Toko Apple di AS Diserbu Pembeli, Takut iPhone Naik Harga Imbas Tarif Trump

Sorotan
  • Apple dikabarkan terkena dampak dari kebijakan tarif impor baru yang diumumkan oleh presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
  • Warga AS menjadi panik sehingga memborong produk-produk Apple lantaran takut bakal terjadi kenaikan harga.
  • Selain itu, biaya produksi iPhone 16 Pro juga meningkat sehingga berpotensi besar menyebabkan kenaikan harga jual.

Seminggu lalu, presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memberlakukan kebijakan tarif impor dari negara-negara lain. Hal ini kemungkinan akan memicu kenaikan harga sejumlah ponsel pintar, tak terkecuali iPhone yang kebanyakan diimpor ke AS dari China. 

Imbasnya, banyak masyarakat AS yang berbondong-bondong menghampiri Apple Store untuk membeli iPhone dan produk-produk lainnya sebelum terjadi kenaikan harga. 

Dikutip dari Bloomberg via 9toMac.com, sejumlah karyawan Apple Store yang tersebar di wilayah Amerika Serikat melaporkan adanya peningkatan permintaan untuk produk Apple, terutama iPhone. 

Banyak pelanggan yang bertanya pada karyawan Apple soal potensi kenaikan harga sebagai imbas dari kebijakan tarif impor yang diumumkan Donald Trump. 

“Hampir semua pelanggan bertanya pada saya apakah harga-harga produk akan naik,” ujar salah satu pegawai Apple Store. Para pelanggan ini juga dilaporkan terlihat panik dan terus memberikan pertanyaan.

Menurut sumber yang memahami persoalan ini, pihak perusahaan belum menyediakan arahan khusus kepada para pegawai Apple Store tentang cara menjawab pertanyaan seputar potensi kenaikan harga, atau pun untuk menghadapi lonjakan permintaan.

Bahkan menurut karyawan lain, suasana antrean pada Apple Store belakangan ini mirip seperti saat ada peluncuran iPhone terbaru atau ketika musim liburan. Berdasarkan kabar yang beredar di media sosial Reddit, dilaporkan bahwa banyak pelanggan yang memborong produk Mac imbas ketakutan terhadap tarif impor baru.

Apple menimbun stok iPhone

Apple dikabarkan telah mengirim lima pesawat yang penuh berisikan produk dari India dan China dalam beberapa hari terakhir. Hal ini bertujuan agar stok produk tetap banyak dan bisa dijual dengan harga lama sebelum terdampak kebijakan tarif impor. 

Apple dan Foxconn juga tengah mempertimbangkan untuk memperluas pabrik di Brazil. Sebab, negara tersebut hanya terkena tarif 10 persen dari AS, lebih rendah ketimbang China (34 persen, ditamban tarif sebelumnay 20 persen) dan India (26 persen). Langkah ini pun bisa dianggap sebagai strategi diversifikasi lokasi produksi.

Adapun kebijakan tarif impor baru ini turut berdampak pada saham Apple yang turun lebih dari 18 persen semenjak pengumuman tarif. Perusahaan lain di Amerika Serikat pun mengalami penurunan nilai saham lantaran kekhawatiran biaya produksi naik dan turunnya daya beli masyarakat. 

Dampak tarif impor baru terhadap harga iPhone 16 Pro

Menurut GSM Arena, penjualan pre-order untuk Nintendo Switch 2 di Amerika Serikat mengalami penundaan. Pihak Nintendo diketahui masih menghitung dampak dari tarif impor yang baru. 

Nintendo memproduksi 54 persen konsolnya di China dan 46 persen di Vietnam. Kedua negara ini sekarang terdampak tarif baru dari Amerika Serikat. 

Awalnya harga Nintendo Switch 2 adalah 450 dolar AS (Rp 7,5 jutaan), namun kemungkinan bakal mengalami peningkatan harga setelah penjadwalan ulang pre-order dilakukan.

Lalu, bagaimana dengan produk iPhone? Apple juga telah memproduksi model iPhone Pro di India sebagai upaya diversifikasi. Tarif impor dari negara tersebut hanya 26 persen sehingga lebih ringan ketimbang tarif impor dari China yang sebesar 54 persen. Namun walaupun sudah berpindah ke India, kenaikan biaya yang terjadi tetap tergolong drastis.

Sebuah laporan terbaru dari The Wall Street Journal, laman situs iFixit dan TechInsights telah merinci biaya komponen untuk iPhone 16 Pro varian 256 GB dan menghitung perkiraan dampak tarif impor 54 persen dari China.

Sebelum kebijakan tarif impor diberlakukan, total biaya produksinya (bill of materials) adalah 549,73 dolar AS. Setelah proses perakitan dan pengujian, harganya menjadi 580 dolar AS. 

Adapun komponen termahal dari perangkat ini adalah kamera belakang senilai 126,95 dolar AS (Rp 2,1 juta), chipset A18 Pro senilai 90,85 dolar AS (Rp 1,5 juta), layar senilai 37,97 dolar AS (Rp 640 ribu), dan penyimpanan 256 GB senilai 20,59 dolar AS (Rp 340 ribu).

Lalu bagaimana dengan harga jualnya? Di pasar Amerika Serikat, iPhone 16 Pro varian 256 GB dibanderol dengan harga 1.100 dolar AS (Rp 18,5 jutaan).

Sebagai pengingat, perlu diketahui bahwa tarif impor dari China kini menjadi 54 persen. Tarif ini dikenakan bukan pada harga jualnya melainkan pada nilai biaya komponen.

Sehingga, sumber The Wall Street Journal memperkirakan kenaikan harga produksi menjadi 847 dolar AS (Rp 14,2 jutaan), naik sekitar 300 dolar AS (Rp 5 juta) dari sebelumnya.

Apple sendiri sudah memiliki margin keuntungan besar dari setiap penjualan produknya. Jadi kemungkinan mereka masih tetap mendapatkan untung kendati sudah terkena tarif impor 54 persen, sama seperti ketika tarif impornya hanya naik 10 persen.

Akan tetapi kali ini peningkatan tarif yang terjadi jauh lebih besar, sehingga bisa saja harga iPhone dan beberapa produk lainnya mengalami peningkatan harga jual (harga yang mesti dibayarkan konsumen). 

Menurut laporan yang beredar, kita dapat menerka-nerka apakah iPhone 17 bakal naik harga atau tidak berdasarkan harga jual Nintendo Switch 2 nanti. Apabila konsol handheld bersangkutan mengalami kenaikan harga rilis dari harga yang telah diumumkan, kemungkinan besar iPhone 17 juga akan lebih mahal saat rilis bulan September nanti.

iconicon
Ananda Ganesha Maaruf adalah seorang gadget enthusiast. Ia selalu menyenangi gadget di harga murah dengan value tinggi. Kini, ia bekerja sebagai Senior Writer di 91mobiles Indonesia. Sebelumnya, Ganesha bekerja sebagai Content Writer di Carisinyal.com selama 4 tahun.