
Pabrikan ponsel asal China, Tecno, sepertinya sedang mempersiapkan ponsel terbarunya di Indonesia, yakni Tecno Camon 50. Indikasi tersebut terlihat dari kemunculan perangkat dengan kode nomor ponsel CN5 di situs Pos dan Telekomunikasi (Postel) dari Direktorat Jenderal (Ditjen) Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI), Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).
Menurut pemantauan 91Mobiles Indonesia, sertifikat Postel untuk CN5 terbit pada Rabu, 17 Desember 2025 dengan nomor sertifikat 116808/DJID/2025 oleh nama pemohon PT CarlCare Service ILA, sebagaimana terlihat di tautan ini. Laman sertifikat itu secara jelas menampilkan nama pemasaran Tecno Camon 50 sebagai ponsel yang diacunya.
Pada awal bulan ini, Tecno Camon 50 juga sudah lolos sertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dengan nilai TKDN 35,75 persen. Kala itu Camon 50 tidak muncul sendirian, ponsel lain dengan kode perangkat KN3 (diduga Tecno Spark Go 3 atau Tecno Pop 2) juga ikut terdaftar.
Dengan penemuan sertifikat Postel dan TKDN tersebut, Tecno Camon 50 diduga kuat akan segera rilis di Indonesia untuk memperkuat segmentasi produk di kelas harga entry-level menuju mid-range.
Table of Contents
Nomor perangkat CN5 merujuk pada varian 4G dari Tecno Camon 50. Oleh karena itu, ponsel ini pun diprediksi akan menggunakan Helio G200, chip suksesor dari Helio G100 pada Camon 40.
Sebelum “nongol” di dua basis data sertifikasi Indonesia, Tecno Camon 50 juga sudah terdaftar di lembaga sertifikasi EEC (Eurasian Economic Commission). Selain itu, perangkat ini juga mengantongi sertifikasi dari TUV Rheinland, sebagaimana dikutip dari TheTechOutlook.
Sertifikasi EEC tersebut mengisyaratkan peluncuran Camon 50 di pasar Eropa dalam waktu dekat. Sementara itu, sertifikasi TUV Rheinland mengungkapkan informasi terkait baterainya.
Disebutkan bahwa Camon 50 terdaftar dengan nomor sertifikat JPTUV-180689 di TUV Rheinland dengan kategori “Mobile Phone”. HP Tecno bersangkutan disebut memiliki baterai Li-Ion Polymer 6.340 mAh dengan tegangan pengisian 11,0V DC, 10,0V DC, 5,0V DC, dan 3,92V DC, serta masuk dalam klasifikasi perlindungan Class III.
Informasi lengkap soal Camon 50 memang masih menjadi misteri. Namun, kita dapat mengacu pada pendahulunya, Camon 40, untuk memiliki gambaran soal apa saja yang bakal ditawarkan penerusnya.
Camon 40 diotaki dengan Helio G100, memiliki kamera belakang 50 MP Sony LYT-700C + OIS dengan teknologi Universal Tone untuk warna kulit yang lebih akurat. Fitur AutoSnap dan FlashSnap turut disediakan agar dapat menangkap momen dengan cepat. Sebagai pendampingnya, terdapat kamera ultrawide 8 MP dan kamera depan 32 MP.
Layarnya sudah mengusung panel AMOLED 6.78 inci dengan resolusi Full HD Plus (2.436 x 1.080 piksel), mendukung refresh rate 120 Hz dan kecerahan maksimal 1.300 nit.
Baterai yang dipakainya memiliki kapasitas 5.200 mAh dengan fast charging 45 watt. Agar tetap relevan dengan standar masa kini, kemungkinan kapasitas baterai di Camon 50 bakal ditingkatkan menjadi 6.340 mAh, sejalan dengan keterangan baterai pada sertifikat TUV Rheinland.
Tecno Camon 40 dijual dengan harga normal (SRP) Rp 2.699.000 untuk RAM 8 GB/ 128 GB dan Rp 2.899.000 untuk RAM 8 GB/ 256 GB. Harga Camon 50 kemungkinan bakal mengalami penyesuaian, sejalan dengan antisipasi prediksi kenaikan harga ponsel di tahun 2026.
Mengingat Camon 50 sudah dinyatakan lolos uji Postel di bulan Desember, ponsel ini diprediksi akan rilis di Indonesia lebih cepat dibandingkan sebelumnya, yakni pada Januari 2026. Sang pendahulu, Camon 40, baru diumumkan global di ajang MWC pada Maret 2025, kemudian rilis di Indonesia pada bulan yang sama.