Setelah 2 tahun, Samsung akhirnya merilis suksesor Galaxy Tab A9 Plus sebagai tablet 11 inci berharga terjangkau. Perangkat bernama Galaxy Tab A11 Plus itu mendarat di Indonesia pada Desember tahun lalu. Tampilan Galaxy Tab A11 Plus sangat mirip dengan pendahulunya, tapi Samsung menerapkan sejumlah pembaruan dari segi hardware.
Table of Contents
Galaxy Tab A11 Plus bisa dibilang adalah Galaxy Tab A9 Plus yang lebih bertenaga. Tablet ini mempertahankan banyak aspek dari produk sebelumnya sambil menghadirkan dapur pacu yang lebih baru dan banderol terjangkau. Apsek hiburannya ditunjang keluaran audio mumpuni sementara DeX membantu untuk multitasking.
Seperti biasa untuk perangkat Samsung, Galaxy Tab A11 Plus datang dengan kelengkapan minimalis. Di dalam kotak kemasannya yang tipis hanya terdapat sebuah folder karton berisi panduan singkat, SIM card ejector tool, dan kabel berjenis USB C ke USB C.
Tidak ada unit charger yang disertakan. Meskipun memiliki kapasitas baterai yang sama (7.0490 mAh), Galaxy Tab A11 Plus sebenarnya mendukung pengisian daya cepat 25 watt yang lebih tinggi dibandingkan Galaxy Tab A9 Plus pendahulunya (15 watt). Namun, pengguna harus menyediakan sendiri charger yang sesuai.
Di Indonesia, Samsung memaketkan Galaxy Tab A11 Plus bersama Trifold book cover. 91mobiles Indonesia mendapatkan aksesori tersebut yang bermerek Mobeen. Bentuknya seperti book cover untuk tablet pada umumnya dengan hard case pelindung perangkat serta penutup layar yang bersifat magnetik dan bisa dilipat untuk difungsikan sebagai stand.
Sebagai suksesor Galaxy Tab A9 Plus, desain Galaxy Tab A11 Plus nyaris tak berbeda dibandingkan pendahulunya itu. Perangkat ini tetap berdimensi fisik 257,1 x 168,7 x 6,9 mm dengan bobot 477 gram yang hanya berselisih tipis dibandingkan tablet sebelumnya.
Kebetulan 91mobiles Indonesia mendapatkan model WiFi only dari Galaxy Tab A11 Plus. Tersedia pula model 5G dengan laci SIM card yang mampu menampung sebuah kartu nano-SIM, di samping kartu memori microSD (hingga 2 TB). Bobotnya sedikit lebih berat di angka 482 gram. Di luar dua hal tersebut, tidak ada perbedaan lain di antara versi WiFi dan 5G.
Bagian punggung terlihat sederhana dengan finishing matte dan sedikit garis aksen duo tone di salah satu sisi yang memuat logo Samsung. Tubuh tablet ini juga tahan debu dan cipratan air dengan sertifikasi IP52 sehingga diklaim tetap aman saat digunakan di luar ruangan.
Layar Galaxy Tab A11 Plus sendiri masih menggunakan panel TFT LCD 11 inci (1.920 x 1.200 piksel) dengan refresh rate 90 Hz. Rangkaian kameranya juga diwariskan dari Galaxy Tab A9 Plus, dengan kamera belakang 8 MP dan kamera depan 5 MP.
Satu fitur yang cukup menarik dari tablet ini adalah kehadiran empat buah speaker stereo dengan teknologi audio Dolby Atmos. Ada dua buah speaker di tiap sisi kiri dan kanan apabila tablet ditempatkan dalam orientasi horizonal, ideal untuk konsumsi konten seperti streaming video.
Selain konektor USB C standar, Samsung juga masih menyertakan port jack audio 3,5 mm di salah satu pojokan Galaxy Tab A11 Plus sehingga pengguna bisa memasang headphone berkabel ataupun perangkat audio lain apabila diinginkan.
Keempat speaker Dolby Atmos Galaxy Tab A11 Plus langsung menunjukkan keandalannya ketika digunakan untuk menonton video, dengan menghasilkan suara yang lantang. Suaranya terdengar cukup jernih untuk ukuran perangkat mobile, meskipun frekuensi rendahnya (bass) kurang terasa.
Tablet ini sudah menjalankan One UI 8.0 berbasis Android 16 tebaru secara out-of-the-box. Samsung memberikan dukungan pembaruan OS yang sangat lama untuk Galaxy Tab A11 Plus, yakni mencapai 7 generasi versi Android dan 7 tahun patch sekuriti. Durasi tersebut bahkan lebih lama dari beberapa perangkat flagship.
One UI 8.0 di Galaxy Tab 11 Plus juga datang lengkap dengan Samsung Dex versi terbaru yang dapat diaktifkan dengan mudah lewat menu quick settings dari atas layar.Saat diaktifkan, Samsung Dex mengubah tampilan antarmuka tablet menjadi mirip PC/ laptop dengan dock atau taskbar berukuran kecil di sisi bawah yang memuat rangkaian shortcut aplikasi.
Pengguna Galaxy Tab A11 Plus bisa membuka beberapa aplikasi sekaligus dan dapat mengatur ukuran jendela masing-masing aplikasi dengan leluasa, seperti halnya di tampilan OS komputer desktop.
Jadi, bukan hanya tampilan split screen seperti pada umumnya di tablet. Multitasking pun jadi mudah karena pengguna bisa berpindah-pindah antar jendela aplikasi yang terbuka dengan gesit di tampilan DeX Galaxy Tab A11 Plus.
