Review Poco X7 Pro: Performa Terbaik di Kelasnya

Ringkasan Tinjauan

Peringkat Pakar

8.1/10
Desain
 
8.0
/10
Layar
 
8.0
/10
Sistem operasi
 
7.5
/10
Kamera
 
7.5
/10
Kinerja
 
8.4
/10
Baterai
 
8.0
/10

Pros

  • Desain atraktif, terutama varian Poco Yellow
  • Performa buas
  • Baterai tahan lama
  • Layar cerah dan memanjakan mata

Cons

  • Hasil foto kalah saing
  • Banyak aplikasi prainstal (bloatware)

Poco X7 Pro menghadirkan banyak hal untuk pertama kalinya, baik di lini Poco X series itu sendiri maupun di segmen harganya. Ini adalah salah satu ponsel perdana di Indonesia yang diotaki Dimensity 8400 Ultra, sekaligus salah satu yang pertama di kelasnya yang dibekali baterai silikon-karbon berkapasitas 6.500 mAh. Bukan itu saja, Poco X7 Pro juga menjadi HP pertama di seri Poco X yang mendukung pengisian cepat 90 watt.

Fitur lainnya mencakup kamera utama Sony LYT beresolusi 50 MP serta layar AMOLED 6,67 inci yang mendukung tingkat kecerahan maksimal 3.200 nit. Seolah tak cukup, Poco X7 Pro juga menawarkan daya tahan terbaik di kelasnya lantaran tersertifikasi IP66, IP68, dan IP69.

Namun pertanyaannya, apakah semua fitur di atas sudah cukup untuk membuatnya layak dibeli, dan apakah ada hal lain yang membuatnya lebih menarik? Mari kita cari tahu lebih lanjut pada artikel review Poco X7 Pro berikut ini.

Table of Contents

Kesimpulan awal

Poco X7 Pro merupakan pilihan yang layak bagi pengguna yang memerlukan kinerja tinggi. Ponsel ini unggul dalam kemampuan gaming, kualitas layar, dan daya tahan baterai, sekaligus menawarkan desain yang khas. Meskipun begitu, perangkat ini belum bisa disebut sebagai paket lengkap terbaik di kelas harganya, karena masih ada ruang peningkatan pada sektor kamera dan pengalaman perangkat lunak.

Desain dan layar

Poco kini tidak lagi menggunakan desain kamera persegi besar khas seri sebelumnya dan beralih ke tampilan yang lebih modern dan ramping. Smartphone ini sekarang punya modul kamera vertikal berbentuk oval yang menampung dua sensor kamera. Modul kamera ini memang sedikit menonjol dari bodi, sehingga membuat perangkat agar goyang saat diletakkan di permukaan datar, misalnya seperti meja.

Unit yang diterima tim 91Mobiles hadir dengan warna kuning khas Poco yang mencolok dan menarik perhatian, berpadu dengan finishing dua nada (dual-tone) di panel belakang. Sisi belakangnya terbuat dari kulit imitasi dengan pola berbeda pada area hitam dan kuning, kian menambah nilai estetika sekaligus memberikan sensasi genggaman yang premium.

Poco X7 Pro sendiri memiliki ketebalan 8,45 mm, bobot 203,5 gram, dan tersertifikasi IP69. Dari sini terlihat bahwa ponsel tersebut punya bodi yang sangat ringkas mengingat dirinya dibekali baterai di atas 6.000 mAh.

Sejumlah sentuhan kecil namun berkesan turut ditampilkan pada bodi Poco X7 Pro, misalnya seperti cincin kamera yang mengilap, tombol daya berwarna kuning, serta logo Poco di sisi bawah. Sisi datar dengan warna hitam matte miliknya pun tak hanya sekadar mempercantik dirinya agar tampak elegan, namun juga memberikan sensasi grip yang nyaman dan aman. Permukaannya pun tahan terhadap bekas sidik jari dan noda, menjaga tampilannya tetap bersih kendati sering digunakan.

Bagi yang mengutamakan ketahanan fisik, Poco X7 Pro sudah disertai dengan casing TPU berkualitas tinggi dalam paket penjualan serta mendukung sertifikasi IP66, IP68, dan IP69, menjadikannya salah satu smartphone paling tangguh di kelas harganya.

