Samsung Galaxy Z Fold8: Bentuk Baru yang Membuat Jatuh Hati

Ringkasan Tinjauan

Peringkat Pakar

8.5/10
Desain
 
8.9
/10
Layar
 
8.9
/10
Sistem operasi
 
8.9
/10
Kamera
 
7.7
/10
Kinerja
 
8.4
/10
Baterai
 
7.8
/10

Pros

  • Form factor baru yang segar dan fungsional
  • Bodi tipis dan ringan dengan kualitas solid
  • Dukungan ekosistem Samsung yang matang
  • Performa kencang dan daya tahan baterai yang andal

Cons

  • Harga relatif tinggi
  • Pengoperasian dengan satu tangan kurang nyaman

Pasar ponsel lipat (foldable) belakangan ini terasa mulai jenuh dengan pakem desain yang itu-itu saja, kalau bukan model clamshell yang ringkas, ya model lipat buku (book-style) yang bongsor. Namun, kehadiran Galaxy Z Fold8 dengan desain unik menyerupai paspor seolah memberikan angin segar yang sangat dibutuhkan di segmen ini.

Saya bahkan sempat ragu untuk menggunakan judul di atas karena terkesan terlalu menyederhanakan masalah, tetapi bentuk fisik baru inilah yang justru menjadi daya tarik utama dari perangkat ini. Mari kita bedah lebih dalam apakah perubahan desain ini benar-benar membawa fungsionalitas baru atau sekadar kosmetik belaka.

Setelah mengujinya selama beberapa waktu, saya menyadari bahwa perubahan form factor pada Galaxy Z Fold8 bukan sekadar gimik estetika. Desain baru ini berhasil meningkatkan fungsionalitas harian ke tingkat yang sulit ditandingi oleh pendahulunya. Ponsel lipat sempat digadang-gadang sebagai masa depan industri smartphone, dan meski klaim tersebut masih diperdebatkan, saya menilai Galaxy Z Fold8 berpotensi menjadi kiblat baru bagi perkembangan ponsel lipat ke depan. Berikut ulasan lengkapnya.

Table of Contents

Kesimpulan singkat

Samsung Galaxy Z Fold8 tampil memikat berkat form factor lebarnya yang terasa segar sekaligus sangat fungsional untuk penggunaan sehari-hari. Ponsel ini sukses menjembatani celah antara seri Fold yang berorientasi pada produktivitas dan seri Flip yang mengutamakan kepraktisan, menjadikannya titik tengah yang sangat ideal.

Menariknya, Samsung tidak mengorbankan aspek-aspek fundamental seperti kualitas rancang bangun, performa dapur pacu, hingga daya tahan baterai. Dukungan antarmuka One UI serta ekosistem Samsung yang matang juga menjadi nilai tambah yang signifikan. Jika anggaran Anda mencukupi dan Anda sedang mencari ponsel lipat baru, Galaxy Z Fold8 adalah opsi terbaik yang sangat layak dipertimbangkan saat ini.

Desain Unik dan Kualitas Layar


Galaxy Z Fold8 hadir dengan dimensi yang lebih lebar, terutama berkat layar luar berukuran 5,5 inci dengan rasio 10:16 yang sangat mirip dengan dimensi sebuah paspor. Saat perangkat dibuka, Anda akan disambut oleh layar utama berukuran 7,6 inci dengan rasio aspek 4:3. Sebelum membahas lebih jauh mengenai fungsionalitas kedua layar ini, aspek rekayasa desain dan detail rancang bangun ponsel ini juga sangat layak diapresiasi. Samsung berhasil menjaga bobotnya tetap ringan di angka 201 gram, bahkan lebih ringan dibandingkan saudaranya, Galaxy Z Fold8 Ultra dan S26 Ultra. Dengan ketebalan hanya 9,7 mm saat terlipat dan hanya 4,5 mm saat dibuka, Galaxy Z Fold8 terasa sangat ringkas, nyaman digenggam, serta mudah diselipkan ke dalam saku celana maupun tas kecil.


Rahasia di balik bodi tipis Galaxy Z Fold8 ini tampaknya terletak pada teknologi Flex Titanium terbaru dari Samsung. Penggunaan lapisan paduan titanium dan pelat titanium pada struktur panel tidak hanya meningkatkan kekuatan dan daya tahan layar, tetapi juga menyamarkan lipatan (crease) sekaligus memangkas ketebalan perangkat. Selain itu, langkah inovatif Samsung yang patut diacungi jempol adalah penerapan teknologi baterai silicon-carbide untuk pertama kalinya. Teknologi ini memungkinkan kapasitas baterai tetap besar tanpa membuat bodi ponsel menjadi tebal.

