Review Vivo V60 Lite 5G: HP Ramping Cocok untuk Main dan Motret

Vivo V60 Lite series hadir perdana di Indonesia pada 2 Oktober kemarin sebagai versi lebih terjangkau dari Vivo V60 standar. Ponsel ini dimaksudkan sebagai sarana fotografi layak di kelas menengah, membawakan sederet peningkatan ketimbang Vivo V50 Lite yang rilis lebih dulu pada April lalu.

Dibandingkan V60 Lite varian 4G, versi 5G ini lebih layak didapatkan bukan hanya karena dukungan jaringan selulernya, melainkan karena kinerjanya yang lebih gesit. Lalu, meski sudah tidak lagi dibekali telefoto seperti Vivo V60 standar, ada satu hal dari V60 Lite 5G yang justru menjadikannya lebih unggul.

Vivo V60 Lite 5G ini mengusung chipset menengah Dimensity 7360 Turbo dari MediaTek, baterai Si/C 6.500 mAh beserta fast charging 90 watt, serta bodi yang super tipis sekaligus tahan banting. Meski beberapa fiturnya meningkat, V60 Lite 5G sayangnya mengalami kenaikan harga dibandingkan V50 Lite 5G, dari Rp 4,6 juta menjadi Rp 5 juta.

Vivo V60 Lite 5G tampaknya punya sejumlah “PR” untuk membuktikan bahwa dirinya layak dihargai lebih mahal. Maka dari itu, review kali ini akan membahas seluk-beluk Vivo V60 Lite 5G, seperti kinerjanya, kemampuan kameranya, dan lain sebagainya untuk menguji kelayakannya di persaingan ponsel mid-range Tanah Air. Simak berikut ini.

Table of Contents

Kesimpulan awal

Karena ini adalah HP besutan Vivo, jelas desain bodi V60 Lite 5G menjadi salah satu daya tariknya. Selain cantik, bodinya sangat ramping sehingga mudah dioperasikan dalam waktu lama. Ketahanannya yang solid berkat sertifikasi MIL-STD-810H juga turut membuatnya lebih cocok untuk pemakaian jangka panjang. Meski tipis, baterainya cukup besar di angka 6.500 mAh, siap memberikan pasokan daya agar menyala seharian penuh.

Performa Vivo V60 Lite 5G tidak dapat dikategorikan buruk, namun memang kalah saing dengan sejumlah rival di harga yang sama. Game populer seperti Genshin Impact setidaknya masih nyaman dimainkan di HP ini. Di tangan orang yang tepat, kami percaya V60 Lite 5G bisa menjadi sarana fotografi yang layak kendati ada sedikit kejanggalan dalam proses mengambil gambar. Namun, overall, hasil foto-fotonya tetap bagus dan sesuai dengan harganya.

Desain: Stylish dan tahan banting

Jika dilihat secara sekilas, rasanya tak heran jika Vivo V60 Lite 5G dikira sebagai iPhone 17 standar. Bukan tanpa sebab, modul kameranya yang berbentuk pil dengan dua lensa besar memang membuatnya sedikit mirip dengan sang flagship bergengsi tersebut.

Meskipun begitu, V60 Lite 5G sebenarnya masih lebih mirip dengan Vivo V60 standar ketimbang iPhone, hanya saja kini tidak dihiasi logo Zeiss di modul kameranya. Pada review Vivo V60, kami sempat bilang bahwa logo tersebut sungguh mencolok karena punya warna biru pekat, tidak selaras dengan keseluruhan warnanya yang soft. Sekarang, Vivo V60 Lite 5G tampak lebih minimalis tanpa ada aksen visual yang mengganggu.

Kini tidak ada lensa kamera yang berada di luar camera island, karena memang hanya dibekali dual camera tanpa telefoto. Namun, LED yang bentuknya menyerupai ring light tetap dipertahankan pada posisi yang sama.

Penempatan tombol dan port-nya sama sekali tidak terasa asing. Power button dan volume rocker terpampang di sisi kanan, sementara bagian kirinya kosong. Laci kartu SIM, port USB-C, speaker grille terletak di bawah, menyisakan area atas yang dihiasi speaker kedua. Ponsel ini sayangnya tidak menyediakan slot MicroSD sama sekali.

