Xiaomi telah resmi meluncurkan duo ponsel premium terbarunya di Indonesia, Xiaomi 15T dan 15T Pro. Kedua smartphone ini berdesain mirip, khas T Series dari Xiaomi. Namun, versi Pro mendapat sejumlah pembaruan signifikan yang membuatnya menjadi salah satu HP paling menarik di segmen harganya.
Satu peningkatan paling menonjol di Xiaomi 15T Pro adalah hadirnya kamera telephoto baru dengan lensa periskop berjangkauan zoom optis 5x. yang membuatnya mampu membidik aneka objek di kejauhan. Selain itu, kinerja chipset yang digunakannya sebanding dengan ponsel flagship berharga lebih mahal.
Bukan hanya aspek hardware, dari sisi software pun Xiaomi 15T Pro memiliki keunikannya sendiri, seperti fasilitas editing lengkap yang membuatnya cocok jadi teman kreator konten, baik foto maupun video. Selengkapnya, ikuti ulasan oleh 91Mobiles Indonesia berikut ini!
Table of Contents
Lewat Xiaomi 15T Pro, pabrikan tersebut menyuguhkan sebuah ponsel premium yang menjadi pilihan kuat di segmen harga Rp 10 jutaan. Fitur andalannya memang kamera hasil kolaborasi dengan Leica yang kini memiliki jangkauan telephoto lebih jauh, namun Xiaomi 15T Pro juga bertenaga besar sehingga bisa diajak bermain game dengan lancar saat sedang tidak memotret atau merekam video.
Xiaomi punya kebiasaan selalu menyertakan paket aksesori lengkap dalam kemasan penjualan ponselnya, dari entry-level hingga flagship. Xiaomi 15T Pro yang datang dalam kotak berwarna latar putih khas HP papan atas Xiaomi pun tidak terkecuali.
Di dalam kotak, terdapat kelengkapan standar seperti SIM card ejector tool dan booklet panduan singkat. Diselipkan juga kabel USB A ke USB C dan unit charger dengan keluaran daya 90 watt, sesuai dengan kemampuan fast charging yang didukung oleh Xiaomi 15T Pro.
Satu hal yang agak mengganjal mungkin adalah aksesori softcase hitam. Padahal, Xiaomi 15T Pro warna Mocha Gold di tangan 91Mobiles Indonesia memiliki tampilan yang menarik. Sayang apabila desainnya tertutup oleh casing berwarna gelap. Namun, setidaknya pengguna sudah mendapatkan aksesori lengkap tanpa perlu membeli lagi secara terpisah.
Dari segi tampilan luar, Xiaomi 15T Pro bisa dibilang masih relatif mirip dengan Xiaomi 14T Pro sebelumnya. Modul kamera masih memuat empat lensa yang disusun simetris. Bedanya, ukuran camera island tersebut sekarang sedikit lebih kecil, kemudian unit LED diletakkan di luar, tepat di sebelah kanan.
Jika diamati lebih dekat, tampak pula bahwa susunan lensa di modul kamera berbeda. Kamera telephoto kini memiliki lensa dengan elemen luar berbentuk persegi panjang yang merupakan ciri khas lensa periskop. Lalu, “lensa” keempat di pojok kanan bawah antara lain memuat IR Blaster.
Dengan memindahkan IR blaster ke modul kamera, sisi atas Xiaomi 15T Pro pun kini tampak lebih bersih, hanya menampakkan dua cutout plastik sebagai jalur sinyal di antara frame yang berbahan aluminium dan berbentuk rata.
Bodi Xiaomi 15T secara keseluruhan kini sedikit lebih ramping dengan ketebalan 8 mm, dibanding 8,4 mm di pendahulunya. Bagian depan berlapis kaca pelindung Gorilla Glass 7i, sementara sisi punggung terbuat dari bahan glass fiber dengan finishing halus yang tidak mudah ternoda sidik jari. Seperti sebelumnya, Xiaomi 15T Pro juga memiliki sertifikasi IP68 untuk ketahanan terhadap air dan debu.