Hasilnya, meski memiliki profil yang sangat ramping, Galaxy Z Fold8 tetap dibekali baterai berkapasitas 4.800 mAh yang mumpuni. Untuk urusan durabilitas, sertifikasi IP48 serta rangka Advanced Armor Aluminium memberikan rasa aman ekstra bagi pengguna. Singkat kata, meski mengusung form factor baru yang lebih ramping, Samsung sama sekali tidak berkompromi soal kualitas rancang bangunnya.


Layar luar berukuran 5,5 inci pada ponsel ini menggunakan panel Dynamic LTPO AMOLED 2X dengan refresh rate 120 Hz, serta dilapisi kaca pelindung Corning Gorilla Glass Ceramic 3. Ukuran layar sekunder ini sudah sangat memadai untuk kebutuhan harian yang cepat, seperti menjawab panggilan telepon, membalas pesan WhatsApp, membaca email, hingga berselancar di Instagram Reels. Kendati demikian, dimensinya yang melebar membuat pengoperasian dengan satu tangan terasa kurang nyaman.

Kelemahan lainnya adalah jumlah konten yang dapat ditampilkan dalam sekali lihat terasa lebih sedikit dibandingkan dengan ponsel standar, sehingga saya harus lebih sering melakukan scrolling untuk melihat ikon aplikasi, widget, daftar pesan, maupun halaman web. Namun, keterbatasan ini tentu bisa diatasi dengan beralih ke layar utama.


Saat layar utama dibuka, Anda akan dimanjakan oleh panel Foldable Dynamic LTPO AMOLED 2X berukuran 7,6 inci. Layar menawan ini mendukung refresh rate 120 Hz, HDR10+, serta tingkat kecerahan puncak hingga 3.000 nits, yang kembali membuktikan reputasi legendaris Samsung di sektor teknologi layar. Layar utama ini juga sangat ideal untuk menikmati konten video, di mana format standar 16:9 hanya menyisakan sedikit ruang hitam (letterboxing) di bagian atas dan bawah. Ketika ponsel diputar ke orientasi portrait, rasio aspek 3:4 yang diusungnya terasa sangat pas untuk membaca dokumen, e-book, maupun menjelajahi halaman web. Tidak heran jika Samsung gencar mengampanyekan pengalaman visual yang “immersive” pada Galaxy Z Fold8 ini.

Sektor Kamera yang Mumpuni


Untuk keperluan swafoto, Samsung menyematkan kamera depan beresolusi 10 MP pada masing-masing layar. Sementara di bagian punggung, terdapat konfigurasi dua kamera yang diposisikan di sudut kiri atas. Sayangnya, ponsel ini tidak dilengkapi dengan lensa telefoto. Sebagai gantinya, Anda mendapatkan kamera utama 50 MP yang didukung fitur penstabil gambar optis (OIS), bersanding dengan kamera ultrawide 50 MP.

Meski tanpa lensa telefoto, sistem kamera ini tergolong sangat andal dalam menghasilkan foto berkualitas di berbagai kondisi pencahayaan. Galaxy Z Fold8 mungkin tidak dirancang untuk menandingi ponsel flagship lain yang murni berfokus pada fotografi profesional, namun performa kameranya jelas tidak mengecewakan. Jepretan di kondisi cahaya ideal tampak tajam dan kaya warna, dengan detail yang melimpah serta fokus yang akurat. Hasil foto dalam kondisi low-light pun sebagian besar masih terlihat oke. Singkatnya, kemampuan kamera ponsel ini sudah lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan dokumentasi sehari-hari.

Fitur dan Antarmuka

Saya selalu menyukai integrasi ekosistem yang ditawarkan oleh Samsung, dan Galaxy Z Fold8 kembali membuktikan keunggulan tersebut. Antarmuka One UI yang diusungnya terasa sangat intuitif, mudah dipersonalisasi, namun tetap menyediakan opsi kustomisasi yang mendalam bagi para power user. Selain itu, melimpahnya fitur bawaan membuat pengalaman menggunakan ponsel ini terasa sangat menyenangkan.