Walaupun bobotnya sedikit melampaui 200 gram, perangkat ini tetap nyaman digunakan dalam waktu lama tanpa membuat tangan pegal. Di sisi bawahnya, tersedia port USB Type-C untuk mengisi daya dan mentransfer data, serta dual speaker yang didukung Dolby Atmos. Kualitas audionya jernih, bertenaga, dan bebas distorsi bahkan pada volume paling kencang sekalipun.

Fitur lainnya mencakup IR Blaster, Dual SIM 5G, Wi-Fi 6, dan Bluetooth 5,3. Semuanya ini melengkapi pengalaman penggunaan sehari-hari yang solid dan serbaguna.

Perihal pengalaman menonton, Poco X7 Pro menawarkan layar datar 6,73 inci menggunakan teknologi AMOLED pada resolusi 1,5K. Kecerahan maksimalnya mencapai 3.200 nit, serta mendukung refresh rate adaptif hingga 120 Hz. Refresh rate 120 Hz tersebut bisa dikustomisasi untuk masing-masing aplikasi. Pada dasarnya, pengguna hanya dapat mengizinkan sejumlah aplikasi (kecuali dibatasi oleh setting masing-masing aplikasi tersebut) untuk berjalan pada refresh rate tinggi.

Pembatasan ini dilakukan guna mengurangi konsumsi daya. Layar ponsel ini juga tersertifikasi TUV Rheinland, sehingga terbebas dari kedipan (flicker) dan minim cahaya biru yang dapat membuat mata lelah. Selain itu, layar tersebut juga hadir dengan sertifikasi HDR10+ dan Dolby Vision, menampilkan tampilan visual yang tajam untuk konten-konten yang mendukung pada platform seperti YouTube.

Viewing angle pada layar ponsel ini juga menakjubkan, begitu pun dengan warna-warnanya yang hidup dan cerah meski dilihat di luar ruangan di bawah terik matahari. Pada pengujian laboratorium tim 91Mobiles, perangkat ini sanggup mencapai kecerahan maksimal hingga 781 nit dengan konten HDDR pada kondisi pencahayaan sekitar 1.700 nit.

Poco X7 Pro juga tampil dengan bezel sangat tipis serta memiliki kamera depan punch hole berukuran kecil, memberikan pengalaman menonton immersive tanpa gangguan visual.

Kamera

Poco X7 Pro dilengkapi dua kamera belakang, yakni kamera utama Sony LYT 600 50 MP yang dibekali OIS, serta kamera ultrawide 8 MP. Di bagian depan, terdapat kamera 20 MP untuk menunjang selfie dan video call.

Setup kamera ini terbilang standar untuk ponsel di kelas harga Rp 5 juta, namun tetap saja tergolong impresif untuk ponsel yang fokus utamanya untuk dijadikan sarana gaming. Soal kemampuan kameranya, Poco X7 Pro sanggup mendeteksi tepi pada mode portrait.

Dynamic range pada hasil fotonya juga terbilang luas. Hanya saja, kameranya agak kewalahan dalam menghasilkan warna yang akurat, mempertahankan detail pada wajah, serta menghasilkan kualitas background blur yang baik. Namun pada kondisi minim cahaya, Poco X7 Pro masih bisa diandalkan.

Performa dan software

Urusan dapur pacu, Poco X7 Pro diotaki dengan Dimensity 8400 Ultra yang merupakan salah satu chipset menengah terbaru dari MediaTek. Pada SoC (System-on-Chip) tersebut, terdapat konfigurasi 8-core CPU yang mencakup Cortex A725 pada clock speed 3,25 GHz berikut GPU Mali G720.

Selain itu, chip ini dirancang untuk menangani tugas-tugas AI pada kemampuan yang setara dengan chipset flagship MediaTek Dimensity 9400. Chip ini memiliki performa yang solid, baik pada pengujian benchmark sintetis maupun pengujian gaming yang kami lakukan.

Poco X7 Pro mampu menorehkan skor AnTuTu melampaui 1,5 juta poin, sedikit lebih rendah dari skor 1,7 juta poin yang diklaim Poco. Namun, skor 1,5 juta poin ini masih jauh lebih besar dibandingkan sejumlah kompetitornya, seperti Motorola Edge 50 di angka 700 ribuan dan OnePlus Nord 4 di angka 1,1 jutaan.

