Review Vivo X200, Sama Bagusnya dengan Flagship “Pro” Mana pun

Ringkasan Tinjauan

Peringkat Pakar

8.1/10
Desain
 
8.1
/10
Layar
 
8.1
/10
Sistem operasi
 
7.5
/10
Kamera
 
8.4
/10
Kinerja
 
8.3
/10
Baterai
 
8.0
/10

Pros

  • Memiliki bodi yang kokoh
  • Kamera menakjubkan
  • Punya layar cerah
  • Ketahanan baterai yang memadai

Cons

  • Terdapat sejumlah aplikasi bawaan
  • Tanpa pengisian nirkabel
  • Varian warna yang terbatas

Vivo memang tahu betul caranya menciptakan ponsel yang berfokus pada fotografi. Ini terlihat dari Vivo X200 series yang belum lama ini mereka luncurkan ke pasar global. Seperti pendahulunya, varian “Pro” hadir sebagai versi teratas, menawarkan fitur-fitur mewah yang membuat pengalaman pengguna begitu menyenangkan.

Namun, jika Anda menginginkan performa yang mirip-mirip dengan harga lebih terjangkau, Vivo X200 “reguler” bisa menjadi pilihan alternatif yang layak dimiliki.

Selain dari kemampuan kameranya yang mumpuni, Vivo X200 juga mendukung layar dengan warna cerah, ketahanan baterai mumpuni, serta performa yang gesit. Simak penelusuran di bawah ini lebih lanjut.

Kesimpulan awal

Vivo X200 muncul sebagai salah satu smartphone dengan kamera terbaik di kelasnya, menampilkan hasil memukau pada aktivitas fotografi dan video. Dengan sejumlah peningkatan baru seperti chipset Dimensity 9400 dan kapasitas baterai 5.800 mAh, ponsel ini bisa diandalkan oleh mereka yang berfokus pada produktivitas. Akan tetapi, Vivo sebenarnya masih bisa meningkatkan pengalaman penggunanya lebih baik lagi kalau saja jumlah aplikasi pre-installed-nya dikurangi. Ditambah lagi, jika saja Vivo X200 terintegrasi dengan fitur-fitur AI generatif seperti yang dilakukan Samsung dan Oppo, mungkin akan membuatnya semakin unggul.

Desain dan layar

Vivo secara jelas ingin memamerkan kemampuan kameranya lewat desain yang ditampilkan X200 series. Sebab, tampilan belakangnya benar-benar berhasil mencerminkan hal itu, terlihat dari keberadaan modul kamera bundar berukuran besar di punggungnya.

Konsep desain demikian memang mulai cukup umum di kalangan smartphone yang berfokus pada fotografi, dimulai dari Vivo X100 series tahun kemarin, kemudian diikuti oleh Xiaomi 14 Ultra, dan terakhir ada Oppo Find X8 series yang turut memiliki kamera bundar. 

Vivo X200

Desain Vivo X200 yang paling layak disorot adalah bodinya yang begitu tipis dan ramping kendati punya baterai sebesar 5.800 mAh. 

Smartphone ini terasa kokoh dan tahan banting, bahkan sudah mengalami beberapa kejadian terbentur yang tidak disengaja ketika sedang di-review.

Vivo membekali HP ini dengan bingkai metal premium. Punggung bodinya menggunakan material kaca untuk memberikan finish yang terasa premium. 

Finish metal tersebut turut diterapkan pada garis luar yang mengelilingi modul kamera belakang, membuat desain kameranya terlihat memukau.

Terlepas hal itu, Vivo X200 sayangnya hanya tersedia dalam varian warna yang cukup terbatas, kontras dengan Apple dan Google yang menawarkan berbagai macam pilihan untuk kelompok usia yang berbeda. 

Unit yang kami review memiliki varian warna Natural Green. Menurut kami warna ini tampak lebih menyenangkan dibandingkan Cosmos Black. Padahal Vivo bisa saja memasukkan opsi warna putih dan biru. Dua warna ini akan terlihat cocok dengan tekstur finishing matte.

Vivo X200

Beralih ke layar, pengalaman menonton yang diberikan kurang lebih tetap sama seperti generasi sebelumnya. Ukuran layar Vivo X200 mungkin terlalu besar bagi sebagian orang, namun kami pribadi lebih senang dengan viewing area yang luas.

