
MediaTek kabarnya sedang mempersiapkan chipset flagship terbarunya, Dimensity 9600 Pro, yang diprediksi akan membawakan lonjakan performa yang cukup drastis. Bocoran terbaru mengungkapkan bahwa chipset ini sanggup melampaui sejumlah chipset flagship dari kubu kompetitor, yakni Apple A19 Pro dan Snapdragon 8 Elite Gen 5.
Berdasarkan pengujian pada aplikasi benchmark Geekbench 6, sampel teknis (engineering sample) dari Dimensity 9600 Pro terlihat menorehkan skor single-core di angka 4.200 hingga 4.300 poin, serta skor multi-core di angka 12.000 hingga 12.500 poin, sebagaimana dilaporkan oleh Digital Chat Station di Weibo (via Wccftech).
Angka-angka tersebut menunjukkan bahwa Dimensity 9600 Pro memiliki performa hingga 25 persen lebih cepat dibandingkan pendahulunya, Dimensity 9500, serta para kompetitor di kelasnya.
Secara lebih rinci, apabila dibandingkan dengan Apple A19 Pro, skor multi-core dari Dimensity 9600 Pro lebih unggul sekitar 24,12 persen. Sedangkan jika diadu dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5 (for Galaxy), skor single-core cip MediaTek tersebut lebih tinggi 24,93 persen.
Table of Contents
Fabrikasi 2 nm dan clock speed 5,00 GHz
Ada beberapa alasan yang membuat Dimensity 9600 Pro mampu meraih lonjakan performa yang cukup drastis. Dimensity 9600 Pro disebut akan menjadi salah satu chipset pertama yang dibangun pada proses fabrikasi 2 nm “N2P” dari TSMC. Teknologi litografi yang dikembangkan oleh perusahaan asal Taiwan ini memungkinkan MediaTek untuk mendorong clock speed hingga menyentuh angka 5,00 GHz.
Untuk arsitektur prosesornya, MediaTek dirumorkan bakal mengadopsi klaster “2 + 3 + 3”. Berbeda dengan konfigurasi sebelumnya, klaster baru tersebut kini mengusung 2 core berkinerja tinggi yang berlari di kecepatan 5,00 GHz ketimbang hanya 1 core.
Selain peningkatan di bagian CPU, Dimensity 9600 Pro juga disebut akan menghadirkan komponen mutakhir lainnya seperti unit grafis GPU ARM Magni, dukungan RAM LPDDR6, dan standar penyimpanan UFS 5.0.
Terancam masalah overheating
Walau punya performa di atas kertas yang sangat tinggi, clock speed 5,00 GHz tersebut memicu kekhawatiran terkait efisiensi daya dan suhu. Pembocor kenamaan Digital Chat Station di Weibo menyebutkan adanya isu panas berlebih (overheat) dan konsumsi daya yang ekstrem pada unit pengujian tersebut.
Ini menjadi pertanda bahwa tingginya performa Dimensity 9600 Pro hanya akan terlihat pada aplikasi benchmark yang berjalan dalam waktu singkat, misalnya seperti Geekbench 6.
Ketika menangani beban kerja secara berkelanjutan (sustained workload), kecepatan chipset kemungkinan bakal diturunkan secara otomatis untuk mengurangi suhu panas (throttling). Oleh karena itu, skor pada unit komersial yang nantinya rilis ke publik kemungkinan bakal lebih rendah dibandingkan skor di atas.
Pihak MediaTek sendiri belum memberikan pernyataan resmi terkait spesifikasi final maupun tanggal peluncuran dari Dimensity 9600 Pro. Ponsel pertama yang akan memakai chip tersebut pun belum diketahui.
Namun pastinya, saat rilis nanti, Dimensity 9600 Pro bakal menjadi salah satu penantang terkuat untuk rival-rivalnya, seperti Snapdragon 8 Elite Gen 6 dan Apple A20.









