Xiaomi Dikabarkan Bikin Chip HP Sendiri Demi Kurangi Ketergantungan pada Qualcomm

Sorotan
  • Xiaomi disnyalir sedang mengembangkan chip mobile untuk digunakan di ponsel-ponsel buatannya.
  • Langkah tersebut diduga untuk mengurangi ketergantungan terhadap pemasok chip lain.
  • Chip Xiaomi diperkirakan mulai diproduksi tahun depan.


Mengikuti Google yang mengembangkan sendiri chip untuk smartphone buatannya, Xiaomi dikabarkan sedang melakukan hal serupa. Pabrikan gadget asal China tersebut dikabarkan sedang merancang chip mobile yang bakal digunakan di ponsel mendatang dari Xiaomi.

Langkah Xiaomi itu disinyalir merupakan upaya untuk mengurangi ketergantungan terhadap pemasok chip dari pihak asing, dalam hal ini Qualcomm, di samping Mediatek. Chip buatan sendiri boleh jadi bisa membuat Xiaomi lebih mandiri di tengah pasaran Android yang didominasi oleh Qualcomm.

Menurut keterangan sumber yang dihimpun 91Mobiles Indonesia dari South China Morning Post, chip buatan Xiaomi diperkirakan akan mulai diproduksi tahun depan. Time frame 2025 menunjukkan bahwa Xiaomi ingin bergabung dengan perusahaan-perusahaan teknologi lain yang berinvestasi di teknologi semikonduktor.

Untuk China, hal ini merupakan salah satu area kunci dalam perlombaan teknologinya dengan Amerika Serikat secara umum. Para pejabat pemerintah China dilaporkan telah berulang kali meminta perusahan-perusahaan lokal untuk sebanyak mungkin mengurangi ketergantungan terhadap teknologi asing.

Bagi Xiaomi sendiri, apabila kabar pengembangan chip sendiri itu benar adanya, maka hal tersebut menandai bidang baru yang dijajaki Xiaomi, setelah sebelumnya mulai memasuki industri kendaraan listrik (EV).

Selain mengurangi ketergantungan terhadap pihak lain di industri ponsel, pengembangan chip secara in-house juga dapat membantu Xiaomi di bidang lain seperti EV. Langkah Xiaomi bergerak ke industri EV awalnya dimotivasi oleh sanksi AS yang kemudian dicabut.

Masuk ke industri chip mobile bukan perkara mudah. Intel dan Nvidia sebelumnya pernah mencoba dengan produk masing-masing dan gagal. Sejauh ini baru Apple dan Google yang sukses mendesain dan menggunakan chip sendiri di produk gadget buatannya.

Ada tantangan lain dalam hal manufakturnya apabila Xiaomi bergantung pada contract manufacturer seperti Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC) yang belakangan ditekan oleh AS untuk mengurangi bisnis dengan perusahaan-perusahaan dari China.

Di luar itu, dalam acara perusahaan yang disiarkan secara live bulan lalu, CEO Xiaomi Lei Jun mengatakan pihaknya akan menggelontorkan dana 30 miliar yuan (Rp 65,7 triliun) untuk keperluan riset dan pengembangan di 2025. Angka tersebut naik dari 24 miliar yuan (Rp 52, 6 triliun) pada 2024.

Menurut Lei, riset dan pengembangan Xiaomi tahun depan akan difokuskan pada teknologi-teknologi inti seperti kecerdasan buatan, peningkatan sistem operasi, dan chip.

iconicon
Oik telah bekerja untuk sejumlah media ternama di Indonesia. Karirnya diawali dengan menulis review hardware komputer untuk Majalah Chip dan JagatReview. Dia kemudian menjadi jurnalis di Kompas.com selama lebih dari satu dekade, meliput produk-produk dan tren terkni di dunia teknologi, sebelum bergabung dengan 91Mobiles Indonesia sebagai Associate Editor.