Tablet Xiaomi Naik Harga di China, Redmi Pad 2 hingga Xiaomi Pad 8 Terdampak

Sorotan
  • Xiaomi dilaporkan diam-diam mengerek harga perangkat–perangkat tablet buatannya di China.
  • Besaran kenaikan harga mencapai kisaran Rp 400 ribuan.
  • Model-model tablet yang terdampak tersebar di berbagai lini dari Redmi Pad 2 hingga Xiaomi Pad 8.



Para pabrikan gadget agaknya mulai banyak tertekan oleh kelangkaan dan kenaikan biaya komponen hardware, terutama memori yang banyak diborong oleh pelaku industri AI. Efeknya sudah mulai terlihat di toko-toko ritel.

Tak lama setelah muncul laporan bahwa Samsung berniat menaikkan harga ponselnya, Xiaomi diam-diam telah mengerek harga tablet buatannya di China. Besaran kenaikan berkisar antara 100-200 yuan (Rp 236 ribu-Rp 472 ribu), tergantung model.

Gizmochina menyebutkan bahwa perangkat-perangkat tablet Xiaomi yang terdampak kenaikan harga di China mencakup Xiaomi Pad 8 Series dan semua model Redmi pad 2.

Tablet Xiaomi Pad 8 kini mulai dijual seharga 2.299 yuan (Rp 5,5 juta) dari sebelumnya 2.199 yuan (Rp 5,2 juta). Xiaomi Pad 8 Pro yang diposisikan lebih tinggi sekarang dihargai mulai 2.899 yuan (Rp 6,9 juta), dari sebelumnya 2.799 yuan (Rp 6,6 juta).

Tablet entry-level Redmi Pad 2 mengalami kenaikan harga terbesar. Banderol semua modelnya terdongkrak sebesar 200 yuan (Rp 472 ribu) sehingga harga termurahnya menjadi 1.199 yuan (Rp 2,8 juta).

Menurut analis industri, penyesuaian ini tak lain disebabkan oleh kenaikan harga yang terus berlangsung untuk komponen DRAM dan chip flash untuk media penyimpanan di gadget mobile.

Faktor utamanya adalah ekspansi besar-besaran di industri AI. Kapasitas produksi DRAM semakin banyak dialihkan ke pembangunan data center untuk pengolahan AI, sehingga pabrikan perangkat elektronik konsumen kesulitan mendapat jatah.

Tekanan harga sebagai akibat dari kelangkaan komponen tersebut kemudian diteruskan sepanjang rantai pasokan. Ujung-ujungnya harga produk akhir terpaksa iku tmengalami kenaikan.

Sebelumnya, Presiden Xiaomi Lu Weibing sempat mengatakan bahwa harga memori sudah meroket jauh melebihi ekspektasi. Namun, ini mungkin baru tahap awal karena lembaga riset pasar TrendForce memprediksi akan ada kenaikan harga signifikan di harga storage pada kuartal pertama 2026.