
Table of Contents
Jadi, apabila chip ini dipasangkan pada Samsung Galaxy S25 series, kemungkinan hasil skornya akan sedikit berbeda. Namun ini tetap salah satu cara yang cukup bagus dalam menerka kinerja sebuah smartphone.
Performa Samsung Galaxy S series tidak jarang diadu dengan kinerja seri iPhone setiap tahunnya. Biasanya iPhone dirilis lebih dulu pada bulan September, kemudian baru dibandingkan dengan seri Galaxy S yang menyusul di awal tahun berikutnya. Adapun seri Samsung Galaxy S25 diduga kuat tidak akan menggunakan chipset Exynos, melainkan akan disokong oleh Snapdragon 8 Elite.
Lantas, mana yang lebih powerful antara seri Samsung Galaxy S25 dan iPhone 16? Rupanya, skor 3.025.991 poin pada Snapdragon 8 Elite mengalahkan skor AnTuTu v10 iPhone 16 Pro sebesar 1.669.791 poin.
Sebagai perbandingan, iPhone 15 Pro yang meluncur tahun lalu (memakai A17 Pro) meraih skor 1.504.138 poin. Satu hal yang perlu diketahui, skor AnTuTu v10 ini tidak dapat dibandingkan dengan dua platform berbeda (Android dan iOS).
Jika ingin lebih “apple to apple”, Anda dapat membandingkan performa keduanya melalui Geekbench 6. Metode benchmark ini bersifat cross-platform. Artinya, semua perangkat dengan sistem operasi mana pun bisa dibandingkan dengan adil, bahkan dengan Windows sekalipun.
Pada pengujian Geekbench 6, Snapdragon 8 Elite di realme GT 7 Pro mencapai 3.260 poin (single-core) dan 10.051 poin (multi-core). Lagi-lagi, skor ini mengalahkan Apple A18 Pro di iPhone 16 Pro yang raih 3.128 poin (single-core) dan 7.872 poin (multi-core).
Laman Smartprix kembali menuturkan bahwa Snapdragon 8 Elite akan memiliki dua versi berbeda, yakni versi biasa dan versi overclocked. Jika melihat riwayat peluncuran seri Galaxy S, tampaknya Galaxy S25 akan menggunakan varian overclocked (biasa juga disebut varian “for Galaxy”).
Pasalnya, chip Snapdragon pada Galaxy S series memang selalu punya clock speed lebih tinggi dari HP-HP lain dengan chip yang sama. Varian standar punya kecepatan 4,09 GHz pada dua intinya, sedangkan varian overclocked berlari pada kecepatan 4,32 GHz. Klaster enam inti lainnya diketahui punya kecepatan 2,78 GHz.
Snapdragon 8 Elite juga diduga akan menjadi yang pertama yang menggunakan inti “Oryon”. Chipset tersebut dibangun dengan teknologi 3 nm dari TSMC dan dibekali GPU Adreno 830. Adapun alasan Samsung untuk tidak lagi menggunakan Exynos adalah terbentur isu produksi.
Perusahaan asal Korea Selatan ini diduga tidak akan sanggup memproduksi Exynos 2500 dalam jumlah yang dibutuhkan (dan kualitas yang diperlukan) saat peluncuran Galaxy S25 nanti.
Qualcomm menyebutkan, Snapdragon 8 Elite sendiri baru akan diumumkan secara resmi pada acara Snapdragon Summit di Maui pada 21-23 Oktober 2024.
Perlu diketahui, hasil skor pengujian benchmark sintetis tidak selamanya menggambarkan performa asli di dunia nyata. Akan tetapi, membandingkan dua hasil skor (terutama Geekbench 6 untuk dua platform berbeda) masih menjadi cara yang cukup baik untuk menerka gap antara dua chipset atau dua perangkat.