu mempertahankan karakter warna dari kamera utama dengan hasil yang cenderung lebih cerah dan kaya warna. Deteksi tepian subjek tergolong baik, sementara detail wajah dan tingkat ketajaman juga cukup terjaga. Mode ini sudah mampu menghasilkan foto dengan efek bokeh yang terlihat natural untuk penggunaan sehari-hari.

Selfie

Kamera depan 32 MP juga menjadi salah satu bagian yang cukup menarik. Hasil selfie menawarkan warna kulit yang mendekati natural dengan detail wajah yang cukup baik. Namun, berkat desain foldable, pengguna sebenarnya dapat memanfaatkan kamera utama untuk mengambil selfie dengan kualitas yang lebih tinggi melalui layar cover.

Low-light

Saat digunakan dalam kondisi minim cahaya, kamera Motorola Razr 60 mampu menunjukkan performa yang lebih baik dari perkiraan. Ponsel ini dapat mengelola cahaya sekitar dengan baik, mempertahankan detail pada area terang, serta mengurangi efek pantulan cahaya dari sumber lampu. Foto yang dihasilkan terlihat cukup tajam dengan warna yang tetap menarik.

Meski demikian, pada skenario low light yang lebih kompleks, kamera masih mengalami beberapa keterbatasan. Detail halus dapat berkurang, sementara akurasi warna terkadang menurun. Secara keseluruhan, sistem kamera Razr 60 sudah mampu memberikan hasil yang andal untuk sebuah ponsel lipat di kelas harganya.

Performa cukup untuk harian, tetapi kurang ideal bagi pengguna berat

Motorola Razr 60 mengandalkan chipset MediaTek Dimensity 7400X yang menjadi peningkatan minor dibandingkan dengan Dimensity 7300X pada generasi sebelumnya. Chipset tersebut dipadukan dengan RAM LPDDR4X 8 GB serta penyimpanan internal UFS 2.2 berkapasitas 256 GB.

Berdasarkan pengujian benchmark internal kami, Motorola Razr 60 mencatatkan skor AnTuTu sebesar 676.447 poin. Sementara pada pengujian Geekbench, perangkat ini menghasilkan skor single-core sebesar 1.098 poin.

Adapun pada pengujian Geekbench multi-core, Motorola Razr 60 mencatatkan skor 3.043 poin. Hasil tersebut menunjukkan bahwa performanya masih berada di kelas menengah dan belum dirancang untuk menyaingi perangkat dengan fokus utama pada performa.

Dalam penggunaan sehari-hari, Razr 60 mampu menjalankan berbagai aktivitas seperti membuka aplikasi, menjelajahi internet, media sosial, hingga fotografi dengan lancar. Namun, ketika digunakan untuk multitasking berat atau menjalankan aplikasi dengan kebutuhan komputasi tinggi, performanya mulai terasa terbatas. Waktu membuka aplikasi juga tergolong lebih lambat dibandingkan dengan beberapa ponsel lain di kelas harga serupa.

Untuk kebutuhan gaming kasual, perangkat ini masih mampu memberikan pengalaman yang cukup baik. Berbagai judul game dapat dijalankan dengan lancar, termasuk melalui layar cover. Kendati demikian, ukuran layar yang kecil membuat kontrol permainan terasa kurang leluasa pada beberapa game.

Secara keseluruhan, performa bukan menjadi fokus utama Motorola Razr 60. Ponsel lipat ini lebih mengutamakan desain, portabilitas, serta pengalaman penggunaan khas foldable dibandingkan dengan memprioritaskan raw performance. Bagi pengguna yang membutuhkan performa tinggi untuk gaming berat atau produktivitas intensif, masih tersedia pilihan lain yang lebih sesuai.

Antarmuka bersih dengan sentuhan fitur AI

Motorola Razr 60 menjalankan sistem operasi Android 15 dengan antarmuka Hello UI. Seperti perangkat Motorola lainnya, antarmuka ini menawarkan pengalaman yang mendekati Android murni dengan tampilan sederhana serta minimnya aplikasi bawaan yang tidak diperlukan. Namun, kami menemukan beberapa aplikasi gim pihak ketiga yang sudah terpasang sejak awal. Aplikasi tersebut memang dapat dihapus dengan mudah, tetapi kehadirannya terasa sedikit kurang sesuai dengan karakter Hello UI.

