3 Konsol Game Handheld Pesaing Steam Deck, Mirip tapi Lebih Powerful

Sudah empat tahun berselang setelah Steam Deck pertama kalinya diperkenalkan. Hingga kini, Steam Deck pun masih menjadi salah satu konsol handheld paling populer di pasaran.

Namun popularitas Steam Deck tampaknya akan terguncang lantaran hadirnya sejumlah perangkat gaming portabel lain yang lebih bertenaga. Dengan chipset generasi terbaru, layar beresolusi tinggi, dan refresh rate lebih cepat, sejumlah pesaingnya dapat melampaui performa Steam Deck di atas kertas. 

Akan tetapi, performa tinggi bukanlah satu-satunya faktor utama dalam menonjolkan pengalaman pengguna yang nyaman. Steam Deck tetap unggul dari segi ekosistem dan antarmuka berbasis SteamOS yang menawarkan pengalaman bak konsol. 

Dirinya tetap unggul ketimbang sebagian besar pesaingnya yang masih mengandalkan OS Windows, yang dinilai belum sepenuhnya optimal untuk penggunaan handheld. Namun, jika Anda benar-benar hanya memprioritaskan performa murni di atas segala, berikut ini daftar 3 konsol handheld yang diklaim lebih powerful ketimbang Steam Deck, sebagaimana dirangkum dari BGR.

Asus ROG Xbox Ally X

Wujud ROG Xbox Ally dan Ally X, Duo Konsol Game Handheld Kolaborasi Asus-Microsoft
Xbox full screen experience menyatukan game dari semua platform di satu tempat.

Berbeda dengan generasi sebelumnya, kini Asus bekerja sama dengan Microsoft untuk menghadirkan ROG Xbox Ally X dengan antarmuka menyerupai Xbox. Perangkat ini menggunakan chip AMD Ryzen AI Z2 Extreme dengan kinerja yang diklaim setara, atau bahkan melampaui performa Ryzen Z1 Extreme di generasi pendahulunya.

Meski tidak memakai SteamOS, handheld tersebut dibekali pengalaman antarmuka berbasis Xbox Full Screen Experience (FSE) agar pengguna langsung dihantarkan masuk ke UI ala konsol tanpa melewati desktop Windows. Selain lebih ramah pengguna, mode ini disebut lebih efisien dalam penggunaan RAM. Pengalamannya namun masih belum seramah dan senyaman SteamOS di Steam Deck.

Asus ROG Xbox Ally X dianggap sebagai salah satu handheld paling bertenaga hingga saat ini, rilis di Indonesia pada Oktober 2025 dengan harga Rp 14.999.000. Harga tersebut namun jauh lebih mahal dari Steam Deck OLED yang dibanderol 549 dolar AS (Rp 9,2 jutaan) di Tanah Air. Padahal, perbedaan performanya di skenario nyata tidak selamanya terasa signifikan. 

MSI Claw A8 BZ2EM

MSI Claw A8 BZ2EM

MSI ikut meramaikan pasar handheld dengan Claw A8 BZ2EM yang seperti ROG Xbox Ally X, juga dibekali dengan prosesor AMD Ryzen Z2 Extreme. Perangkat gaming ini menggunakan layar 8 inci Full HD Plus dengan refresh rate 120 Hz, RAM 24 GB, dan storage SSD 1 TB, membuatnya salah satu handheld dengan spesifikasi paling agresif di kelasnya. 

MSI turut melengkapi handheld tersebut dengan launcher khusus bernama MSI Center M, meskipun pengguna masih dapat mengaktifkan Windows Full Screen Experience untuk pengalaman yang lebih menyerupai konsol. 

Pengalaman kontrolnya mengandalkan tombol ABXY RGB dengan stik analog dan trigger hall effect, d-pad, bumper kiri dan kanan, serta tombol tambahan seperti view, menu, quick settings, dan makro (M1/ M2). Perangkat ini juga dibekali HD haptics dan sensor 6-axis IMU, memberikan pengalaman kontrol yang lebih presisi dan imersif. 

Walau performanya tinggi serta mendukung layar besar, MSI Claw A8 BZ2EM tetap saja tidak memberikan pengalaman software sebaik Steam Deck. Produk ini tersedia dalam dua varian warna yaitu Polar Tempest dan Neon Green, dijual dengan harga sekitar Rp 14.499.000.  

Lenovo Legion Go 2

Konsol HandHeld Lenovo Legion Go 2 Resmi Masuk Indonesia, Ini Harganya

Perangkat satu ini menjadi salah satu handheld paling dinantikan berkat spesifikasi kelas atas dan mode FPS seperti Nintendo Switch 2. Legion Go 2 dibekali prosesor Ryzen Z2 Extreme dan layar OLED 8,8 inci dengan refresh rate 144 Hz dan resolusi 1.920 x 1.200 piksel.

Seperti pendahulunya, pihaknya tetap mempertahankan ciri khas Lenovo berupa kontroler yang dapat dilepas, diposisikan sebagai handheld premium dengan fitur yang melimpah.

Lenovo Legion Go 2 sudah dibawa masuk ke Indonesia sejak Oktober 2025 kemarin dengan harga Rp 17.999.000. Sayangnya, seperti dua entry lainnya di daftar ini, Legion Go 2 masih menjalankan sistem operasi berbasis Windows 11 alih-alih SteamOS. 

Jika ingin memakai Legion Go 2 dengan SteamOS, sebaiknya bersabar sedikit karena perangkat tersebut baru dijadwalkan rilis pada Juni 2026, kendati dengan harga yang sedikit lebih mahal dibandingkan versi Windows.

Demikian tiga perangkat handheld dengan performa lebih kencang dari Steam Deck. Meski punya performa murni yang lebih gesit, resolusi dan refresh rate layar yang lebih baik, pengalaman pengguna tetap menjadi faktor pembeda utama.  

Steam Deck dinilai unggul berkat integrasi SteamOS yang lebih matang dan pengalaman selayaknya konsol tradisional. Sedangkan, handheld berbasis Windows 11 masih menghadapi tantangan terbesar dalam menghadirkan UI ramah pengguna untuk pemakaian portabel.