
MediaTek hari ini resmi memperkenalkan Dimensity 9600 Pro pada Selasa (15/9/2026). Chipset ini menjadi chip mobile pertama MediaTek yang dibuat menggunakan proses fabrikasi 2 nm TSMC sekaligus mengadopsi CPU berbasis core C2 terbaru dari ARM.
Dimensity 9600 Pro menggunakan konfigurasi CPU 2+3+3 dan memiliki lebih dari 33 miliar transistor. MediaTek mengklaim bahwa penggunaan fabrikasi 2 nm meningkatkan performa chipset hingga 14 persen sekaligus memangkas konsumsi daya hingga 23 persen dibandingkan dengan proses 3 nm.
Table of Contents
Dari segi CPU, Dimensity 9600 Pro menghadirkan dua core C2-Ultra dengan clock speed 4,55 GHz dan cache L2 masing-masing 2 MB. Keduanya ditemani tiga core C2 Pro dengan clock speed 4,35 GHz dan cache L2 1 MB, serta tiga core C2 Pro lain yang berjalan pada kecepatan 3,10 GHz dengan cache L2 512 KB.
Chipset bersangkutan juga disertai cache L3 sebesar 16 MB, yang jika keseluruhan cache ini digabungkan, maka totalnya akan mencapai 34,5 MB. Jumlah cache L2 tersebut 21 persen lebih besar dibandingkan dengan Dimensity 9500.
MediaTek menyebutkan bahwa peningkatan arsitektur ini membuat performa CPU single-core naik 17 persen, sementara performa multi-core meningkat 15 persen dibandingkan dengan generasi sebelumnya.
Konsumsi dayanya juga disebut lebih rendah. Core C2-Ultra dikatakan 37 persen lebih hemat daya, sedangkan konsumsi daya pada beban multi-core mengalami penurunan 61 persen untuk tingkat performa yang sama.
Dalam pengujian Geekbench 6.4, Dimensity 9600 Pro menorehkan skor 4.276 poin untuk single-core dan 12.650 poin untuk multi-core. Sebagai perbandingan, Dimensity 9500 hanya meraih skor 3.666 poin untuk single-core dan 11.014 poin untuk multi-core.
Dimensity 9600 Pro juga merupakan salah satu SoC (System-on-Chip) terbaru yang mendukung LPDDR6 dan penyimpanan UFS 5.0. Satu-satunya pesaing sebelum chipset ini yang mendukung LPDDR6 adalah Xring O3, yang debut pada Xiaomi 18 Fold dan Xiaomi Pad 9 Pro Max pekan lalu.
MediaTek mengklaim bahwa LPDDR6 menawarkan performa hingga 33 persen lebih tinggi dibandingkan dengan LPDDR5X. Penyimpanan berstandar UFS 5.0 juga mampu meningkatkan kecepatan baca dan tulis sekuensial hingga 2 kali lipat dibandingkan dengan UFS 4.0 dual-channel.
Untuk pengolahan grafis, MediaTek menyematkan GPU G2-Ultra NX terbaru yang disebut memiliki performa maksimal 27 persen lebih tinggi dari sebelumnya, dengan konsumsi daya yang 24 persen lebih rendah untuk tingkat performa yang sama.
Kinerja ray-tracing pada cip ini juga dikatakan meningkat hingga 18 persen, bahkan mampu menghasilkan frame rate hingga 185 FPS untuk game yang mendukung ray-tracing tersebut.
Untuk dukungan kameranya, Dimensity 9600 Pro hadir dengan ISP Imagiq 1290 yang mendukung perekaman video 4K hingga 240 FPS untuk kebutuhan slow motion. Chip ini juga memiliki hardware decoder H.266 yang disebut dapat mengurangi konsumsi daya hingga 23 persen dibandingkan dengan decoding yang sepenuhnya mengandalkan software.
Kemampuan kecerdasan buatan (AI) turut menjadi sorotan utama lain dari Dimensity 9600 Pro. MediaTek menggunakan sistem dual-NPU yang terdiri dari NPU 1090 generasi ke-10 untuk tugas-tugas yang memerlukan performa tinggi, serta NPU hemat daya generasi kedua untuk tugas ringan seperti sensor always-on.
Performa prefill pada NPU berperforma tinggi tersebut meningkat 51 persen dibandingkan dengan generasi sebelumnya. Sementara itu, NPU hemat daya generasi kedua disebut sanggup mengurangi konsumsi daya hingga 40 persen, sebagaimana dilaporkan oleh GizmoChina.
Dimensity 9600 Pro juga menghadirkan Generative AI Engine 3.0 yang dapat meningkatkan kinerja komputasi INT4 hingga 2 kali lipat ketimbang generasi pendahulu. Hal ini memungkinkan chipset untuk menjalankan model mixture-of-experts (MoE) dengan 30 miliar parameter secara on-device. Walhasil, pemrosesan model yang bersangkutan tidak harus melulu bergantung pada cloud.
Lebih lanjut lagi, MediaTek turut memperkenalkan Tianji Intelligent Computing Fusion Architecture pada Dimensity 9600 Pro. Arsitektur tersebut mengatur alokasi sumber daya antara CPU, NPU, dan memori sebagai satu sistem.
MediaTek mengatakan bahwa pendekatan ini membuat model AI berukuran besar dapat berjalan bersamaan dengan aplikasi lain, tanpa salah satunya mengalami kekurangan daya. Sistem ini juga dirancang untuk menjaga konsumsi daya tetap rendah tanpa mengorbankan kecepatan pemrosesan.
Pihak perusahaan belum membeberkan ponsel Android mana yang bakal mengadopsi Dimensity 9600 Pro untuk pertama kali. Akan tetapi, menurut rumor, Vivo X500 Pro series dan Oppo Find X10 Pro Max akan menjadi HP pertama dengan chipset tersebut.