Vivo X200 hadir dengan layar AMOLED berukuran 6,67 inci dengan resolusi Full HD Plus (2.800 x 1.260 piksel). Ujung-ujungnya yang sedikit melingkar juga membuat tangan kami nyaman saat memegangnya. Kami pun tidak merasa ada masalah saat menggenggamnya pada durasi panjang.

Kami melakukan travelling secara intens sembari membawa Vivo X200, menghabiskan banyak waktu menonton Netflix dan platform OTT (over-the-air) lainnya. Bezel layar yang begitu tipis, kecerahan layar yang tinggi, serta berbagai kelebihan lainnya membuat pengalaman menonton kami menjadi tidak terlupakan. 

Kamera

Sementara Vivo X200 Pro hadir dengan kamera telefoto 200 MP, versi standarnya hanya punya resolusi 50 MP. Terdapat dua kamera lagi dengan resolusi 50 MP di punggungnya, disertai satu kamera depan 32 MP. 

Seperti generasi pendahulunya, Vivo kembali menjalan kolaborasi dengan Zeiss. Hal ini menunjukkan bahwa jenis lensa sama pentingnya dengan jenis sensor dan komponen-komponen kamera lainnya.

Vivo juga telah berhasil melakukan tuning terhadap hardware dan software kamera, sehingga sungguh terasa sulit menghasilkan foto berkualitas buruk menggunakan Vivo X200.

Kamera Vivo X200

Seperti model tahun lalu, Vivo X200 turut menawarkan hasil foto dengan detail dan kecerahan warna yang menakjubkan. Tersedia mode lanskap baru yang menyuguhkan profil warna beragam, sehingga dapat meningkatkan kecerahan warna agar foto terlihat dramatis dan menarik untuk dilihat. 

Sisi terbaik dari kemampuan fotografi Vivo X200 adalah mode portrait, dapat bekerja dengan sangat baik kendati pada kondisi pencahayaan paling rumit sekali pun. Mode portrait ini juga menawarkan panjang fokus berbeda-beda, yakni 23 mm, 35 mm, 85 mm, dan 100 mm. Jadi, Anda bisa menghasilkan foto bokeh meski dari kejauhan. Profil-profil warna beragam juga bisa dimanfaatkan agar lebih layak diunggah ke media sosial.

Satu-satunya fitur yang terlewatkan pada model reguler adalah kamera tele-makro untuk pengambilan gambar dari jarak dekat. Kemampuan perekaman video Vivo X200 punya fitur stabilisasi yang cukup mengejutkan. Hasil rekamannya berhasil stabil tanpa ada efek goyangan.

Akan tetapi, white balance pada hasilnya sedikit kurang konsisten, sehingga mungkin kurang terlihat menarik di mata kreator konten profesional. Vivo turut menawarkan fitur pengeditan video dengan kecerdasan buatan (AI), namun hasil videonya tetap tidak mengalami peningkatan kualitas yang signifikan. Berikut ini adalah sejumlah hasil foto dari kamera Vivo X200.

Performa dan software

Vivo X200 merupakan salah satu ponsel terbaru yang diotaki Dimensity 9400 dari MediaTek. Unit yang kami review merupakan varian dengan memori terendah, yakni RAM 12 GB dan penyimpanan 256 GB, memiliki harga rilis Rp 12.999.000. 

Vivo X200

Varian tertingginya memiliki RAM 16 GB dengan storage 512 GB, namun tidak dijual resmi di Indonesia. Pada benchmark AnTuTu v10, Vivo X200 meraih skor 2.537.181 poin.

Vivo X200 juga berhasil mencetak skor tinggi pada Geekbench 6, mencapai 2.683 poin untuk single-core dan 7.767 poin untuk multi-core.

Ponsel ini juga telah mengalami uji CPU throttling melalui aplikasi Burnout. Hasilnya, Vivo X200 mampu mempertahankan sebanyak 49,70 persen dari kinerja maksimalnya.

Kami tidak merasakan kendala performa saat mengujikan ponsel pada beberapa aktivitas intens, bahkan masih berjalan lancar saat menjalankan banyak aplikasi sekaligus. Perangkat ini juga mendukung shutter kamera yang gesit dan responsif. Pengalaman gaming di HP ini juga sungguh lancar, kendati merupakan ponsel yang fokus utamanya adalah fotografi dan produktivitas harian.