Dalam penggunaan sehari-hari, performa antarmukanya terasa responsif dan stabil. Hello UI juga membawa berbagai fitur personalisasi dari Android 15, serta fitur tambahan seperti Smart Connect yang memudahkan integrasi perangkat Motorola dengan ekosistem lainnya.

Motorola turut menyematkan rangkaian fitur AI melalui Moto AI. Fitur Catch Me Up mampu merangkum notifikasi yang terlewat, sementara Pay Attention dapat melakukan transkripsi percakapan secara real time. Ada pula AI Signature Style yang memungkinkan pengguna menerapkan gaya foto tertentu secara otomatis.

Dari sisi dukungan software, Motorola menjanjikan pembaruan sistem operasi selama tiga tahun dan pembaruan keamanan selama empat tahun. Namun, durasi tersebut mulai terasa kurang kompetitif mengingat sejumlah ponsel di kelas harga serupa kini menawarkan dukungan software yang lebih panjang.

Pengisian cepat, tetapi daya tahan kurang memuaskan

Motorola Razr 60 dibekali baterai berkapasitas 4.700 mAh dengan dukungan pengisian cepat kabel 30 watt dan pengisian nirkabel 15 watt. Dalam pengujian kami menggunakan charger bawaan, perangkat membutuhkan waktu sekitar 46 menit untuk mengisi daya dari 20 persen hingga 100 persen.

Sayangnya, daya tahan baterai menjadi salah satu kelemahan utama perangkat ini. Pada pengujian PCMark Battery Test, Razr 60 mencatatkan waktu bertahan 9,9 jam. Hasil tersebut menunjukkan kemampuan daya tahan yang masih terbatas dibandingkan sejumlah kompetitor di kelasnya.

Dalam pengujian penggunaan intensif selama dua jam yang melibatkan aktivitas streaming dan gaming, kapasitas baterai berkurang sekitar 31 persen. Sementara untuk penggunaan normal, perangkat mampu mencatatkan screen on time sekitar 6 jam.

Secara keseluruhan, kemampuan baterai Motorola Razr 60 masih cukup untuk menemani aktivitas harian dengan penggunaan sedang. Namun, bagi pengguna yang sering menjalankan aktivitas berat atau bepergian dalam waktu lama, kapasitas baterai dan efisiensinya menjadi salah satu aspek yang perlu dipertimbangkan.

Kesimpulan

Motorola Razr 60 merupakan ponsel foldable yang menawarkan pengalaman berbeda dibandingkan smartphone konvensional. Perangkat ini mengutamakan desain ringkas, tampilan stylish, serta pengalaman penggunaan yang unik bagi pengguna yang ingin tampil berbeda. Engsel yang solid, layar berkualitas, speaker yang mumpuni, dan fitur kamera yang menarik menjadi beberapa keunggulan utamanya.

Namun, Razr 60 bukan pilihan ideal bagi pengguna yang membutuhkan performa tinggi. Kinerjanya masih tergolong terbatas untuk kelas harganya, terutama saat digunakan menjalankan multitasking berat atau aplikasi yang membutuhkan daya besar. Daya tahan baterainya juga menjadi salah satu kelemahan karena belum mampu menyamai standar perangkat lain di kelas yang sama.

Terlepas dari kekurangan tersebut, Motorola Razr 60 menawarkan value yang sulit ditemukan pada ponsel lain di segmen harganya. Desain foldable yang ringkas, pengalaman multimedia yang menyenangkan, serta fitur kamera yang kreatif membuatnya menjadi pilihan menarik bagi pengguna yang ingin mencoba ponsel lipat tanpa harus mengeluarkan biaya terlalu besar.

Rating editor: 7,8/ 10

Kelebihan

Kekurangan

Motorola Razr 60 Harga
Rp. 10.264.000
Pergi Ke Toko
Rp. 10.320.000
Pergi Ke Toko
Lihat Semua
Home Reviews