Layar Xiaomi 15T Pro lebih besar dari generasi terdahulu, dengan panel AMOLED 6,83 inci (2.772 x 1.280 piksel), refresh rate mencapai 144 Hz, tingkat kecerahan maksimal 3.200 nits, serta dukungan Dolby Vision dan HDR 10 Plus. Di sisi bawah terdapat pemindai sidik jari in-display berjenis optical.
Laci SIM card bisa menampung dua buah kartu nano SIM dalam posisi bolak-balik tanpa slot untuk kartu memori microSD. Ketiadaan media ekspansi storage itu sebenarnya bukan masalah besar karena Xiaomi 15T Pro sudah menyediakan media internal berkapasitas besar, mencapai 1 TB untuk pertama kalinya di ponsel T Series Xiaomi di Indonesia.
Aspek kamera yang dirancang lewat kerja sama dengan pabrikan legendaris Leica merupakan fitur unggulan di HP Xiaomi kelas premium hingga flagship. Xiaomi 15T Pro pun sama sekali tidak mengecewakan dalam hal ini.
Mereka yang sebelumnya sudah pernah menggunakan kamera ponsel Xiaomi dengan badge “Leica’ tentu sudah akrab dengan tone warna yang dihasilkan untuk preset Leica Authentic: kontras dan detil tinggi, warna cenderung muted, tapi berkarakter.
Memang ada preset Leica Vibrant, namun keluaran gambarnya jadi lebih mirip ponsel lain pada umumnya dengan warna-warna yang punchy. 91Mobiles Indonesia memilih untuk tetap menggunakan pilihan Authentic selama menguji Xiaomi 15T Pro untuk mempertahankan ciri khas fotonya.
Hasil jepretan Xiaomi 15T Pro sendiri bisa dibilang masuk kategori terbaik untuk ponsel di kelasnya. Xiaomi mempertahankan kamera utama dengan sensor Light Fusion 900 berukuran 1/1,31 inci (50 MP, f/1.6, 23 mm, OIS) yang sudah terbukti kualitasnya, berikut kamera ultrawide 12 MP (f/2.2, 15 mm) dan kamera depan 32 MP yang sudut pandangnya diperlebar (f/2.2, 21 mm).
Ketiga kamera tadi mirip dengan yang diusung oleh Xiaomi 14T Pro sebelumnya. Highlight di Xiaomi 15T Pro adalah kamera telephoto 50 MP baru yang memiliki tingkat zoom 5x (f/3.0, 115 mm, OIS) berkat lensa dengan desain periskop.
Kamera telephoto ini membuat XIaomi 15T Pro memiliki jangkauan zoom optis lebih luas dibandingkan pendahulunya, yaitu 15 mm-115 mm, sehingga lebih fleksibel dalam mengabadikan momen dari segala jarak. Focal length 115 mm pun cocok dipakai untuk foto portrait dengan perspektif flat dan background compression lebih kentara yang dihasilkannya.
Soal ini, mode Portrait di aplikasi kamera Xiaomi 15T Pro menyediakan sejumlah preset simulasi bokeh yang dapat dipilih sesuai selera, berikut dengan simulasi depth of field berdasarkan lebar aperture lensa. Akurasinya dalam memisahkan subyek utama dari latar belakang cukup meyakinkan, termasuk untuk detil halus seperti helaian rambut.
Kamera telephoto Xiaomi 15T Pro juga memiliki mode super macro untuk menjepret dari jarak dekat dengan pembesaran tinggi. Jarak fokus minimalnya (MFD, minimum focusing distance) sebenarnya masih agak jauh, tapi sudah cukup untuk menghasilkan foto close-up yang detil dari benda-benda berukuran kecil, seperti bisa dilihat di bawah.
