
Pasar Indonesia baru saja kedatangan ponsel baru dari Tecno yang berfokus pada performa dan desain bodi unik di kelas harga menengah. Ponsel yang dimaksud adalah Tecno Pova 8 5G yang baru diumumkan di Jakarta pada 15 Juli kemarin.
Salah satu hal menonjol tentang HP ini dapat dilihat pada bodi belakangnya yang menampilkan Alive Matrix Display, yakni layar kecil yang menempati salah satu lensa kamera belakang untuk menampilkan animasi setiap adanya aktivitas tertentu di ponsel.
Perangkat ini dibanderol dengan harga normal mulai dari Rp 4 jutaan, naik harga dibandingkan Pova 7 sebelumnya. Tim 91Mobiles Indonesia sempat menggenggam Pova 8 5G barang sebentar, dan kami menemukan bahwa HP ini tergolong impresif untuk pencari HP gaming tanpa membuat kantong kering. Simak ulasan hands-on berikut ini.
Table of Contents
Unboxing Tecno Pova 8 5G
Kotak kemasan Tecno Pova 8 5G menampilkan warna latar belakang hitam dengan tulisan Pova 8 5G yang berwarna oranye. Siluet yang menampilkan separuh dari perangkat tersebut terpampang cukup jelas di bagian cover.
Isiannya tergolong standar, dengan keberadaan petunjuk pengguna, kartu garansi, casing plastik hardcover transparan, hingga kepala charger 45 watt beserta kabel datanya.
Kepala charger tersebut sudah sesuai dengan besaran daya pengisian via kabel yang didukung oleh perangkat. Hal ini masih layak diapresiasi, mengingat pihak perusahaan bisa saja memangkas harga dengan menyediakan charger yang punya daya lebih rendah.
Desain Tecno Pova 8 5G
Tecno Pova 8 5G melanjutkan konsep desain yang sama dengan sebelumnya, yakni dengan tiga bulatan lensa di modul kamera berbentuk segitiga, atau yang disebut sebagai “Signature Triangle Deco”. Tampilan ini jelas mencolok lantaran mayoritas HP lain di kelasnya masih dibekali camera island vertikal atau kamera boba di modul persegi empat ala iPhone.
Sayangnya, meski tampilan bodinya mirip, Pova 8 5G mengalami kenaikan bobot ketimbang sebelumnya. Di saat Pova 7 5G hanya seberat 207 gram, sang penerus ini memiliki bobot 225 gram. Kenaikan bobot ini untungnya cukup dapat dimaklumi mengingat kapasitas baterainya yang meningkat menjadi 8.000 mAh, kapasitas terbesar dalam sejarah Tecno Pova series.

Tecno untungnya masih sanggup membuat bodi Pova 8 5G cukup ramping di ketebalan 8,8 mm, terlepas dari baterainya yang jumbo. Hal ini lantaran Pova 8 5G menggunakan teknologi baterai silikon-karbon dengan kepadatan energi lebih tinggi dari baterai konvensional.
Di sisi layar, Pova 8 5G tidak mengalami perubahan yang kentara. Perangkat ini masih dibekali panel IPS LCD 6,76 inci seperti sebelumnya, serta mendukung refresh rate 144 Hz. Kecerahan layarnya tentu tidak seterang dan sebagus layar AMOLED di sejumlah pesaingnya. Dengan krisis kelangkaan RAM dan storage yang tengah melanda, keputusan Tecno untuk tidak meng-upgrade layar menjadi AMOLED turut dapat dimaklumi.
Di bodi belakang, terdapat elemen tulisan seperti “5G | NFC”, “MediaTek Dimensity 7100” hingga keterangan baterai “8.000 mAh Hi-Energy Battery with Ultra Charge”. Menyoal aspek desainnya, smartphone ini disebut mengambil inspirasi dari desain kapal luar angkasa antar bintang.
Salah satu fitur paling mencolok pada desain HP ini adalah Alive Matrix Display yang berada di bawah modul kamera belakang. Panel LED ini terdiri dari 117 titik yang tersusun dalam pola 11 x 11, mampu menyala cukup terang dengan tingkat kecerahan yang dapat diatur sesuai kebutuhan.
Terdapat sebanyak 49 skenario pencahayaan yang bisa merespons aneka aktivitas, seperti panggilan masuk, notifikasi, musik, bermain game, hingga proses charging.

