
Setelah bertahun-tahun absen dari pasaran Tanah Air, lini smartphone flagship Mate Series akan diboyong kembali oleh Huawei ke Indonesia lewat model terbarunya, Mate 80 Pro.
Berbeda dengan Pura Series yang camera-centric, seri Mate cenderung diposisikan sebagai flagship all-around dengan menawarkan keseimbangan antara aspek kinerja, produktivitas, fitur, serta kemampuan fotografi. Penampilan Mate 80 Pro juga sangat berbeda dibandingkan dengan lini Pura 80 Series milik Huawei.
Nah, sebelum Mate 80 Pro resmi meluncur, 91mobiles Indonesia berkesempatan menggenggam ponsel ini dan memakainya untuk memotret dalam acara hands-on yang digelar di Jakarta. Simak penampilan dan hasil jepretannya dalam rangkaian foto di bawah.
Table of Contents
Desain Huawei Mate 80 Pro: Konsisten, lebih Seimbang
Huawei terakhir kali memasarkan seri Mate di Indonesia lewat Mate 40 Pro pada akhir 2020. Kendati lama berselang, Mate 80 Pro konsisten mengusung bahasa desain yang sama. Ciri khas berupa rangkaian kamera yang termuat di dalam modul berbentuk cincin tetap dipertahankan sehingga Mate 80 Pro langsung dapat dikenali sebagai ponsel seri Mate.
Sebagai tambahannya, kali ini Huawei menerapkan elemen desain tambahan berupa “cincin” kedua yang ditempatkan persis di bawah modul kamera pada bagian punggung. Konsep rancangan yang disebut sebagai “Dual Space Rings” tersebut segera menarik perhatian ketika pertama melihat Mate 80 Pro.
Cincin kedua ini bersifat dekoratif. Di baliknya tidak terdapat magnet untuk menempelkan aksesori, kendati Mate 80 Pro sudah mendukung wireless charging. Bagian punggung sendiri terbuat dari material Vegan Fibre yang terasa halus di tangan dan tak mudah ternoda oleh sidik jari.
Dibandingkan dengan seri Pura 80 yang memiliki modul kamera berbentuk segitiga dengan ukuran besar di sisi atas, bodi Mate 80 Pro terasa jauh lebih ramping dan seimbang. Tidak ada kesan top-heavy seperti saudaranya itu. Mate 80 Pro pun bisa dengan mudah diletakkan di permukaan rata seperti meja, dengan posisi modul kamera menghadap ke bawah.
Di luar elemen Dual Space Rings, desain Mate 80 Pro secara keseluruhan terasa lebih konvensional dibandingkan dengan seri Pura yang lebih agresif soal rancangan. Hal tersebut bisa menjadi nilai tambah bagi mereka yang menginginkan ponsel flagship praktis untuk penggunaan sehari-hari.

Satu lagi poin plus Mate 80 Pro adalah keberadaan pemindai wajah 3D dengan sensor tambahan seperti tampak pada tiga lensa kamera depannya. Berbeda dari kebanyakan ponsel Android lainnya -termasuk kelas flagship- fitur biometrik face recognition pada Huawei Mate 80 Pro bukan hanya memindai wajah secara dua dimensi, melainkan turut memetakan kontur secara tiga dimensi sehingga jauh lebih aman.
Kamera Huawei Mate 80 Pro: Mumpuni dan cemerlang
Meskipun mungkin belum secanggih Pura 80 Series, rangkaian kamera di Huawei Mate 80 Pro bisa dibilang memiliki kemampuan mumpuni, sebanding dengan smartphone flagship lain yang beredar di pasaran Indonesia.
Sebagian aspek malah cenderung unggul dan jarang ditemukan di ponsel pada umumnya, misalnya variable aperture di kamera utama. Kebanyakan kamera HP memiliki aperture alias diafragma yang bersifat fixed sehingga tidak bisa diubah, misalnya hanya f/1.8 atau f/2.2.
Nah, kamera utama di Huawei Mate 80 Pro memiliki aperture yang bisa diubah-ubah sesuai keinginan dari f/1.4 hingga f/4. Perubahan ini bukan simulasi, melainkan benar-benar berlangsung secara fisik seperti bisa dilihat pada bilah aperture yang melebar atau menyempit sesuai dengan nilai pilihan pengguna.
Efeknya segera terlihat dalam hal tertentu seperti depth-of-field yang menjadi lebih tebal di aperture kecil (misalnya, f/4). Aperture yang lebih kecil juga mengurangi cahaya yang diteruskan ke sensor sehingga mempermudah pengguna untuk melakukan long exposure.

Fitur lainnya yang menarik untuk dicoba adalah AI composition yang akan secara otomatis mendeteksi objek dalam scene, lalu menyesuaikan framing secara otomatis untuk membingkainya dengan lebih menarik. Fitur ini bekerja optimal ketika pengguna ingin memotret subjek manusia, seperti dalam foto portrait.
Satu lagi kemampuan kamera Mate 80 Pro adalah fokus dalam jarak sangat dekat untuk fotografi makro dengan kamera telephoto yang membuat objek-objek berukuran tampak memenuhi frame dan lebih memukau.
Kamera mana pun yang dipakai, hasilnya cemerlang dengan warna-warna hidup dan akurat berkat penerapan sistem True-to-Color oleh Huawei.
Mate 80 Pro sudah muncul di situs Huawei Indonesia sehingga bisa dipastikan akan segera hadir. Namun, jadwal pasti maupun harganya masih belum diungkap. Kita tunggu saja.