Ingin zoom lebih jauh? Xiaomi 15T Pro menyediakan fasilitas digital zoom dengan rekonstruksi detil lewat bantuan AI. Kami mencobanya hingga 20x, dan hasilnya tidak mengecewakan. AI rekonstruksi foto yang dijalankan oleh chipset Dimensity 9400 Plus mempu menangkap detil tinggi sekaligus membuat hasil foto keseluruhan tampak tetap tajam.
Hal yang sama berlaku untuk tingkatan zoom non-native lain, misalnya 2x (46 mm) hasil pembesaran dari kamera utama. Hasilnya tampak tajam dan tidak ada penurunan kualitas berarti.
Satu saja catatannya, lensa telephoto baru memang memiliki focal length lebih panjang, tapi bukaannya juga lebih kecil, yakni f/3.0 atau sekitar 1-stop lebih “pelan” dari aperture f/2.0 di lensa telephoto Xiaomi 14T Pro. Artinya, shutter speed akan dua kali lebih lamban di kondisi low-light sehingga meningkatkan risiko motion blur.
Bagaimana dengan kemampuan videonya? Xiaomi 15T Pro juga bersinar di sini. Ketiga kamera belakang mampu merekam video dengan resolusi hingga 4K/ 120 fps, berikut video LOG hingga 4K/ 60 fps. Satu hal ini saja sudah cukup untuk membuat Xiaomi 15T Pro jadi idaman kreator yang hendak merekam footage untuk grading tanpa perlu merogoh kocek lerlalu dalam.
Seperti biasa di ponsel papan atas Xiaomi, mode Pro di aplikasi kamera juga menyediakan aneka tool lainnya yang dibutuhkan dalam proses kreasi, seperti pengaturan manual untuk semua parameter pengambilan gambar (white balance, shuttter speed, ISO), monitoring histogram, audio level, hingga preset LUT.
Galeri di ponsel biasanya sudah menyediakan fasilitas editing, tapi kemampuannya basic sehingga pengguna kerap kali perlu aplikasi terpisah seperti Lightroom atau Snapseed untuk sekadar melakukan adjustment tingkat lanjut.
Beda halnya dengan Xiaomi 15T Pro. Seakan ingin menekankan embel-embel “Pro” pada namanya, galeri di ponsel ini hadir dengan aneka macam opsi pengaturan yang jauh lebih lengkap dari HP lain pada umumnya.
Tersedia opsi dasar seperti pengaturan exposure, contrast, dan cropping. Bagi yang ingin mengulik lebih jauh, tak perlu berpindah ke lain aplikasi untuk mengatur curve, termasuk per channel Red, Green, dan Blue. Ada pula opsi untuk memermak wajah subyek ala fitur beautify. Anda bisa meniruskan pipi, menebalkan alis, hingga menambah volume rambut.
Ingin berkreasi dengan ide kreatif? Ada serangkaian fitur editing berbasis AI di tab “Create”. Di sini, pengguna bisa menghapus obyek yang tak diinginkan dari gambar, melebarkan cakupan frame, mengganti tampilan langit, hingga mengambil cutout subyek yang dibuat mudah dengan deteksi otomatis.
Pendek kata, kecuali sudah memiliki preset atau resep favorit di aplikasi editing lain, pengguna tak perlu repot menggunakan banyak software untuk mengolah hasil foto. Usai memotret, cukup buka foto di galeri untuk langsung melakukan editing dengan opsi pengaturan yang banyak.
Bagaimana dengan video LOG? Ternyata video dengan profil gamma yang flat untuk mempermudah grading ini juga bisa dibuka dan di-edit lewat aplikasi galeri Xiaomi 15T Pro. Opsinya memang tidak selengkap aplikasi video editing atau color grading profesional, tapi setidaknya sudah cukup memadai untuk sekadar melakukan penyuntingan sederhana dengan mengatur saturasi warna, shadows dan highlights, hingga tint.
Perlu ditambahkan bahwa unit Xiaomi 15T Pro di tangan 91Mobiles Indonesia masih menjalankan sistem operasi HyperOS 2 karena ponsel yang bersangkutan masih belum mendapat update ke HyperOS 3 pada saat review. Tampilan dan fiturnya secara keseluruhan tak banyak berbeda dari ponsel Xiaomi lain dengan OS serupa.