Vivo X200 “reguler” menjalankan sistem operasi Android 15 dengan polesan antarmuka FuntouchOS 15, memiliki jaminan update versi OS hingga empat tahun serta patch keamanan hingga lima tahun.

Perihal fitur AI, perangkat ini sayangnya hanya menawarkan fitur dasar, misalnya AI Summary untuk merangkum teks pada aplikasi notes bawaan. Tersedia pula fitur AI untuk kamera, seperti Object Remover dan Repair, namun tidak ada fitur-fitur AI lainnya.

Antarmuka FuntouchOS 15 memiliki animasi yang mulus dan gesit, namun masih disertai dengan sejumlah aplikasi pihak ketiga bawaan (sebanyak 53 aplikasi).

Baterai dan pengisian daya

Seperti yang sempat disinggung sebelumnya, Vivo X200 disuplai dengan baterai berkapasitas 5.800 mAh serta fast charging 90 watt. Vivo berhasil mempertahankan sisi estetika bodi ponsel sembari membekali X200 dengan baterai yang besar.

Selama pengujian intens, Vivo X200 dapat bertahan hingga seharian penuh kendati sudah dipakai bermain game pada pengaturan grafis tertinggi. Baterai tersebut dapat bertahan lebih lama lagi jika pengaturannya diturunkan ke “sedang”.

Charging port Vivo X200

Ponsel ini juga meraih skor ketahanan baterai yang unggul pada PCMark Battery Test, bisa tahan hingga durasi 14 jam. Saat dicas memakai charger bawaan dengan daya 90 watt, Vivo X200 dapat mencapai kondisi penuh hanya dalam 38 menit.

Sayangnya, fitur pengisian daya nirkabel (wireless charging) hanya tersedia untuk Vivo X200 Pro. Fitur ini tidak ditemukan pada varian “reguler”.

Kesimpulan

Vivo X200 berhasil menunjukkan bahwa smartphone varian non-Pro tetap mampu menawarkan pengalaman fotografi yang menakjubkan. Berkat kolaborasinya dengan Zeiss dan antarmuka aplikasi kamera yang intuitive, memotret gambar menjadi aktivitas yang menyenangkan dan mudah. 

Seperti yang sempat kami bilang sebelumnya, Vivo menghadirkan optimasi software yang memadai sehingga terasa sulit untuk menghasilkan foto berkualitas “jelek”, baik itu di kondisi pencahayaan terang maupun gelap. 

Dengan dukungan perekaman video 4K di kamera depan dan belakang, Vivo X200 juga dapat menjadi teman setia para pelaku kreasi konten.

Tak hanya unggul di sisi kamera, Vivo X200 juga menyuguhkan kinerja gesit saat bermain game dengan penggunaan MediaTek Dimensity 9400. Ponsel ini sayangnya masih memiliki banyak ruang untuk bertumbuh pada aspek kecerdasan buatan, lantaran masih kalah saing dibandingkan Oppo Find X8, Samsung Galaxy S24, dan Google Pixel 9. Namun, kalau kemampuan AI bukan hal penting bagi Anda, Vivo X200 akan terasa worth it.

Rating editor: 8 / 10

Alasan membeli:

  • Vivo X200 mendukung layar yang cerah dan luas.
  • Kemampuan fotografinya luar biasa.
  • Ponsel ini menawarkan ketahanan baterai yang memadai dengan pengisian daya yang ngebut.
  • Punnya build quality premium dengan daya tahan yang baik.


Alasan tidak membeli:

  • Tidak memiliki wireless charging.
  • Terdapat aplikasi pihak ketiga bawaan (bloatware) yang cukup banyak.

iconicon
Abhik is a senior reviewer at 91mobiles with over five years of experience covering consumer technology. He closely follows developments around smartphones and smart-home products and is overly fascinated by advancements around generative AI. He has also interviewed various industry experts from OEMs such as HP, Thomson, Realme, and more. These insights offer readers a different perspective, empowering them to make informed purchasing decisions. Abhik is active on LinkedIn (Abhik Sengupta) and often shares his take on industry trends. You can also follow his tech vlogs on Instagram (tec_haven).