
Kemampuan unik headset Mixed Reality (MR) Vision Pro dari Apple dalam menghadirkan dunia virtual di depan mata pengguna rupanya membuat pabrikan lain kepincut untuk merilis perangkat serupa.
Salah satunya adalah Vivo yang awal pekan ini mengumumkan rencana mengembangkan headset MR buatan sendiri. Menurut Vivo, fitur-fitur headset MR hasil rancangannya bakal melebihi kemampuan Apple Vision Pro.
Executive Vice President dan COO Vivo Han Boxiao mengungkap bahwa pihaknya melakukan pengembangan headset MR dengan tim khusus yang beranggotakan 500 orang. mereka mengembangkan teknologi seperti integrasi large-scale model dan spatial perception.
Rencananya, Vivo akan memamerkan purwarupa dari perangkat yang bersangkutan pada September atau Oktober 2025. Setelahnya, headset MR itu akan memulai uji coba “high-fidelity prototype experience” di sejumlah kota di China pada akhir 2025.
Masih belum jelas kapan Vivo bakal memasarkan headset MR buatannya. Sebab, sebagaimana dihiimpun 91Mobiles Indonesia dari InnoGyan, komersialisasi perangakat ini bergantung pada kesiapan ekosistem konten pendukungnya.
Apple Vision Pro sendiri sebenarnya memiliki kinerja penjualan yang bisa dibilang mengecewakan. Meskipun canggih, headset tersebut belum berhasil menarik minat konsumen secara meluas. Salah satu penyebabnya adalah harga mahal di kisaran 3.499 dollar AS atau Rp 56,5 juta.
Selain Vivo, Samsung diketahui juga sedang mengembangkan perangkat serupa. Headset berkode nama “Project Moohaan” ini menggunakan konsep “extended reality” (XR) dan dirancang lewat kerja sama dengan Google dan Qualcomm.