Hal tersebut kemungkinan bakal berubah begitu HyperOS 3 dihadirkan. Xiaomi 15T Pro dijanjikan bakal menjadi salah satu ponsel pertama yang kebagian update sistem operasi tersebut pada Oktober 2025.
Ponsel T Series dari Xiaomi biasanya ditenagai chipset MediaTek Dimensity. Xiaomi 15T Pro pun melanjutkan tradisi itu dengan mengadopsi Dimensity 9400 Plus sebagai dapur pacunya. Chip yang dibuat dengan proses fabrikasi 3 nm ini memiliki rancangan CPU all-big-core (1x 3,63 GHz Cortex-X925, 3x 3,3 GHz Cortex-X4, dan 4x 2,4 GHz Cortex-A720) berikut GPU Immortalis-G925.
Xiaomi memasangkannya dengan RAM LPDDR5X dan media penyimpanan UFS 4.1 dengan pilihan kapasitas yang besar, yaitu 12 GB/ 256 GB dan 12 GB/ 1 TB. Walhasil, kinerja Xiaomi 15T Pro bisa dibilang setara dengan ponsel-ponsel flagship yang diposisikan setingkat di atasnya.
Hal tersebut bisa dilihat dari skornya di aplikasi benchmark yang tinggi, serta kepiawaiannya menjalankan judul-judul game populer dari berbagai genre dengan setting grafis “mentok kanan” tanpa hambatan berarti.
Dimulai dari Mobile Legends: Bang-bang, yang sebenarnya merupakan judul game kelas ringan. Xiaomi 15T Pro sanggup menjalankannya dengan high frame rate di posisi “Ultra”. Widget Game Turbo yang dipanggil dengan cara swiping dari sisi kiri layar menunjukkan bahwa game berjalan dengan frame rate 120 fps.
Terlepas dari akurasi angka frame rate tersebut, Mobile Legends bisa dijalankan dengan sangat mulus dan lancar tanpa masalah sama sekali, baik sedang farming sendirian maupun saat war beramai-ramai.
Game berikutnya yang dicoba adalah Genshin Impact, dengan preset grafis “Highest” yang ditambah dengan target frame rate 60 fps. Game berjalan dengan lancar. Setelah sekitar 30 menit, permukaan ponsel mulai terasa hangat, meskipun tidak ada penurunan kinerja yang terasa. Mungkin ada baiknya menurunkan setting barang setingkat untuk memastikan kinerja konsisten.
Game FPS Delta Force bisa dimainkan di tiga kombinasi setting grafis maksimal dan frame rate berbeda, yakni grafis “Max” dengan frame rate “Ultimate (60 fps)”, grafis “Ultimate” dengan frame rate “90 fps”, atau grafis “HD” dengan frame rate “120 fps”.
Ketiganya bisa dimainkan dengan mulus di frame rate sesuai yang dipilih. Jadi, pengguna memiliki kebebasan untuk lebih memprioritaskan kualitas gambar atau frame rate yang lebih tinggi. Apapun pilihannya, Xiaomi 15T Pro sanggup melayani.
Meskipun bodinya lebih ramping dari ponsel terdahulu, kapasitas baterai Xiaomi 15T justru lebih besar 500 mAh menjadi 5.500 mAh. Namun, kecepatan fast charging menurun ke angka 90 watt, dari sebelumnya 120 watt. Adapun dukungan fast wireless charging dipertahankan di 50 watt.
Saat dijajal oleh 91Mobiles Indonesia menggunakan charger 90 watt dan kabel USB bawaan, Xiaomi 15T Pro mampu mengisi daya baterai dari 0 hingga 25 persen dalam waktu 10 menit. Di menit ke-30 kapasitasnya sudah terisi 60 persen, berlanjut ke 85 persen di menit-45 dan akhirnya 100 persen di menit ke-55.
