
Xiaomi resmi memboyong duo ponsel flagship terbarunya ke pasar Indonesia, yakni Xiaomi 17T dan Xiaomi 17T Pro. Kehadiran dua ponsel ini menjawab kebutuhan konsumen yang mencari performa kelas atas namun dengan harga yang lebih kompetitif ketimbang seri Xiaomi 17 utama.
Melalui acara peluncuran yang digelar di The Westin Hotel, Jakarta Selatan, Andi Renreng selaku Marketing Director Xiaomi Indonesia menyebutkan bahwa seri ini membawa peningkatan signifikan di berbagai sektor, mulai dari kamera dengan sensor baru hasil kolaborasi dengan Leica, layar yang jauh lebih terang, hingga kapasitas baterai terbesar yang pernah ada di seri Xiaomi T.
Meskipun Xiaomi 17T dan Xiaomi 17T Pro tampak identik dari segi visual, keduanya memiliki perbedaan “jeroan” dan fitur yang cukup kontras. Lantas, dengan selisih harga Rp 3 juta, mana yang lebih layak untuk dipinang? Simak ulasan mendalam perbandingannya berikut ini.
Table of Contents
Xiaomi 17T vs 17T Pro: Harga

Untuk mendapatkan penyimpanan yang lebih lega, masing-masing smartphone ini mengharuskan Anda mengeluarkan dana Rp 1 juta lebih banyak untuk varian 512 GB. Jika prioritas Anda hanyalah kapasitas memori yang besar, Xiaomi 17T dengan harga Rp 10 juta bakal terdengar lebih menggiurkan ketimbang Xiaomi 17T Pro yang dibanderol Rp 13 juta untuk varian 512 GB.
Cukup disayangkan, baik Xiaomi 17T dan 17T Pro sama-sama mengalami peningkatan harga cukup drastis dibandingkan pendahulunya. Pada September tahun lalu, Xiaomi 15T rilis di harga Rp 6,5 juta sementara Xiaomi 15T Pro dibanderol mulai dari Rp 10 juta. Kenaikan harga ini tampaknya dipicu oleh isu kelangkaan komponen hardware.
| Varian memori | Harga Xiaomi 17T | Harga Xiaomi 17T Pro |
| RAM 12 GB/ 256 GB | Rp 8.999.000 | Rp 11.999.000 |
| RAM 12 GB/ 512 GB | Rp 9.999.000 | Rp 12.999.000 |
Xiaomi 17T vs 17T Pro: Chipset

Sektor dapur pacu menjadi salah satu pembeda paling krusial di antara dua “saudara” ini. Xiaomi 17T “reguler” ditenagai oleh MediaTek Dimensity 8500 Ultra (4 nm), Xiaomi 17T Pro lebih unggul dengan chipset MediaTek Dimensity 9500 (3 nm). Lantas, sejauh apa perbedaannya?
Xiaomi 17T Pro jelas memiliki performa papan, atas karena menggunakan Dimensity 9500 yang notabene merupakan chip flagship terbaik dari MediaTek. Chipset ini memiliki konfigurasi CPU 8-core dengan arsitektur “all-big-core” serta clock speed 4,21 GHz.
Di sisi lain, meskipun Dimensity 8500 Ultra milik 17T sudah sangat kencang untuk penggunaan harian, clock speed maksimalnya hanya menyentuh 3,4 GHz. Untuk Anda yang sering bermain game berat seperti Genshin Impact dan Wuthering Waves, tentu Xiaomi 17T Pro akan memberikan pengalaman yang lebih baik, entah itu frame rate lebih lancar atau kualitas grafis lebih mantap.
Berdasarkan laman Nano Review, Xiaomi 17T Pro berhasil menorehkan skor AnTuTu v11 di kisaran 3,3 jutaan poin, sekitar 38 persen lebih tinggi ketimbang skor 2,4 jutaan poin pada Xiaomi 17T.
| Spesifikasi | Xiaomi 17T | Xiaomi 17T Pro |
| Chipset | MediaTek Dimensity 9500 (3 nm) | MediaTek Dimensity 8500 Ultra (4 nm) |
| CPU dan GPU | 8-core CPU (1x 3,4 GHz Cortex A725, 3x 3,2 GHz Cortex A725, 4x 2,2 GHz Cortex A725), GPU Mali-G720 MP8 | 8-core CPU (1x 4,21 GHz C1-Ultra, 3x 3,5 GHz C1-Premium, 4x 2,7 GHz C1-Pro), GPU Mali-G1 Ultra MP12 |
| AnTuTu v11 | 2.407.614 poin | 3.323.591 poin |
| Geekbench 6 | 1.704 poin (single-core), 6.686 poin (multi-core) | 3.099 poin (single-core), 9.438 poin (multi-core) |
Xiaomi 17T vs 17T Pro: Layar dan bodi