Skor tinggi juga didapatkan pada pengujian Geekbench, meraih 1.590 poin untuk single-core dan 6.250 poin untuk multi-core. Tidak heran, perangkat ini terasa mulus saat membuka dan berganti aplikasi. Walau performa keseluruhannya terasa lancar, sayangnya ponsel ini masih sedikit rentan throttling. Pada pengujian Burnout CPU Throttle Test, performa maksimal ponsel ini menurun ke 66,9 persen, menandakan adanya penurunan kinerja saat menangani beban berat.

Seperti yang sempat disinggung, Poco X7 Pro sungguh menonjol dalam hal aktivitas gaming. Ponsel ini mampu meraih frame rate tinggi pada sejumlah judul populer seperti BGMI (PUBG Mobile versi India), COD Mobile, dan Real Racing 3. Kehadiran vapour chamber seluas 5.000 mm persegi di ponsel ini juga turut membantu dalam mengurangi suhu berlebih, tercermin dari suhu perangkat yang hanya meningkat ke 25,7 derajat Celsius. Sejumlah rivalnya mungkin lebih baik dalam hal efisiensi termal, namun Poco X7 Pro itu sendiri nyatanya tidak menampilkan frame drop atau stutter saat dimainkan.

Meskipun kami tidak mendapatkan data rata-rata frame per second (FPS) pada perangkat ini, data internal menunjukkan bahwa Poco X7 Pro mencapai puncak 71 FPS saat memainkan BGMI dengan pengaturan grafis Ultra HDR, frame rate Ultra, dan dengan fitur Wild Boost aktif. Kombinasi tersebut memastikan jalannya permainan tetap mulus bahkan saat adegan intens.

Smartphone ini juga dilengkapi fitur Wild Boost 3.0 yang menggunakan optimalisasi berbasis kecerdasan buatan (AI) guna meningkatkan performa melalui rendering gambar lebih cepat, responsivitas tinggi, dan peningkatan stabilitas secara keseluruhan.

Selain itu, Poco X7 Pro juga mengusung RAM LPDDR5X dan penyimpanan internal UFS 4.0 yang memastikan kecepatan transfer data serta multi-tasking terasa optimal. Unit yang kami uji merupakan varian RAM 12 GB dengan storage 256 GB, mampu menangani banyak aplikasi di latar belakang tanpa hambatan berarti. Akan tetapi, perangkat ini terasa sedikit lambat saat mengambil foto secara berurutan, menunjukkan bahwa kecepatan pemrosesan kameranya masih dapat ditingkatkan.

Beralih ke software, Poco X7 Pro menjalankan HyperOS 2.0 secara out-of-the-box. Ini adalah antarmuka kustom terbaru dari Poco yang dibangun di atas Android 15. Versi baru ini menghadirkan peningkatan kecil pada kinerja dan tampilan antarmuka pengguna, termasuk efek transisi yang lebih halus, widget kustom, dan berbagai penyempurnaan lain untuk pengalaman navigasi antarmuka yang lebih mulus.

Salah satu sorotan utama dari pembaruan ini adalah fitur kecerdasan buatannya. Fitur-fitur tersebut serupa dengan yang ditemukan di smartphone lain, namun menarik karena kini ponsel kelas mid-range pun juga mulai mengadopsi teknologi AI tersebut.

Perlu dicatat bahwa fitur AI pada Poco X7 Pro memerlukan koneksi internet aktif untuk mengunduh modul tambahan serta untuk menunjang fungsi secara optimal. Secara umum, fitur-fitur tersebut bekerja dengan cukup baik, namun masih ada ruang untuk perbaikan. Misalnya saja, AI Eraser miliknya sanggup menghapus objek tak diinginkan dengan baik pada latar belakang statis, namun kurang akurat pada adegan yang lebih kompleks. Hal serupa juga terjadi pada fitur AI Sky Replacement, yang tidak selalu berhasil menampilkan langit secara realistis.

Dari segi kreativitas, Poco X7 Pro juga menghadirkan fitur AI Smart Clip yang ditujukan untuk pengguna kasual. Fitur ini memungkinkan pengguna membuat video highlight sederhana dari momen favorit mereka secara otomatis. Hasilnya memang tergolong basic, namun pengguna tetap bisa menambahkan sentuhan pribadi melalui 18 pilihan template dan 30 trek musik latar yang berbeda, sehingga setiap klipnya jadi terasa lebih unik. Selain itu juga, terdapat opsi pengeditan lanjutan seperti penambahan filter, pengubahan rasio aspek, dan beberapa penyesuaian lain untuk memberikan fleksibilitas kreatif yang lebih luas bagi para penggunanya.

