Review Poco C75: HP Rp 1 Jutaan yang Kuat Diajak “Push Rank”

Ringkasan Tinjauan

Peringkat Pakar

6.9/10
Desain
 
7.5
/10
Layar
 
7.0
/10
Sistem operasi
 
8.0
/10
Kamera
 
6.5
/10
Kinerja
 
7.0
/10
Baterai
 
8.0
/10

Pros

  • Layar lebar dengan refresh rate 120 Hz
  • Charger 18 watt dalam kemasan
  • Kinerja mencukupi untuk game kompetitif populer
  • Baterai tahan lama

Cons

  • Jumlah kamera berkurang dibanding pendahulunya
  • Butuh waktu lama untuk charging
  • Bentuk frame rata kurang nyaman untuk bermain

Tak lama setelah diperkenalkan secara internasional, Poco C75 segera diboyong ke Indonesia pada akhir Oktober. Perangkat ini adalah ponsel entry-level yang merupakan suksesor Poco C65. Ada sejumlah pembaruan yang dibawa, termasuk layar yang lebih besar dan juga chipset anyar.

Nah, kira-kira apa saja yang ditawarkan oleh Poco C75 di segmen harga Rp 1 jutaan? Ikuti ulasan selengkapnya di bawah.

Desain dan layar, cerminan Redmi 14C

Seperti Poco C65 sebelumnya yang merupakan “kembaran” Xiaomi Redmi 13C, Poco C75 pun tak ubahnya Redmi 14C yang berganti nama dengan beberapa perbedaan kecil.

Desainnya pun mirip. Di punggung, kamera kini tak lagi tersusun secara vertikal di sisi kiri, melainkan berada di dalam modul berbentuk bundar di tengah.

Kesan Pertama Menggenggam Poco C75, Calon Jagoan Baru Poco di Segmen Entry Level
Bagian depan dan belakang dari Poco C75.

Sedikit bedanya, bagian belakang Poco C75 memiliki finishing glossy di area sekitar modul kamera, sementara sisanya matte dengan tekstur kesat sehingga tidak mudah ternoda sidik jari. Dua bagian berbeda finishing itu terpisah pembatas berbentuk setengah lingkaran sehingga memberi kesan yang menarik.

Pinggiran frame yang terbuat dari plastik berbentuk flat alias rata. Sayangnya di dalam kemasan tidak ada aksesori soft case untuk menambah kenyamanan saat menggenggam, tapi ini bisa dimaklumi mengingat segmen harganya.

Kendati masih terasa ringan saat dipegang karena bahan plastiknya, bodi Poco C75 sendiri berukuran lebih besar dibandingkan pendahulunya, dengan dimensi 171,9 x 77,8, x 8,2 mm dan bobot 204 gram.

Kesan Pertama Menggenggam Poco C75, Calon Jagoan Baru Poco di Segmen Entry Level
Frame pinggiran Poco C75 berbentuk rata. Modul kamera bundarnya terlihat menonjol dari bagian punggung selebihnya.
Review Poco C75: HP Rp 1 Jutaan yang Kuat Diajak "Push Rank"
Bagian bawah Poco C75 (foto kanan) memuat konektor USB C dan loudspeaker, sementara di sisi atas terdapat konektor jack audio 3,5 mm.

Sebab, layarnya juga kini lebih lebar dengan diagonal mencapai 6,88 inci.Layar tersebut menggunakan panel IPS LCD dengan resolusi 720 x 1.640 piksel dan memiliki refresh rate hingga 120 Hz. Di bagian atasnya terdapat poni kecil yang memuat kamera depan. 

Dengan tingkat kecerahaan 450 nits (typical)/ 600 nits (HBM), tampilan layar Poco C75 masih mudah dilihat di kondisi outdoor, tapi agak gelap saat berada di bawah sinar matahari langsung. Warna-warna tampil agak pucat, khas panel LCD di segmen harga ini. 

Isi kemasan dan penampilan dari Poco C75 selengkapnya dapat dilihat dalam artikel unboxing oleh 91Mobiles Indonesia di tautan berikut. 

Kamera, berkurang tapi masih mencukupi

Modul berbentuk bundar di punggung Poco C75 menampung empat buah penampang lensa. Namun, jumlah kamera belakangnya sebenarnya hanya dua, terdiri dari kamera utama 50 MP (f/1.8) dan “auxilliary lens” yang tidak dijelaskan apa fungsinya. Dua penampang lain diisi oleh LED flash dan slogan berbunyi “50 MP

Artinya, Poco C75 memiliki kamera belakang lebih sedikit dari pendahulunya, Poco C65 yang juga datang dengan kamera macro 2 MP, di samping kamera utama 50 MP (f/1,8) dan auxilliary lens. Kualitas kamera macro di pendahulunya itu memang tak bagus-bagus amat, tapi tetap saja ada pengurangan dalam aspek ini.