Kami cukup menyukai bodi belakangnya yang terasa halus namun tidak licin. Seperti V60 standar, versi Lite ini juga tidak mudah dihinggapi bekas sidik jari, kecuali jika jari Anda sangat berminyak. Bodinya yang ramping langsung terasa nyaman saat pertama kali dipegang, tidak mudah membuat pegal saat dipakai berjam-jam.

Vivo V60 Lite 5G tidak dapat diselipkan kartu MicroSD.

Untungnya lagi, HP ini mengusung rangka flat yang semakin membuatnya terasa kokoh saat digenggam, kontras dengan Vivo V60 yang curved. Saat disentuh pun bodi belakang ponsel ini masih terasa mewah dan premium kendati mengusung bahan plastik.

Unit Vivo V60 Lite 5G yang diterima 91Mobiles Indonesia merupakan varian Vibing Blue dengan ketebalan 7,59 mm, salah satu yang tertipis di kelasnya untuk seukuran HP berbaterai 6.500 mAh. Warna birunya terlihat soft dan kalem, sekaligus menjadi satu-satunya varian yang tidak terlalu girly dan tidak monoton dibandingkan dua varian lainnya, Vibing Pink dan Vibing Black.

Di awal sempat disebutkan bahwa bodi ponsel ini punya daya tahan yang baik. Ini karena ponsel sudah tersertifikasi MIL-STD-810H yang dapat mengurangi risiko rusak akibat terbentur. Sayangnya, ketahanannya terhadap debu dan air tak sebaik Vivo V60 standar, menurun dari IP68/ IP69 menjadi IP65. Artinya, dia hanya tahan terhadap semburan air bertekanan rendah dari segala arah, namun bakal rentan rusak saat tenggelam di air.

Vivo V60 Lite 5G masih berfungsi normal meskipun layar terkena guyuran air gerimis.

Vivo V60 Lite 5G juga diklaim tahan air hujan selama 12 jam dan water jet selama 180 detik. Kami sempat mengujinya di luar ruangan, dan ponsel ini tetap berfungsi normal kendati terguyur hujan gerimis yang cukup parah. Responsivitas layarnya memang sedikit berkurang, namun masih menawarkan pengalaman pakai yang relatif normal. Ini karena perangkat dibekali fitur Wet-Hand Touch, sehingga nyaris tidak pernah terjadi ghost touch selama pengujian.

Layar: Cerah dan memukau

Seperti mayoritas ponsel menengah lain di kelas harganya, Vivo V60 Lite 5G pun sudah dibekali dengan panel AMOLED yang cerah. Ukuran layarnya 6,77 inci dengan resolusi Full HD Plus (1.080 x 2.392 piksel), tidak berbeda dengan pendahulunya, V50 Lite 5G.

Seperti Vivo V60, layar ponsel ini mendukung HDR10+ sehingga mampu memilih resolusi HDR pada platform streaming seperti YouTube. Warna-warna dan kontras yang ditampilkan begitu memanjakan mata, menjadikannya sarana ideal untuk konsumsi konten.

Vivo V60 Lite 5G mendukung resolusi HDR di YouTube.

Untuk semakin meningkatkan kualitas gambar, tersedia fitur “Visual enhancement” yang bisa diakses melalui menu pengaturan. Fungsinya adalah mengoptimalkan warna dan kontras agar terlihat lebih hidup dan cerah, kendati bakal membuat konsumsi dayanya bertambah.

Pada penanganan refresh rate, layar ponsel ini juga cukup predictable. Pengguna dapat berada dalam opsi Smart Switch pada kondisi default, memilih opsi Standard agar konsisten di 60 Hz, atau memilih High guna condong memperlihatkan 120 Hz. Layar ponsel ini cukup mampu menyesuaikan refresh rate dengan baik sesuai konten yang ditampilkan.

