Perbandingan Snapdragon vs MediaTek, Mana yang Lebih Baik?

Saat ini, Snapdragon dan MediaTek kerap menjadi dua nama chipset yang paling sering dibandingkan saat pengguna mencari ponsel Android baru. Keduanya sama-sama hadir di berbagai segmen harga, mulai dari ponsel terjangkau hingga flagship

Persaingan dua merek chipset ini memang cukup ketat. Dulu, Qualcomm kerap identik dengan performa terbaik, namun kini MediaTek melalui lini Dimensity mulai mampu menyaingi dan bahkan melampaui kemampuan chipset Snapdragon di berbagai kelas. 

Alhasil perkembangan ini membuat calon pembeli bertanya-tanya, mana yang lebih baik antara Snapdragon dan MediaTek? Jawabannya tidak sesederhana memilih salah satu vendor. Sebab, keunggulan ini tergantung pada kelas chipset, harga ponsel, dan kebutuhan pengguna. 

Snapdragon masih unggul di kelas flagship

Bocoran Snapdragon 8 Elite Gen 6, Pakai Fabrikasi 2 Nm dan Ada Varian Pro

Selain dari perbandingan chipset tadi, Qualcomm pun saat ini merupakan pilihan utama banyak produsen smartphone premium melalui chipset Snapdragon 8 series, termasuk Snapdragon 8 Elite Gen 5. 

Misalnya saja Vivo X300 series, di mana pihak perusahaan lebih memilih Snapdragon 8 Elite Gen 5 untuk mengotaki varian Ultra, sementara versi “reguler” dan “Pro” dibekali Dimensity 9500. Hal yang sama terjadi pada Oppo Find X9 Pro dan Ultra. Pun, Samsung pun mempercayakan chip Qualcomm untuk mengotaki seluruh jajaran Galaxy S26 series

Lalu, berdasarkan pengujian berbagai benchmarkchipset Snapdragon kelas flagship juga secara konsisten menawarkan performa CPU dan GPU yang lebih tinggi ketimbang MediaTek.

Pada perbandingan Snapdragon 8 Elite Gen 5 dan Dimensity 9500, misalnya, laman Android Authority kerap menampilkan skor pengujian lebih tinggi untuk Snapdragon, baik untuk Geekbench 6, Wild Life Extreme Stress Test, Solar Bay Stress Test, maupun 3DMark. 

Adapun pada daftar HP flagship dengan skor AnTuTu terbaik per Juni 2026, nyaris semuanya menggunakan chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5. Satu-satunya HP MediaTek yang masuk 10 besar adalah iQoo 15T dengan Dimensity 9500 di urutan ke-9. Ini menandakan bahwa Snapdragon masih mendominasi pasar flagship.

MediaTek menawarkan “value for money” lebih baik untuk mid-range

Bocoran MediaTek Dimensity 9600 Pro, Kalahkan Jagoan Apple dan Snapdragon

Untuk kelas menengah, MediaTek kerap mengganggu persaingan pasar dengan menghadirkan performa tingkat tinggi ke perangkat yang harganya jauh lebih terjangkau. 

Pihak MediaTek cukup sering menyematkan inti CPU dari generasi flagship lama ke dalam seri Dimensity 7000 dan 8000, sehingga pihaknya mampu memberikan performa lebih tinggi yang sulit dikalahkan oleh chipset Snapdragon pada harga yang sama. 

Contohnya saja Infinix Note 60 dengan Dimensity 7400. Harga ponsel ini adalah Rp 4 juta, namun performanya hampir mendekati Snapdragon 7 Gen 4 yang rata-rata dimiliki oleh ponsel di harga Rp 6-8 jutaan seperti Oppo Reno 15, Realme 16 Pro Plus, dan Vivo V70. 

Snapdragon lebih unggul dalam hal optimasi

MediaTek boleh jadi semakin mempersempit gap performa dengan Snapdragon. Akan tetapi, soal optimasi, GPU Adreno kerap menjadi acuan banyak pengembang game selama bertahun-tahun. Hal ini membuat sejumlah game dapat berjalan lebih stabil pada perangkat Snapdragon, termasuk emulator konsol.

Selain optimasi game, Qualcomm Snapdragon juga sering dianggap lebih “ramah” terhadap modifikasi perangkat lunak. Dikutip dari XDA-Developers, Qualcomm kerap mengunggah kode sumber kernel dan bagian dari kode spesifik chipset melalui CodeAurora Forums (CAF). Hal ini memudahkan developer mengembangkan custom ROM (seperti LineageOS) tanpa harus memahami cara kerja mendalam dari setiap fitur hardware di dalamnya. 

Sebaliknya, MediaTek tidak memiliki program setara CAF untuk publik, dan umumnya hanya merilis kode sumber kepada pihak produsen ponsel (OEM). 

MediaTek menjadi “raja” di entry-level

Samsung Galaxy A07 Sudah Bisa Dibeli di Indonesia, HP Murah Harga Sejutaan

Sedang mencari ponsel di kelas harga Rp 1 jutaan dan senang bermain game? Jika iya, alangkah baiknya mencari perangkat yang menggunakan chipset dari MediaTek.

Saat ini, MediaTek Helio G series masih menjadi primadona di kelas harga murah lantaran punya performa yang berdaya saing tinggi. 

Galaxy A07 misalnya, perangkat seharga Rp 1,4 juta ini menggunakan chipset Helio G99 yang meraih skor AnTuTu v11 rata-rata 500 ribuan poin. Perangkat tersebut lebih unggul dari Snapdragon 685 (400 ribuan poin) dan Snapdragon 6s 4G Gen 1 yang menempati segmen harga Rp 1 jutaan. 

Menariknya lagi, beberapa tahun lalu Itel P55 5G dan Vivo Y19s GT 5G sempat menjadi dua dari segelintir ponsel yang mendukung 5G di harga Rp 1 jutaan. Keduanya menggunakan Dimensity 6080 dan 6300. HP Snapdragon sendiri tidak pernah (atau jarang) mendukung jaringan 5G di rentang harga tersebut.

Snapdragon vs MediaTek, mending mana?

Jadi, soal mana yang lebih baik antara Snapdragon dan MediaTek, semuanya kembali lagi pada preferensi dan budget masing-masing. Untuk Anda yang menginginkan HP di harga 1-2 jutaan, umumnya ponsel dengan MediaTek akan memberikan kinerja lebih baik ketimbang perangkat dengan Snapdragon. 

Ponsel mid-range yang diotaki MediaTek juga umumnya punya kinerja berdaya saing tinggi yang bisa menyaingi bahkan melampaui performa HP Snapdragon di atasnya. Satu hal yang perlu ditambahkan adalah bahwa ponsel tercanggih belum tentu yang terbaik buat Anda; bisa jadi ada yang menawarkan value lebih bagus terlepas dari merek chipset yang digunakan. 

Misalnya saja di papan atas, HP dengan chip Snapdragon memang yang tercepat dengan spesifikasi teratas, tapi harganya relatif mahal di kisaran Rp 20 juta–30 juta. Dalam hal ini, apabila ingin banderol lebih bersahabat, HP flagship yang ditenagai Dimensity 9500 sudah menawarkan performa dan hardware yang sangat andal di kisaran harga belasan juta rupiah.