Pengujian dengan PC Mark Work 3.0 Battery Life menghasilkan daya tahan selama 13 jam 17 menit yang tidak istimewa, tapi terbilang standar untuk perangkat dengan kapasitas baterai di kisaran 5.000 mAh. Memang tidak mencapai durasi 20 jam ke atas, tapi sudah memadai untuk penggunaan standar selama sehari penuh.
Ketika dicoba bermain game Mobile Legends: Bang Bang selama 1 jam dengan setting grafis dan frame rate maksimal, Xiaomi 15T Pro mengalami penurunan daya baterai sekitar 13 persen. Game Delta Force dengan grafis “Max” dan frame rate “Ultimate” lebih menguras daya, sebesar 18 persen selama 1 jam. Kedua game diuji dengan setting performance Default di Game Turbo.
Dari segi spesifikasi dan kemampuan hardware yang disuguhkan, Xiaomi 15T Pro merupakan HP premium yang bisa disetarakan dengan ponsel flagship. Ia bahkan bisa melibas saudaranya sendiri, Xiaomi 15, yang diposisikan persis di atasnya. Xaiomi 15T Pro menawarkan sensor kamera utama dan aneka fitur Leica yang sama, ditambah jangkauan telephoto lebih jauh dan kemampuan video sangat mumpuni. Kinerjanya pun sangat tinggi berkat chip Dimensity 9400 Plus.
Galeri Xiaomi 15T Pro yang menyediakan kemampuan editing lengkap baik untuk foto maupun video menjadi daya tarik tersendiri bagi mereka yang gemar menyunting konten setelah merekamnya. Terlebih, post-production merupakan satu tahap wajib dalam proses berkreasi. Xiaomi 15T Pro juga dijanjikan bakal menjadi salah satu perangkat pertama yang bakal kebagian update HyperOS 3 setelah tersedia nanti.
Satu ganjalannya mungkin ada di kapasitas baterai. yang memang meningkat, tapi belum cukup untuk membuat perbedaan yang kentara. Seandainya kapasitas baterai bisa naik ke kisaran 6.000 mAh, tentu akan membantu proses perekaman video atau foto yang kerap menguras daya. Untungnya hardware Xiaomi 15 T Pro bekerja dengan irit daya sehingga baterainya bisa bertahan seharian untuk mendampingi aktivitas normal.
Batu ganjalan lain yang lebih besar adalah harganya. Berbeda dari “adiknya”, Xiaomi 15T yang banderolnya dipertahankan di kisaran Rp 6-7 jutaan, Xiaomi 15T Pro mengalami kenaikan harga cukup signifikan, dari kisaran Rp 8 jutaan di produk sebelumnya menjadi Rp 10-11 juta. Hal ini menyebabkannya berada di posisi agak canggung karena banderol nyaris setara flagship.
Di pasaran memang pesaingnya di kelas harga tersebut tak banyak, hanya ada Samsung Galaxy S25 FE dan Oppo Reno 14 Pro. Xiaomi 15T Pro menawarkan keunggulan dari segi kinerja dan kelengkapan fitur kamera, berikut ciri khas Leica. Namun, dari “kandang” Xiaomi sendiri ada compact flagship Xiaomi 15 yang dihargai mirip.
Lalu, apakah Xiaomi 15T Pro layak dipinang? Keputusan akhir tentu kembali ke preferensi masing-masing konsumen. Namun, jika Anda menginginkan ponsel dengan kamera berkualitas tinggi dan berjangkauan luas untuk berkreasi, hardware bertenaga besar, serta kapasitas storage mencapai 1 TB tanpa harus membeli flagship teratas, ponsel ini bisa menjadi HP idaman.
Bersama dengan Xiaomi 15T, Xiaomi 15T Pro sudah bisa dibeli di Indonesia mulai hari ini, 4 Oktober 2025. Harganya adalah Rp 9.999.000 untuk versi 12 GB/ 512 GB dan Rp 10.999.000 untuk versi 12 GB/ 1 TB.
Rating Editor: 8,5/10