Adapun menu-menu layar di pengaturan memperlihatkan opsi auto-brightness, custom brightness, proteksi mata, mode gelap, screen timeout, screen saver, dan auto-rotate screen. Pada pengaturan warnanya, terdapat tiga opsi yaitu Standard, Professional, dan Bright. Menurut pengalaman kami, alangkah baiknya memilih mode Standard lantaran inilah mode yang memperlihatkan warna hasil foto paling mendekati aslinya. Namun, pengalaman serupa belum tentu terjadi pada Anda.

Menu pengaturan layar Vivo V60 Lite 5G.

Fitur Always-On Display juga tersedia. Meski tanpa mengutak-atik menu pengaturan, layar Vivo V60 Lite 5G memperlihatkan kondisi baterai saat dicas sambil locked screen, memudahkan kami mencatat durasi pengisian baterai untuk keperluan review.

Meski begitu, secara default, fitur AoD ini tergolong nonaktif. Anda bisa mengaktifkannya via menu pengaturan, kemudian memilih salah satu dari belasan style tampilan yang diinginkan. Meski namanya “Always-on Display” rupanya tampilan AoD ini tidak tergolong “always”, alias hanya tampil beberapa detik saja. Agar muncul kembali, pengguna perlu tap layar atau sedikit menggerakkan ponsel.

Soal visibilitasnya di luar ruangan, ponsel ini tidak perlu diragukan. Kami tidak sempat benar-benar mengujinya di bawah matahari super terik lantaran cuaca kota Bandung yang seminggu ke belakang selalu mendung. Namun, sepanjang penggunaan HP ini, baik di dalam maupun luar ruangan, tak sekalipun kami merasa kesulitan melihat isi layar gara-gara terlalu gelap. Ponsel ini disebut mengalami peningkatan kecerahan maksimal menjadi 3.000 nit, dari kecerahan 1.800 nit pada pendahulunya.

Kualitas stereo speaker miliknya pun tergolong bagus, masih dapat memberikan sensasi menggelegar ketika bertarung sengit pada salah satu game yang dimainkan. Distorsi memang sedikit terdengar ketika volume ditingkatkan hingga paling tinggi, namun masih berada di tingkatan yang lumrah.

Kamera: Hasil memadai, namun ada sedikit catatan

Vivo V60 Lite 5G dibekali dengan setup dua kamera di punggungnya, mencakup main camera 50 MP Sony IMX882 1/1,95 inci dan 8 MP ultrawide dengan bidang pandang 120 derajat. Terdapat juga LED Flash berbentuk cincin yang disebut AI Aura Light untuk membuat pencahayaannya seimbang.

Di depannya, tersemat kamera selfie 32 MP, berkurang drastis dari Vivo V60 yang beresolusi 50 MP. Kamera depan Lite ini bahkan masih fixed focus, bukan autofokus seperti “kakak”-nya.

Menyoal dukungan perekaman video, Vivo V60 Lite 5G sanggup meraih resolusi 1080p di 30 dan 60 FPS, serta 4K di 30 FPS. Tentunya sudah tersedia fitur stabilisasi EIS yang bisa aktifkan dan nonaktifkan sesuai kebutuhan. Hasil videonya sangat stabil, terlebih saat merekam di 60 FPS. Kami rasa kreator konten Instagram Reels dan TikTok dapat menggunakan HP ini sebagai sarana utamanya tanpa kendala.

Kamera depan ponsel ini mendukung hingga resolusi 4K di 30 FPS, namun sayangnya tidak ada opsi 60 FPS untuk 1080p. Meski hasil rekamannya tidak jitter, namun stabilisasinya kurang terasa memadai lantaran masih ada efek shaky yang cukup terlihat.

Kesan yang ditimbulkan dari hasil-hasil foto Vivo V60 Lite 5G selama masa pengujian agak sedikit mixed feeling, namun secara keseluruhan masih terlihat estetis. Dari segi warna, ada sejumlah objek yang terlihat pudar dari aslinya. Namun ini hanya terjadi sesekali. Meski begitu, pada objek-objek yang sama tadi, kami merasa puas dengan detail dan pencahayaannya.

Mengingat HP ini tidak dibekali telefoto, opsi zoom yang tersedia pun lebih terbatas. Kamera belakang hanya mentok di 10x, dengan hasil fotonya yang masih “usable” hingga tingkat pembesaran 5x. Foto akan terlihat buram pada tingkat pembesaran yang melebihi itu.