Baterai dan pengisian daya

Poco X7 Pro dilengkapi dengan baterai berkapasitas besar 6.550 mAh, menetapkan stanar baru di kelas harga menengah. Menariknya, Poco berhasil menghadirkan baterai sebesar ini tanpa menambah ketebalan atau bobot berlebih pada perangkat. Hal ini dimungkinkan dengan penggunaan baterai berbasis silikon-karbon, sehingga memiliki kepadatan energi yang lebih tinggi dibandingkan baterai lithium-ion konvensional. Alhasil, baterai ini mampu menyimpan lebih banyak daya dalam bentuk yang tetap ringkas.

Meski hasil di pengujian PC Mark Battery menunjukkan waktu penggunaan 14 jam 53 menit, yang tampak biasa saja untuk kapasitas sebesar itu, efisiensinya dalam penggunaan nyata seperti streaming video dan bermain game justru sangat mengesankan.

Selama pengujian, efisiensi baterai Poco X7 Pro benar-benar terbukti lantaran baterainya hanya terkuras 3 persen saat menonton YouTube selama 30 menit. Lalu, sesi gaming intensif selama 1,5 jam (BGMI, COD Mobile, Real Racing 3, masing-masing 30 menit) hanya menguras baterai 7 persen.

Daya tarik lainnya dari Poco X7 pro adalah kecepatan pengisian dayanya. Smartphone ini dilengkapi fitur fast charging 90 watt dan sudah disertakan charger bawaan dalam paket penjualannya. Hal ioni memungkinkan perangkat terisi penuh kurang dari 60 menit.

Selain itu juga terdapat mode pengisian Top Speed yang bisa diaktifkan via menu pengaturan. Saat mode ini aktif, baterai dapat terisi dari 20 persen hingga 100 persen dalam sekitar 30 menit. Namun, mode ini berpotensi meningkatkan suhu perangkat. Untungnya saja, selama pengujian di musim dingin New Delhi, India, tidak ada peningkatan suhu signifikan yang terdeteksi saat fitur ini diaktifkan.

Kesimpulan

Poco X7 Pro semakin memperkuat posisi pihak vendor smartphone di segmen harga Rp 5 juta, dengan performa dan desain yang mengesankan. Beberapa fitur unggulannya mencakup chipset MediaTek Dimensity 8400 Ultra, baterai 6.550 mAh berbasis silikon-karbon, serta pengisian cepat 90 watt via kabel, menjadikannya salah satu pilihan paling menarik di kelasnya. Selain itu, layar AMOLED yang cerah dengan tingkat kecerahan terbaik di industri serta berbagai optimisasi untuk gaming menjadikannya cocok bagi pengguna umum maupun gamer berat.

Namun, Poco X7 Pro tetap tidak luput dari kekurangan. Kameranya memang mampu menghasilkan foto bagus dalam kondisi tertentu, namun kualitas warna alami dan konsistensinya masih terginggal dibandingkan para pesaing, terutama pada mode portrait dan selfie. Selain itu, suhu perangkat bisa meningkat saat digunakan untuk beban berat, dan antarmuka perangkat lunak yang tampak berantakan dengan banyak aplikasi bawaan. Ini menunjukkan bahwa sisi software masih kurang ideal.

Di luar itu, HyperOS 2.0 miliknya hadir dengan fitur melimpah, menawarkan peningkatan signifikan serta optimasi berbasis AI. Ditambah lagi dengan sertifikasi IP69, bodinya yang berlapis kulit imitasi tahan lama, dan daya tahan baterai mumpuni, kian menjadikan ponsel ini semakin menarik. Dengan harga mulai dari Rp 5 juta di Indonesia, Poco X7 Pro layak dipertimbangkan sebagai salah satu pilihan terbaik di kelas menengah.

Rating editor: 8 / 10

Alasan membeli:

Alasan tidak membeli:

POCO X7 Pro Harga
Rp. 3.906.000
Pergi Ke Toko
Rp. 5.075.000
Pergi Ke Toko
Rp. 10.000.000
Pergi Ke Toko
Lihat Semua
Home Reviews