
Jajaran ponsel lipat terbaru Samsung resmi memasuki pasaran Indonesia. Istimewanya, ada tiga smartphone foldable yang dirilis secara berbarengan, yaitu Galaxy Z Fold 8, Galaxy Z Fold 8 Ultra, dan Galaxy Z Flip 8.
Sekilas, Galaxy Z Fold 8 terkesan seperti penerus Galaxy Z Fold 7 keluaran 2025, tapi sebenarnya bukan. Perangkat ini merupakan HP lipat yang sebelumnya belum pernah ada. Bentuknya unik, lebih lebar dibandingkan dengan foldable lain pada umumnya dan lebih pendek sehingga terkesan imut.
Table of Contents
Samsung telah lebih dulu menggaungkan desain Galaxy Z Fold 8 sebelum mengumumkannya secara resmi pada ajang Galaxy Unpacked 2026 minggu lalu. Dari sejumlah teaser yang ditayangkan, sudah bisa ditebak bahwa desainnya bakal berbeda.
Kenyataannya memang demikian. Dari segi ukuran, Galaxy Z Fold 8 seperti berada di antara kedua saudaranya: lebih besar dibandingkan Galaxy Z Flip 8, tapi lebih kecil dari Galaxy Z Fold 8 Ultra. Dimensinya juga paling lebar sehingga tampak lebih “kotak” dan menyerupai bentuk paspor.
Menurut Samsung, berbeda dari Galaxy Z Fold 8 Ultra yang mengutamakan aspek produktivitas, Galaxy Z Fold 8 lebih ditujukan bagi content consumption sehingga cocok bagi mereka yang sering menikmati konten dari genggaman, baik itu berupa feed media sosial, laman web, hingga streaming video.
Form factor barunya pun dirancang seputar skenario tersebut. Layar utama di bagian dalam menggunakan panel Dynamic AMOLED 2x berdiagonal 7,6 inci (2.448 x 1.848 piksel, 1-120 Hz, 3.000 nits peak brightness) dengan aspect ratio 4:3 yang disebut ideal untuk konsumsi konten berjenis video (dengan letterboxing) hingga e-book.
Ketika menggunakan layar utama untuk membaca e-book, Galaxy Z Fold 8 bisa diorientasikan secara horizontal untuk menampilkan dua halaman sekaligus. Apabila ingin tampilan lebih besar agar mudah dibaca, cukup putar perangkat ke orientasi portrait dan konten teks pun akan disesuaikan menjadi satu halaman.
Layar luar alias cover screen pada Galaxy Z Fold 8 menggunakan panel Dynamic AMOLED 2x berdiagonal 5,5 inci (1.972 x 1.248, 1-120 Hz) dengan aspect ratio 16:10 sehingga lebih memanjang dibandingkan layar utama dan karena itu cocok untuk skenario penggunaan smartphone pada umumnya, seperti scrolling post atau video pendek di medsos.
Dengan dimensi 81,9 x 123,9 x 9,7 mm saat terlipat, Galaxy Z Fold 8 tampak mungil dan menarik, seperti HP lipat book-style versi mini. Bodinya juga ramping dengan ketebalan hanya 4,5 mm saat dibentangkan, sementara bobotnya 201 gram atau sebanding dengan ponsel candybar non-lipat pada umumnya.
Meskipun demikian, Samsung menyematkan hardware “maksimal” dengan spesifikasi papan atas pada Galaxy Z Fold 8, termasuk chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5, serta opsi konfigurasi memori hingga 16 GB/1 TB.
Seperti biasa untuk foldable Samsung, terdapat dua kamera depan yang masing-masing terletak dalam punch hole di layar utama dan cover screen. Kedua kamera depan beresolusi 10 MP (f/2.2), tapi dengan sudut pandang yang berbeda. Kamera depan pada layar utama bersudut pandang lebih lebar, 100 derajat, sehingga cocok untuk video conferencing, sementara kamera depan di cover screen memiliki FoV 85 derajat.
Namun, yang lebih menarik adalah duo kamera belakangnya yang terdiri dari kamera utama 50 MP (f/1.8, OIS, FoV 85 derajat) dan kamera ultrawide 50 MP (f/1.9, FoV 120 derajat). Pengguna Galaxy Z Fold 8 bisa melihat preview dari layar utama yang menghadap ke arah depan saat ponsel dibentangkan, sehingga mempermudah selfie atau vlogging dengan kamera utama atau ultrawide.
Kemampuan tersebut sebenarnya sudah lama ada di ponsel-ponsel foldable keluaran Samsung. Satu hal yang baru adalah fitur AI bernama My FanCam yang memungkinkan pengguna memilih salah satu subjek manusia dalam rekaman video untuk diikuti pergerakannya (tracking).
My FanCam akan melakukan cropping video sesuai ukuran subjek, lalu mengikuti ke mana pun ia bergerak selagi masih berada di dalam frame. Fitur ini bisa diterapkan pada hasil rekaman semua kamera Galaxy Z Fold 8 karena dilakukan di galeri seperti editing biasa. Idealnya, My FanCam diterapkan pada video beresolusi tinggi seperti UHD/60 fps agar hasil cropping bisa tetap relatif tajam.
Baterai 4.800 mAh berikut dukungan fast charging 45 watt dan wireless fast charging 20 watt, serta sistem operasi One UI 9 berbasis Android 17 menggenapi spesifikasi Galaxy Z Fold 8. Fitur-fitur “wajib” lainnya seperti pemindai sidik jari (side-mounted), konektivitas 5G, Bluetooth 6, dan WiFi 7 juga hadir.
Di Indonesia, Galaxy Z Fold 8 tersedia dalam empat pilihan warna yang sama dengan versi internasional, yaitu Graphite, Cream, Lavender, dan Pistachio (khusus online). Informasi harga dan pembeliannya dapat dilihat di situs Samsung di tautan ini.