Meskipun sebagian besar fitur ini sudah tidak asing lagi bagi pengguna Samsung, ada beberapa fitur andalan yang menurut saya sangat membantu produktivitas harian:

Secure Folder: Memungkinkan Anda memisahkan data pekerjaan dan file pribadi dalam ruang penyimpanan khusus yang dilindungi kata sandi.
Samsung Cloud: Memudahkan proses pencadangan dan pemulihan data serta pengaturan pribadi, sekaligus mengaktifkan fitur pelacakan perangkat (Find My) dan berbagai fungsi lainnya.
DeX: Memungkinkan Anda menghubungkan ponsel ke layar yang lebih besar untuk mendapatkan pengalaman komputasi layaknya desktop, mengubah fungsi ponsel menjadi serupa laptop.

Tak hanya itu, jika Anda sudah berada di dalam ekosistem Samsung (seperti menggunakan tablet atau laptop Samsung), konektivitas antarperangkat akan terasa sangat mulus. Anda bisa dengan mudah melakukan drag-and-drop file antarperangkat, hingga mengakses dan menampilkan data ponsel langsung di layar yang lebih besar.

Pembahasan mengenai ponsel flagship Samsung tentu tidak lengkap tanpa mengulas Galaxy AI. Samsung terus memperbarui dan menyempurnakan fitur kecerdasan buatan mereka secara berkala. Hasilnya, integrasi Galaxy AI pada sistem terasa sangat matang dan menyatu, bukan sekadar fitur tambahan yang dipaksakan. Fitur seperti Now Nudge dan Now Brief sangat membantu untuk menampilkan informasi kontekstual secara cepat. Di sisi lain, saya pribadi merasa fitur Transcript Assist sangat membantu untuk mengubah rekaman wawancara atau rapat menjadi teks secara instan.

Fitur Photo Assist dan Creative Studio juga tidak kalah menarik; saya sering menggunakan fitur penghapus objek berbasis AI (AI Eraser) untuk menghilangkan elemen yang mengganggu pada foto. Fitur ini bekerja dengan sangat andal, meski terkadang membutuhkan beberapa kali percobaan untuk mendapatkan hasil yang sempurna. Selain itu, ada fitur AI baru bernama My FanCam yang memungkinkan Anda mendeteksi, memotong, dan membuat video baru yang berfokus pada subjek manusia dari rekaman video yang sudah ada.


Samsung juga mengoptimalkan antarmuka One UI pada Galaxy Z Fold8 agar dapat memaksimalkan potensi layar besarnya. Meski entah mengapa fitur Flex Mode absen pada perangkat ini (fitur yang membagi tampilan aplikasi seperti kamera atau YouTube saat ponsel ditekuk setengah terbuka), Anda tetap bisa menjalankan beberapa aplikasi sekaligus dengan lancar. Bahkan, terdapat fitur eksklusif untuk seri Fold8 yang memungkinkan Anda menjalankan tiga aplikasi secara berdampingan (side-by-side) di layar utama.

Performa Kencang dan Daya Tahan Baterai



Ditenagai oleh chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5 yang dipadukan dengan RAM 12 GB (atau hingga 16 GB jika Anda memilih varian penyimpanan 1 TB), performa Galaxy Z Fold8 berada di kelas yang membuat angka-angka benchmark di atas kertas terasa tidak terlalu penting lagi. Namun, bagi Anda yang penasaran, kami tetap menyertakan beberapa hasil pengujian benchmark di bawah ini. Dalam penggunaan nyata sehari-hari, performa ponsel ini terasa sangat mulus dan responsif, sangat merepresentasikan statusnya sebagai perangkat flagship premium.

Galaxy Z Fold8 sanggup melibas berbagai tugas berat tanpa kendala, termasuk menjalankan game dengan grafis intensif. Suhu bodi memang akan terasa sedikit hangat saat dipaksa bekerja keras, namun hal ini tergolong wajar mengingat profil bodinya yang sangat tipis.
Skor AnTuTu
Samsung Galaxy S26 Ultra
Qualcomm Snapdragon 8 Elite Gen 5
3,905,605
Samsung Galaxy Z Fold 8
Qualcomm Snapdragon 8 Elite Gen 5
3,252,918
Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra
Qualcomm Snapdragon 8 Elite Gen 5
3,074,056
AnTuTu menilai CPU, GPU, memori, dan pengalaman pengguna ponsel pintar secara keseluruhan (lebih tinggi lebih baik)
Skor Geekbench Multi-Core
Samsung Galaxy S26 Ultra
Qualcomm Snapdragon 8 Elite Gen 5
11,407
Samsung Galaxy Z Fold 8
Qualcomm Snapdragon 8 Elite Gen 5
10,467
Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra
Qualcomm Snapdragon 8 Elite Gen 5
10,257
Geekbench menilai efisiensi inti tunggal (single core) dan banyak inti (multi core) pada CPU (lebih tinggi lebih baik)
Skor Baterai PCMark (dalam jam)
Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra
5000 mAh
20.8
Samsung Galaxy S26 Ultra
5000 mAh
14.4
Samsung Galaxy Z Fold 8
4800 mAh
13.5
Uji baterai PCMark mengukur masa pakai baterai ponsel dari 100% ke 20% (lebih tinggi lebih baik)