Xiaomi memberikan pengalaman visual yang berbeda pada kedua varian ini. Varian Pro dibekali panel AMOLED 6,83 inci dengan refresh rate 144 Hz yang membuatnya super mulus pada skenario tertentu. Sedangkan, varian standar sedikit lebih compact dengan ukuran layar 6,59 inci dan refresh rate 120 Hz.
Namun, menariknya, dua smartphone ini sama-sama mengusung tingkat kecerahan maksimal yang cukup tinggi yaitu 3.500 nits.
Beralih ke sisi desain, dua ponsel ini sama-sama punya bodi belakang yang minimalis dengan modul kamera persegi di pojok kiri atas. Modul kamera ini memuat empat buah lensa kamera yang disusun dalam format 2 x 2. Bedanya, Xiaomi 17T Pro lebih tangguh karena menggunakan material frame logam (metal), berbeda dengan varian standar yang memakai frame plastik.
Meski begitu, Xiaomi 17T yang nyatanya lebih ringkas dari Pro hadir dengan bobot lebih ringan yaitu 200 gram, berselisih 19 gram dari varian Pro yang mencapai 219 gram. Keduanya namun sama-sama tersertifikasi rating IP68 dan perlindungan Gorilla Glass 7i.
| Spesifikasi | Xiaomi 17T | Xiaomi 17T Pro |
| Layar | AMOLED 6,59 inci (1.268 x 2.756 piksel), refresh rate 120 Hz, kecerahan maksimal 3.500 nit | AMOLED 6,83 inci (1.280 x 2.772 piksel), refresh rate 144 Hz, kecerahan maksimal 3.500 nit |
| Dimensi bodi | 157,6 x 75,2 x 8,2 mm, bobot 200 gram | 162,2 x 77,5 x 8,3 mm, bobot 219 gram |
| Ketahanan bodi | Gorilla Glass 7i (depan dan belakang) plastik (frame), IP68 | Gorilla Glass 7i (depan dan belakang), aluminum (frame), IP68 |
| Varian warna | Black, Deep Blue, Deep Violet | Black, Blue, Violet, Opal White |
Xiaomi 17T vs 17T Pro: Kamera

Kolaborasi dengan Leica tetap menjadi salah satu daya tarik utama dari duo seri Xiaomi 17T. Keduanya kompak mengusung konfigurasi tiga kamera di punggung dengan lensa Leica Summilux dan dukungan OIS.
Bedanya, varian Pro punya keunggulan pada sensor kamera utama yang lebih besar yaitu 1/1,31 inci (Light Fusion 950), dibandingkan varian “reguler” yang menggunakan sensor 1/1,55 inci (Ligtht Fusion 800).
Xiaomi 17T mendapat pembaruan menarik berupa kamera telefoto baru yang memiliki focal length 115 mm atau dengan kata lain menawarkan tingkat zoom optis 5x dibanding kamera utama. Kemampuannya dalam hal ini pun menjadi identik dengan versi Pro.
| Spesifikasi | Xiaomi 17T | Xiaomi 17T Pro |
| Kamera belakang | 50 MP OmniVision OV50 (1/1,55 inci), telefoto 50 MP zoom optis 5x, ultrawide 12 MP. | 50 MP OmniVision 950 LightHunter (1/1,31 inci), telefoto 50 MP zoom optis 5x, ultrawide 12 MP. |
| Kamera depan | 32 MP | 32 MP |
| Kemampuan perekaman video | 4K 60 FPS dan slow motion 960 FPS (1.080p) | 8K 30 FPS, slow motion 1.920 FPS (720p) |
Xiaomi 17T vs 17T Pro: Baterai dan pengisian daya
Xiaomi menggunakan teknologi baterai silikon-karbon (Si/C) yang memungkinkan baterai lebih besar tanpa membuat dimensi bodi membengkak. Kapasitas baterai ini bahkan dapat melampaui standar ponsel flagship lain pada umumnya.
Xiaomi 17T dikemas dengan baterai 6.500 mAh, sementara Xiaomi 17T Pro menggunakan baterai 7.000 mAh yang lebih besar. Menyoal pengisian daya, Xiaomi 17T dibekali fitur fast charging 67 watt via kabel. Ini kontras dengan varian Pro yang dikemas dengan fast charging 100 watt dan wireless charging 50 watt.
Berdasarkan pengujian dari Nano Review, Xiaomi 17T sanggup terisi penuh dalam waktu 60 menit, sedangkan varian Pro terisi full dalam 44 menit.
Pilih Xiaomi 17T kalau…
- Memiliki budget yang lebih terbatas, karena Xiaomi 17T dibanderol Rp 3 juta lebih murah dari varian Pro.
- Lebih menyukai HP yang ringan dengan bobot 200 gram, selisih 19 gram lebih ringan dari Pro.
- Memiliki ukuran tangan yang kecil, ini karena Xiaomi 17T punya layar 6,59 inci yang lebih compact ketimbang Pro yang berukuran 6,83 inci.
Pilih Xiaomi 17T Pro kalau…
- Menginginkan performa terkencang dengan chipset flagship MediaTek Dimensity 9500.
- Membutuhkan baterai yang awet dengan kapasitas 7.000 mAh, didukung pengisian daya 100 watt yang ngebut berikut fitur pengisian nirkabel 50 watt.
- Anda seorang gamer kompetitif yang memprioritaskan kualitas layar. Dengan layar AMOLED 6,83 inci dan refresh rate 144 Hz, ponsel ini akan memberikan pengalaman visual lebih mulus.
- Menginginkan build quality yang lebih premium dengan frame berbahan logam.
- Anda merupakan kreator konten video yang membutuhkan perekaman hingga 8K di 30 FPS.