Ada tiga tingkat pembesaran yang didukung pada mode portrait yakni 1x, 1,5x, dan 2x. Kami merasa mode portrait di 2x sangat sulit digunakan. Pada beberapa kali pemotretan di satu objek yang sama, tak sekalipun kami berhasil mendapatkan foto yang bagus pada tingkatan 2x. Yang seharusnya efek blur diaplikasikan di latar belakang, justru malah objek depan yang buram (defocus). Padahal, sebelum pemotretan sudah dilakukan tap pada objek yang dituju. Barulah pada 1x dan 1,5x, hasil fotonya terlihat memadai dengan efek bokeh yang creamy dan separasi yang cukup rapi.

Pemotretan ultrawide cukup mampu memberikan foto yang konsisten, namun tentunya ada pengurangan kualitas ketimbang kamera utamanya. Lalu, pada kondisi minim cahaya, kami merasa nyaris tidak ada bedanya antara mode biasa dan night mode. Hasilnya sama-sama bagus dengan exposure pencahayaan yang oke. Akan tetapi, isu flaring pada night mode memang sedikit lebih teratasi.

Secara garis besar, hasil-hasil foto Vivo V60 Lite 5G sebenarnya terlihat bagus. Namun tidak semua fiturnya berjalan sesuai ekspektasi (contoh: mode portrait di tingkat zoom 2x). Hasil fotonya pun kadang terasa terlalu tajam (over sharpen) dan warnanya tidak sepenuhnya akurat dengan objek asli. Foto-foto di malam hari namun setidaknya bersih dari noise, dan area gelap masih terlihat cukup terang.

Performa: Game populer lancar, dibekali software yang mendukung

Vivo V60 Lite 5G kini menggunakan Dimensity 7360 Turbo dengan fabrikasi 4 nm, terdiri atas 8-core CPU yang mencakup 4x Cortex A78 (2,5 GHz) dan 4x Cortex A55 (2,0 GHz) berikut GPU Mali-G615 MC2. Chip tersebut lebih unggul dibandingkan Dimensity 6300 yang dimiliki Vivo V50 Lite 5G, baik dari segi clock speed maupun generasi core.

Bahkan dibandingkan Vivo V60 standar yang mengusung standar penyimpanan UFS 2.2, versi Lite ini masih lebih unggul dengan standar UFS 3.1. Itu artinya, Vivo V60 Lite 5G akan lebih cepat saat loading ketika bermain game dan transfer data.

Kendati memiliki kinerja yang cukup baik untuk keseharian dan gaming, perlu diakui bahwa Vivo V60 Lite 5G bukanlah sebuah powerhouse di kelas harganya. Namun uniknya, walau bukan sepenuhnya HP gaming, ponsel ini tetap mengusung sederet fitur software yang mendukung pengalaman bermain yakni Ultra Game Mode.

Fitur ini bakal otomatis aktif setiap Anda membuka game, mencakup game sidebar untuk membuka aplikasi lain di tengah permainan, mode Esports untuk mengoptimalkan kontrol pada layar dan mengaktifkan “Do Not Disturb”, 4D Game Vibration untuk memberikan efek getaran realistis saat tembak-menembak, dan berbagai penunjang gaming lainnya.

Anda juga dapat mengaktifkan Frame-rate Priority untuk game seperti Genshin Impact guna menurunkan resolusi untuk meningkatkan frame rate. Terdapat juga fitur screen mistouch prevention agar tidak salah pencet saat sedang bermain, pengaturan efek suara di dalam game, kustomisasi suara earphone berdasarkan rentang usia pengguna, hingga fitur picture-in-picture agar bisa membuka aplikasi lain dalam floating window tanpa keluar dari permainan.

Pada performance panel, pengguna juga dapat memantau alokasi daya pada CPU dan GPU, melihat durasi permainan, sisa baterai, serta memilih salah satu dari tiga mode performa yakni battery saver, balanced, dan boost. Masih di panel yang sama, tersedia juga opsi untuk berpindah jaringan antara seluler dan Wi-Fi serta mode refresh rate.

