
Samsung kabarnya sedang mempersiapkan strategi baru untuk segmen ponsel layar lipat tiga miliknya. Pabrikan ponsel asal Korea Selatan ini dilaporkan sedang mengembangkan generasi baru dari Galaxy Z TriFold yang sudah rilis di beberapa wilayah.
Berdasarkan bocoran terbaru, Samsung sedang mengembangkan dua perangkat hibrida baru, di mana salah satunya adalah penerus dari TriFold dengan bodi yang lebih tipis. Laporan dari tipster yeux1122 menyebutkan bahwa engsel (hinge) dari TriFold generasi kedua ini bakal lebih ringan sekaligus lebih kuat.
Fokus utama dalam pengembangan ponsel terbaru ini adalah memperbaiki aspek ergonomi dengan menghadirkan bodi yang lebih tipis dan bobot lebih ringan dibandingkan generasi pendahulunya.
Table of Contents
Galaxy Z TriFold 2 bakal lebih tipis?
Sebagaimana dikutip dari SamMobile, ketebalan dari Galaxy Z TriFold 2 ini akan sedikit lebih bongsor dibandingkan Galaxy Z Fold 7. Sebagai perbandingan, Fold 7 punya ketebalan 8,9 mm ketika dilipat. Galaxy Z TriFold generasi terkini diketahui memiliki ketebalan 3,9 mm hingga 4,2 mm saat dibentangkan, serta 12,9 mm ketika dilipat.
Engsel dengan rancangan baru yang lebih tipis ini disebutkan telah hampir lolos keseluruhan tahap verifikasi. Selain itu, Galaxy Z TriFold 2 ini kabarnya bakal dirilis pada pertengahan tahun 2027.

Samsung juga dirumorkan tengah mengembangkan perangkat lain dengan konsep berbeda, yakni ponsel dengan slidable OLED alias layar yang bisa “ditarik”. Cara kerjanya mirip seperti layar rollable yang sempat dipamerkan pada MWC kemarin. Hanya saja, kali ini layarnya tidak akan “mengembang” secara otomatis melainkan harus ditarik secara manual.
Slidable OLED phone ini kabarnya akan mengusung ukuran layar 7 inci saat dibentangkan sepenuhnya, serta memiliki desain bodi lebih tipis dibandingkan purwarupa yang dipamerkan pada ajang MWC tersebut. Menurut perkiraan, ponsel layar slidable ini akan dirilis pada akhir 2027 atau awal 2028.
Galaxy Z TriFold berhenti diproduksi
Untuk menyaingi Huawei yang menjadi brand pertama dengan ponsel lipat tiga layar komersial, Samsung juga telah meluncurkan tri-foldable versi mereka dengan nama Galaxy Z TriFold.
Berbeda dengan ponsel lipat pada umumnya, layar utama perangkat ini bisa dilipat dua kali alih-alih hanya sekali untuk membuat ukuran layarnya lebih kecil. Saat dibentangkan sepenuhnya, layar utama perangkat ini mencapai 10 inci.
Ponsel ini pertama dirilis di Korea Selatan pada 12 Desember 2025, disusul oleh beberapa negara lain seperti China, Taiwan, Singapura, Uni Emirat Arab, dan Amerika Serikat.
Pada bulan Maret ini, Samsung telah resmi menghentikan penjualan Galaxy Z TriFold hanya tiga bulan setelah peluncuran resminya.

Ada sejumlah faktor yang menyebabkan hal ini. Salah satunya adalah masalah ketebalan dan bobot yang berlebih. Pasalnya, HP lipat tiga perdana Samsung ini punya dimensi terlalu tebal saat dalam kondisi terlipat, sehingga dianggap menghilangkan nilai praktis dari sebuah ponsel pintar yang harusnya bisa dimasukkan ke kantong dengan mudah.
Selain itu, Samsung juga telah mematok banderol harga yang kelewatan mahal untuk perangkat ini, yakni 2.899 dolar AS atau sekitar Rp 49 jutaan.
Dengan harga yang sama, konsumen dapat membeli ekosistem perangkat flagship lainnya secara lengkap yang mencakup Galaxy S25 Ultra, Galaxy Watch Ultra, TWS Galaxy Buds, dan laptop Galaxy Book 5 360. Itu pun masih menyisakan kembalian sebesar 200 dolar AS (Rp 3,4 juta), sebagaimana dikutip dari Android Authority.
Karena ini adalah ponsel lipat tiga perdana, tentu masalah durabilitas juga menjadi kendala. Penggunaan dua engsel membuat mekanismenya jauh lebih rumit dan lebih rentan rusak dibandingkan ponsel foldable biasa seperti Galaxy Z Fold 7. Tampaknya konsumen menilai barang semahal ini terlalu berisiko untuk dibeli untuk pemakaian jangka panjang.
Biaya produksi yang membengkak akibat krisis komponen RAM dan NAND Flash juga membuat Samsung sulit mendapatkan keuntungan dari Galaxy Z TriFold. Lalu, perangkat ini juga terbilang gagal menjangkau konsumen luas lantaran hanya tersedia di enam negara secara global.
Terlepas dari durasi penjualannya yang hanya tiga bulan, sedari awal Galaxy Z TriFold memang diniatkan untuk dijual dalam jumlah terbatas untuk memamerkan inovasi, bukan untuk produksi massal bagi konsumen rata-rata.
Kini dengan rencana menghadirkan suksesor dengan bodi lebih tipis, Samsung tampaknya sedang berupaya memperbaiki kritik-kritik terhadap generasi perdananya untuk menghadirkan generasi baru yang lebih matang.