"Review

Kualitas tangkapan gambar kamera utamanya sendiri cukup bagus dan banyak terbantu oleh fitur auto HDR, terutama dalam kondisi pencayahaan kontras seperti di siang hari dengan pancaran sinar matahari terik.

Fitur auto HDR ini juga tersedia untuk kamera depan yang beresolusi 13 MP (f/2.0) sehingga sangat berguna untuk foto-foto selfie dalam kondisi backlit. Kamera depan jadi mampu mempertahankan detil di area highlights seperti background langit.

Review Poco C75: HP Rp 1 Jutaan yang Kuat Diajak "Push Rank"
Contoh foto kamera utama Poco C75 di kondisi outdoor.
Review Poco C75: HP Rp 1 Jutaan yang Kuat Diajak "Push Rank"
Asalkan cahaya cukup, hasil-hasil fotonya tampil tajam dengan detil yang dapat dipertahankan dengan cukup baik, walaupun warna-warnanya kurang cerah dan cenderung pucat.

Ketika level cahaya menurun, seperti saat malam hari atau berada di kondisi dalam ruangan, kualitas gambar lekas mengalami penurunan pula, terutama detil-detil kecil yang hilang karena efek noise reduction.

Review Poco C75: HP Rp 1 Jutaan yang Kuat Diajak "Push Rank"
Contoh foto kamera utama Poco C75 di kondisi malam hari.
Review Poco C75: HP Rp 1 Jutaan yang Kuat Diajak "Push Rank"
Contoh foto kamera utama Poco C75 di kondisi indoor (foto kiri) dan malam hari.

Kendati demikian, apabila berada di lingkungan yang cukup terang saat malam hari, misalnya di area gedung di mana terdapat banyak lampu, Poco C75 masih dapat menghasilkan foto yang tampak cukup indah. Jika cahaya terlalu gelap, ada night mode yang dapat membantu meningkatkan exposure dan kualitas secara keseluruhan.

Untuk perekaman video, Poco C75 mentok di pilihan resolusi 1080p 30 fps untuk kamera belakang maupun kamera depan. Overall, kameranya boleh dibilang masih memadai untuk keperluan menjepret dan merekam sehari-hari.

vReview Poco C75: HP Rp 1 Jutaan yang Kuat Diajak "Push Rank"
Contoh foto kamera depan Poco C75 di kondisi siang dan malam hari.

Performa, siap diajak “push rank”

Seperti halnya Redmi 14C, Poco C75 pun menjalankan sistem operasi HyperOS berbasis Android 14. Terdapat sejumlah aplikasi pre-installed di sini, beberapa di antaranya merupakan game. Untungnya ruang penyimpanan masih tersisa banyak. Pengguna bisa menghapus bloatware tersebut dapabila tidak diinginkan.  

Dapur pacu Poco C75 kini mengandalkan chip MediaTek Helio G81 Ultra yang memiliki spesifikasi mirip Helio G85 sebelumnya, dengan CPU octa-core 2x 2,0 GHz Cortex-A75, 6x 1,8 GHz Cortex-A55, dan GPU Mali-G52 MC2.

Review Poco C75: HP Rp 1 Jutaan yang Kuat Diajak "Push Rank"
Poco C75 menjalankan sistem operasi HyperOS berbasis Android 14.

Chipset tersebut dipasangkan dengan dua opsi konfigurasi media internal, yakni 6 GB/ 128 GB atau 8 GB/ 256 GB. Kebetulan unit review yang diterima 91Mobiles Indonesia adalah varian 8 GB/ 256 GB warna hitam.

Skornya di aplikasi benchmark AnTuTu termasuk entry level dengan kisaran 260.000 poin. Demikian pula di Geekbench dengan skor di kisarn 400 poin untuk uji single-core dan 1.300 poin untuk uji multi core. Perangkat ini tidak mengalami penurunan kinerja berarti saat diuji dengan CPU throttling test selama 20 menit.

"Review

Kendati termasuk HP murah meriah, Poco C75 ternyata masih sanggup menjalankan game kompetitif populer seperti PUBG Mobile. Setting grafis maksimum yang bisa dipilih adalah “HD” dengan frame rate “High”. Dengan setelan tersebut, game bisa dimainkan dengan cukup lancar dengan frame rate yang konsisten.

Tersedia juga pilihan grafis “Balanced” dengan frame rate “Ultra”. Namun, ketika dijajal, frame rate-nya fluktuatif, sering mengalami penurunan saat pertempuran sehingga mengganggu kenyamanan bermain. Oleh karena itu, jika ingin game berjalan semulus mungkin, sebaiknya pilih saja setting gratis “Smooth” dengan pasangan frame rate “Ultra”.