Menyoal kinerjanya sendiri, nyaris tidak ada satu pun yang bisa dikeluhkan saat bermain. Vivo V60 Lite 5G diujikan dalam sejumlah judul yang menuntut kinerja tinggi, seperti PUBG Mobile, Delta Force, dan Genshin Impact.

Saat memainkan PUBG Mobile, perangkat ini sanggup memilih pengaturan grafis mentok kanan yaitu HDR (grafis) dan Ultra (frame rate). Karena setingkat di atas HD, tampilan grafisnya sungguh terlihat memukau. Frame rate juga sama sekali tidak pernah turun ke bawah 30 FPS, terlihat dari absennya stuttering dan lagging sepanjang permainan.

Motion control di ponsel ini juga sangat responsif berkat sensor giroskop hardware. Bodi ponsel juga tidak terasa panas sepanjang bermain selama 30 menit menggunakan casing. Jika bisa dinilai, pengalaman bermain PUBG Mobile di Vivo V60 Lite 5G benar-benar 10/10.

Beralih ke Genshin Impact, judul permainan dunia terbuka ini sangat playable di pengaturan grafis paling tinggi yaitu Highest 60 FPS. Tentu saja frame rate yang ditampilkan tidak sepenuhnya 60 FPS. Kadang terasa sedikit stutter di kondisi tertentu, namun sama sekali tidak mengganggu permainan. Apabila ditakar, frame rate terendah yang diraihnya hanya sedikit di bawah 30 FPS, itu pun hanya sebentar dan sesekali. Suhu ponsel cukup terasa hangat namun tidak membuat tangan kepanasan.

Barulah pada Delta Force, performa Vivo V60 Lite 5G ini agak tersendat. Opsi pengaturan tertinggi yang terbuka adalah HD, namun ini memaksa frame rate ke opsi terendahnya yaitu Low. Ketika dimainkan, gameplay terlihat indah namun sungguh tersendat-sendat. Alhasil diturunkan ke Exquisite dan Medium, namun kami masih terasa kurang mulus. Barulah saat memilih Standard – High, kami menemukan keseimbangan yang pas antara grafis dan frame rate.

Skor AnTuTu v11, Geekbench 6, dan CPU Throttling Test pada Vivo V60 Lite 5G.

Pada pengujian benchmark sintetis, Vivo V60 Lite 5G menorehkan skor 905.153 poin pada AnTuTu v11 dan 942 poin (single-core) serta 2.745 poin (multi-core) pada Geekbench 6. Ponsel ini juga berhasil mempertahankan 76 persen dari performa maksimal saat diujikan CPU Throttling Test selama 5 menit.

Dengan kemampuannya yang cukup layak untuk gaming, aktivitas ringan lain seperti multi-tasking, berkirim pesan, dan berselancar di dunia maya pun tidak ada kendala sama sekali.

Software: Mulus, tanpa iklan, banyak fitur AI

Vivo V60 Lite 5G menjalankan sistem operasi Android 15 dengan polesan antarmuka Funtouch OS 15. Vivo tidak menyebutkan masa jaminan versi utamanya. Namun jika mengacu pada versi non-Lite, kemungkinan HP ini mendukung pembaruan Android hingga 4 tahun dengan patch keamanan mencapai 6 tahun.

Software HP menengah ini berisikan beragam fitur AI yang cukup melimpah. Sejumlah fiturnya seperti Smart Call Assistant dan AI Note Assist membutuhkan pengguna terhubung ke akun Vivo. Namun sisanya, seperti AI Erase 3.0 dan AI Photo Enhance, dapat digunakan secara bebas pada aplikasi Album.

Fitur AI Erase 3.0 cukup mampu menghilangkan subjek tak diinginkan pada foto dengan hasil yang tampak natural. AI Photo Enhance juga hadir untuk meningkatkan kualitas foto dari segi detail, warna, kontras, dan lain sebagainya.

Di dalam aplikasi Album juga tersedia fitur untuk menghapus refleksi. Kami semula mengira bahwa ini dapat menghilangkan pantulan pada lensa kacamata. Namun saat dicoba, refleksi di lensa masih tetap ada.