Selain berfungsi untuk menampilkan notifikasi, Alive Matrix Display juga hadir sebagai fitur hiburan yang dapat menampilkan beberapa game sederhana, seperti “Spin the Bottle” dan “Throw the Dice”. Pengguna bahkan dapat membuat pola pencahayaan custom.
Di Indonesia, Tecno Pova 8 5G ditawarkan dalam empat varian warna, yaitu Arc White, Graphite Black, Echo Green, dan Helios Orange. Unit yang kami pegang kebetulan memiliki warna Graphite Black yang cocok untuk pengguna dengan preferensi warna kalem dan tidak terlalu menarik perhatian.
Tombol power dan volume rocker berada di sisi kanan dengan posisi yang mudah diraih oleh jari. Sensor sidik jari di samping juga turut tersedia, menyatu dengan tombol power. Bagian kiri memperlihatkan banyak elemen visual, sementara di sisi atas terdapat sensor inframerah yang dapat digunakan untuk mengontrol home appliance seperti TV dan AC.

Pada sisi bawah, Tecno menempatkan speaker grille utama, mikrofon, laci kartu SIM, dan port USB-C. Bagian depannya memperlihatkan bezel yang tipis dan simetris dengan kamera depan punch hole serta lubang speaker earpiece di atas layar.
Kontras dengan sebagian smartphone menengah yang berbondong-bondong memiliki rating IP68, Tecno Pova 8 5G sendiri hanya tersertifikasi IP64. Ini tidak akan membuatnya tahan berendam di air, namun sanggup menghadang risiko kerusakan akibat terkena debu dan percikan air dari segala arah. Tecno juga menyebutkan bahwa Pova 8 5G sudah memenuhi standar ketahanan militer MIL-STD-810H sehingga cenderung tidak mudah rusak ketika terbentur.
Spesifikasi Tecno Pova 8 5G
Dapur pacu Pova 8 5G tidak mengalami peningkatan performa dibandingkan pendahulunya, malah justru sedikit menurun. Ya, di saat Pova 7 5G dibekali chipset Dimensity 7300 Ultimate, Pova 8 5G justru diotaki Dimensity 7100. Dari nama kedua chipset ini saja sudah kelihatan mana yang superior.
Terlepas dari hal ini, untungnya Dimensity 7100 hanya mengalami penurunan skor AnTuTu v11 sebesar 5 persen ketimbang Dimensity 7300, sebagaimana dikutip dari Nano Review. Jadi, pengalaman gaming HP ini bakal setara dengan yang sebelumnya.
Dimensity 7100 menggunakan proses fabrikasi 4 nm TSMC, CPU 8-core berisikan 4x Cortex-A78 (2,4 GHz) + 4x Cortex-A55 (2 GHz), serta GPU Mali-G610 MP2. Chipset bersangkutan dipadukan dengan RAM LPDDR5X berkapasitas hingga 8 GB serta penyimpanan UFS 2.2 hingga 256 GB.

Untuk baterainya, Pova 8 5G menggunakan kapasitas besar 8.000 mAh yang terbesar sepanjang sejarah seri Pova. Baterai ini diklaim bisa bertahan hingga 2 hari dalam sekali pengisian daya serta bertahan hingga 17,35 jam untuk memainkan game MOBA.
Teknologi pengisian dayanya terdiri dari fast charging 45 watt via kabel dan reverse wired (pengisian terbalik) 10 watt untuk mengisi daya perangkat lain. Sayangnya, Pova 8 5G kini tidak lagi dikemas dengan wireless charging magnetis 30 watt seperti Pova 7 5G.

Aspek fotografi memang tidak terlalu menjadi perhatian, namun Tecno tetap menyematkan single rear camera memadai untuk HP ini yakni 50 MP Sony Lytia 600 dengan aperture f/1,8, focal length 23 mm, dan ukuran sensor 1/1,95 inci. Walau bukan “HP kamera”, Pova 8 5G mendukung perekaman video 60 FPS di 1.080p. Bagian depannya disematkan dengan kamera 13 MP f/2,2 24 mm untuk menunjang selfie dan video call.
Menyoal software, perangkat ini menjalankan antarmuka HiOS 16 berbasis Android 16 dengan komitmen pembaruan OS hingga 2 generasi dan update sekuriti 3 tahun.
Tecno Pova 8 5G kini sudah dapat dipesan secara pre-order pada 16-20 Juli di berbagai platform daring seperti Tokopedia, TikTok Shop, Shopee, Lazada, Blibli, dan Akulaku. Tersedia juga bonus Tecno Watch 3 Active dan potongan harga mencapai Rp 300 ribu.
Harga normal Pova 8 5G dimulai dari Rp 4.299.000 (RAM 6 GB/ 128 GB) namun mengalami penurunan harga menjadi Rp 3.999.000 pada masa pre-order.