Game MOBA populer Mobile Legends: Bang-bang bisa dijalankan dengan setelan grafis “High” dan frame rate “High”. Permainan bisa dijalankan dengan mulus di setting tersebut. Kadang terasa ada sedikit pelambatan saat terjadi war sengit di layar, walaupun tidak sampai mempengaruhi kenyamanan.

Review Poco C75: HP Rp 1 Jutaan yang Kuat Diajak "Push Rank"
Setting grafis di game PUBG Mobile dan Mobile Legends ini bisa dijalankan dengan lancar oleh Poco C75.

Mobile Legends memang game ringan, tapi tak semua HP entry-level bisa menjalankannya dengan mulus. Untuk Poco C75, asalkan didukung koneksi internet stabil untuk menghindari lag, ponsel ini siap diajak serius push rank dan tidak akan bikin malu.

Bagaimana dengan game kelas berat seperti Genshin Impact? 91Mobiles Indonesia mencobanya karena penasaran. Sayangnya, game ini memang bisa dimainkan, tapi tidak ideal karena tampilannya buram dengan setting grafis lowest -termasuk render resolution. Apabila setelan grafis dinaikkan, jalannya game terpatah-patah. Jadi, idealnya Poco C75 untuk memainkan judul-judul kompetitif seperti PUBG Mobile dan Mobile Legends saja.

Sedikit catatan di sini, bentuk frame Poco C75 yang rata terasa mengganjal di telapak tangan dan lama-kelamaan membuat agak sakit. Apabila ingin bermain dengan lebih nyaman, mungkin ada baiknya mempertimbangkan pembelian softcase untuk perangkat ini.

Baterai dan pengisian daya

Poco C75 dibekali baterai berkapasitas 5.160 mAh, meningkat sedikit dari Poco C65 sebelumnya yang mematok angka 5.000 mAh. Kapasitas tersebut nyatanya mampu membuat ponsel ini bertahan lebih dari seharian sebelum perlu dicolok ke charger.

Untuk main game, kapasitasnya berkurang sekitar 10 persen saat dipakai bermain Mobile Legends selama 1 jam. Jadi, si pengguna agaknya akan keburu pegal dan lelah push rank lebih dulu sebelum HP ini kehabisan baterai.

Kesan Pertama Menggenggam Poco C75, Calon Jagoan Baru Poco di Segmen Entry Level
Unit charger Poco C75 memiliki keluaran daya 18 watt (foto kiri). Isi kemasannya terbilang lengkap untuk ponsel sekelasnya.

Biarpun harganya hanya sejutaan, untungnya Poco tidak pelit menyangkut urusan isi-mengisi daya. Di kotak kemasan tersedia charger dengan keluaran 18 watt sesuai dengan dukungan fast charging Poco C75, lengkap dengan kabel USB A ke USB C.

Namun, proses charging tetap membutuhkan waktu yang relatif lama. Ketika dicoba dengan charger dan kabel bawaan, proses pengisian daya baterai dari keadan kosong hingga 100 persen penuh berlangsung sekitar 2 jam.

Kesimpulan

Terlepas dari kemiripannya dengan “saudara kembar” Redmi 14C, Poco C75 merupakan pilihan menarik di segmen harga Rp 1 jutaan. Ponsel ini memiliki tenaga cukup untuk menjalankan game kompetitif populer seperti Mobile Legends dengan mulus serta sanggup diajak bermain hingga berjam-jam. Apalagi, layarnya juga lebar sehingga area permainan tampak lebih luas

Kecepatan pengisian dayanya memang tak bisa menyaingi model-model HP lain yang diposisikan lebih tinggi, tapi setidaknya Poco masih menyediakan charger 18 watt di dalam kemasan C75. Aspek lain seperti kamera termasuk standar untuk kelasnya dan masih bisa diandalkan untuk kebutuhan sehari-hari ataupun upload ke media sosial.

Ditambah dengan desain baru yang menarik serta banderol ramah kantong, Poco C75 layak dipertimbangkan apabila Anda sedang mencari perangkat baru di harga terhangkau. Poco C75 dipasarkan di Indonesia dengan harga Rp 1.449.000 untuk varian 6 GB/ 128 GB dan Rp 1.749.000 untuk versi 8 GB/ 256 GB.

Rating editor: 7 / 10

Kelebihan:

  • Layar lebar dengan refresh rate 120 Hz
  • Charger 18 watt dalam kemasan
  •  Kinerja mencukupi untuk game kompetitif populer
  • Baterai tahan lama

Kekurangan:

  • Jumlah kamera berkurang dibanding pendahulunya
  • Butuh waktu lama untuk charging
  • Bentuk frame rata kurang nyaman untuk bermain