Samsung menerapkan teknologi baterai silicon-carbide untuk pertama kalinya pada lini ponsel pintar mereka lewat seri Z8 ini. Alih-alih menggunakannya untuk mengejar kapasitas baterai yang luar biasa besar, Samsung memilih memanfaatkan teknologi ini untuk memangkas ketebalan perangkat. Oleh karena itu, Galaxy Z Fold8 dibekali baterai berkapasitas 4.800 mAh, sebuah angka yang tergolong impresif untuk ponsel setipis ini. Untuk penggunaan moderat yang didominasi oleh aktivitas pada layar luar, baterainya sanggup bertahan seharian penuh. Selain itu, berkat dukungan pengisian daya cepat 45 W menggunakan kabel, proses pengisian daya pun dapat berjalan lebih singkat.

Kesimpulan Akhir

Di awal ulasan ini, saya sempat menyebutkan bahwa saya sangat menyukai form factor baru yang ditawarkan oleh Galaxy Z Fold8. Namun, kata “suka” terkadang bisa bias karena rasa penasaran sesaat. Setelah menghabiskan waktu sekitar dua minggu bersama Galaxy Z Fold8, saya menyadari bahwa ketertarikan ini bukan sekadar kekaguman sesaat, melainkan apresiasi nyata terhadap fungsionalitasnya. Dibanderol dengan harga mulai dari Rp 28, 5 juta di Indonesia , ponsel ini memang memiliki label harga yang cukup tinggi. Kendati demikian, skema cicilan yang ditawarkan biasanya dapat mempermudah konsumen untuk meminang ponsel flagship premium dari Samsung ini.

Secara teknis, Galaxy Z Fold8 belum memiliki kompetitor langsung yang mengusung form factor serupa di pasar saat ini, meski peta persaingan mungkin akan berubah dalam beberapa pekan ke depan. Untuk saat ini, pesaing terdekatnya justru datang dari saudaranya sendiri, yaitu Galaxy Z Fold8 Ultra dan Galaxy Z Flip8. Beruntung, Samsung berhasil memberikan diferensiasi yang jelas untuk masing-masing model. Seri Flip8 ditujukan bagi pengguna yang mendambakan ponsel super ringkas, sedangkan Fold8 Ultra berfokus pada produktivitas maksimal lewat layar raksasanya. Di sinilah Galaxy Z Fold8 hadir mengisi celah ideal di tengah-tengah: menawarkan kepraktisan ponsel yang mudah masuk ke saku, namun tetap bisa dibuka menjadi tablet mini yang sangat nyaman untuk menikmati berbagai konten multimedia.


Jika kita melihat ke luar segmen ponsel lipat, nominal harga yang ditawarkan Galaxy Z Fold8 sebenarnya sudah bisa digunakan untuk membeli hampir semua ponsel flagship konvensional terbaik di pasaran saat ini, baik dari Apple, Samsung, Oppo, maupun Vivo. Namun, jika memilih opsi tersebut, Anda hanya akan mendapatkan ponsel biasa pada umumnya, bukan?

Kembali ke Samsung Galaxy Z Fold8, perangkat ini menawarkan kepraktisan bodi yang ramping dan ringkas saat terlipat tanpa mengorbankan aspek penting seperti performa dapur pacu dan daya tahan baterai. Saat dibuka, ia bertransformasi menjadi tablet mini yang sangat andal untuk membaca maupun menonton video. Menurut saya, Galaxy Z Fold8 berhasil menyajikan argumen terkuat mengapa seseorang harus beralih ke ponsel lipat saat ini. Seperti yang saya katakan sebelumnya, perangkat ini sangat mungkin menjadi cetak biru bagi masa depan ponsel lipat. Sekarang, giliran Anda, Apple.

Rating Editor: 8,5 / 10

Kelebihan

Kekurangan

Home Reviews