Samsung turut menyematkan sejumlah fitur berbasis AI seperti Gemini dan Circle to Search Google. Aplikasi Samsung Notes juga memiliki fitur AI Solve Math untuk secara otomatis mengerjakan soal matematika yang ditulis tangan di layar.
Untuk keperluan produktivitas lain, Galaxy Tab A11 Plus sayangnya tidak datang dengan keyboard ataupun stylus S Pen yang bisa berguna untuk berbagai keperluan. Namun, setidaknya pengguna masih bisa mengetik dengan cukup nyaman di permukaan layar.
Soal layar, panel TFT LCD yang digunakan Galaxy Tab A11 Plus menghasilkan warna-warna yang cenderung pudar, dengan viewing angle yang agak sempit pula. Bezel di sekeliling cukup tebal dan layar juga tidak terlalu terang saat digunakan di luar ruangan. Namun, beberapa keterbatasan itu masih bisa dimaklumi mengingat segmen harganya.
Aspek kamera jelas bukan prioritas utama di Galaxy Tab A11 Plus karena konfigurasinya masih tak berubah dari perangkat terdahulu, dengan kamera belakang beresolusi 8 MP dan kamera depan 5 MP yang diposisikan mirip webcam di laptop.
Kualitas kamera belakang ternyata masih lumayan bagus apabila terdapat cahaya yang mencukupi di sekitar pengguna. Image quality kamera depan terpaut cukup jauh dari kamera belakang dengan warna-warna washed out dan dynamic range sempit, tapi masih dapat diandalkan sekadar untuk video call.
Bagaimana dengan kinerjanya? Berbekal chipset MediaTek Dimensity 7300, RAM 6 GB, dan media internal 128 GB, Galaxy Tab A11 Plus mencetak skor cukup tinggi di benchmark AnTuTu Lite, Geekbench, dan PCMark.
Berbeda dari Galaxy Tab A9 Plus sebelumnya yang tersedia dalam varian memori 4 GB/ 64 GB dan 8 GB/ 128 GB, Galaxy Tab A11 Plus kini hanya dipasarkan dalam satu konfigurasi 6 GB/ 128 GB saja. Namun, kinerjanya secara keseluruhan leih kencang dari perangkat terdahulu.
Performa Galaxy Tab A11 Plus tercermin dalam pengalaman penggunaannya yang relatif mulus tanpa hambatan bahkan ketika menjalankan beberapa apliakasi sekaligus. Dengan kinerja yang lebih tinggi dibanding Galaxy Tab A9 Plus sebelumnya, tablet ini pun ternyata masih bisa diandalkan untuk bermain game.
Ketika dicoba untuk bermain PUBG Mobiles, Galaxy Tab A11 Plus sanggup menangani setting grafis “Smooth” dan frame rate “Extreme” dengan lancar. Begitu pula dengan Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) yang tergolong game ringan.
Persoalan saat bermain game kompetitif macam PUBG dan MLBB mungkin bukan soal kinerja, tapi lebih di kenyamanan subyektif saat menggunakan tablet untuk bermain.
Apabila terbiasa menggunakan ponsel, mungkin layout kendali on-screen mesti disesuaikan agar lebih mudah dijangkau. Bobot perangkat 11 inci seperti tablet ini pun bisa membuat pegal jika dipakai push rank berlama-lama.
Sebagai kelanjutan dari Galaxy Tab A9 Plus sebelumnya, perubahan utama yang dihadirkan oleh Galaxy Tab A11 Plus terletak di bagian dalam, pada rangkaian hardware yang digunakan sehingga kinerjanya meningkat. Sementara, bagian luar relatif masih sama dengan pendahulunya itu.
Skenario penggunaannya pun mirip. Tablet ini cocok untuk konsumsi konten dan berbagai kegiatan lain, terutama multitasking dengan beberapa jendela aplikasi yang bisa terbuka bersamaan berkat antarmuka DeX. Pengguna, misalnya, bisa memasak sambil membuka video tutorial di satu jendela dan detil resep masakan di jendela lain.
Pengguna pun dapatmemakai tablet untuk melakukan pekerjaan ringan yang membutuhkan coretan di layar atau input berbasis teks. Sayang, Samsung tak memasarkan aksesori S Pen atau cover keyboard resmi untuk Galaxy Tab A11 Plus.
Kendati demikain, di pasaran tersedia beberapa pena stylus dan keyboard pihak ketiga yang bisa dicoba. Produk yang kompatibel dengan Galaxy Tab A9 Plus mestinya bisa digunakan juga di Galaxy Tab A11 Plus karena desain dan dimensi keduanya identik.
Daya tarik utama Galaxy Tab A11 Plus terletak pada harganya. Perangkat ini adalah salah satu tablet termurah dari Samsung dengan banderol mulai Rp 3 juta. Kendati relatif terjangkau, masa dukungan sistem operasinya yang mencapai 7 tahun bisa mengalahkan perangkat-perangkat mahal.
Yang perlu dicermati adalah perbedaan harga antar variannya. Galaxy Tab A11 Plus WiFi dijual seharga Rp 2.999.000, sedangkan banderol versi 5G berselisih cukup jauh di angka Rp 3.999.000. Di luar konektivitas seluler, tidak ada perbedaan spesifikasi lain antara keduanya sehingga Galaxy Tab A11 Plus WiFi menjadi pilihan yang lebih menarik.
Rating editor: 7/10
Kelebihan:
+ Punya 4 speaker dengan suara lantang
+ Kinerja lebih tinggi dibanding pendahulu
+ Masa dukungan OS mencapai 7 tahun
+ Antarmuka DeX mempermudah multitasking
Kekurangan:
– Aspek lain di luar chipset masih identik dengan sebelumnya
– Kamera depan kurang bagus
– Beda harga jauh antara versi WiFi dan 5G