Circle to Search untuk melakukan pencarian pada bagian yang dilingkari di layar, serta Gemini Live yang mendukung percakapan dua arah secara hands-free juga tersedia. Gemini Live ini bahkan bekerja dengan sangat baik saat diajak berbicara bahasa Indonesia, rasanya benar-benar seperti mengobrol dengan orang sungguhan.

Fitur AI pada aspek fotografi juga tersedia, seperti AI Aura Light untuk menghasilkan foto dengan cahaya lebih natural dan seimbang, serta AI Master Aura Light Portrait yang dapat menyesuaikan tone secara otomatis di berbagai kondisi pencahayaan.

Antarmuka pada Vivo V60 Lite 5G cukup clean dengan jumlah aplikasi prainstal yang masih tergolong wajar. Terlebih untuk iklan, tentu saja sama sekali tidak ditemukan pada ponsel di kelas mid-range ini.

Baterai dan pengisian daya: Super awet, super “ngebut” saat dicas

Dengan teknologi baterai silikon-karbon, Vivo sanggup menyelipkan kapasitas 6.500 mAh di dalam bodi V60 Lite 5G sembari mempertahankan kerampingannya. Keberadaan chipset Dimensity 7360 Turbo yang efisien juga turut membantu memperlambat laju konsumsi daya perangkat ini.

Berdasarkan pengujian internal kami, Vivo V60 Lite 5G berhasil bertahan hingga 21 jam 20 menit pada PC Mark Battery Life. Ini termasuk durasi ketahanan yang cukup panjang untuk ponsel di kelas harganya.

PC Mark Battery Life (kiri), charger bawaan VIvo V60 Lite 6G, 90 watt (kanan)

Pada permainan PUBG Mobile (HDR – Ultra) berdurasi 30 menit, baterai hanya terkuras sebanyak 4 persen. Lalu untuk game Genshin Impact (Highest 60 FPS) selama 30 menit, baterai berkurang 7 persen. Vivo V60 Lite 5G juga diujikan bermain Delta Force pada durasi yang sama, mengurangi baterai sebanyak 4 persen.

Menariknya lagi, Vivo V60 Lite 5G dibekali dengan salah satu daya fast charging tercepat di seluruh dunia yakni 90 watt. Charger dengan daya yang sesuai juga sudah tersedia dari dalam boks.

Dalam pengujian kami, HP ini dapat mencapai kondisi 48 persen setelah dicas selama 30 menit. Untuk pengisian dari kosong hingga penuh, diperlukan waktu sekitar 63 menit.

Kesimpulan

Varian termurah Vivo V60 Lite 5G memiliki memori RAM 8 GB/ 256 GB dengan harga rilis Rp 5 juta. Sementara, satu varian lainnya, RAM 12 GB/ 512 GB, dibanderol Rp 6 juta. Di harga tersebut Vivo telah menyajikan sederet kelebihan yang berdaya saing tinggi, seperti desain bodi yang cantik dan ramping, pengalaman fotografi yang menyenangkan, baterai besar yang disertai fast charging gesit, hingga performa gaming yang memadai.

Meski tidak difokuskan untuk gaming, kehadiran Ultra Game Mode sungguh menjadi nilai plus untuk ponsel yang menonjolkan kemampuan fotografi. Layar AMOLED miliknya yang mendukung HDR juga sangat membantu meningkatkan pengalaman menonton dan bermain game.

Fitur-Fitur AI miliknya pun mungkin tidak semelimpah flagship, namun sudah cukup banyak untuk memenuhi standar ponsel mid-range tahun ini, seperti AI Eraser, Circle to Search, dan Gemini Live. Kemampuan fotografi ponsel ini pun sudah dapat diacungi jempol, kendati memiliki sedikit kejanggalan dalam beberapa skenario pemotretan. All in all, Vivo V60 Lite 5G layak didapatkan bagi yang mencari HP menengah bodi tipis berbaterai besar yang nyaman untuk gaming dan cocok untuk fotografi kasual.

Rating editor: 7,5 / 10

Kelebihan:

Kekurangan:

Home Reviews