
Namun, DxOMark turut menyoroti keterbatasan kamera iPhone Air yang hanya memiliki satu buah kamera. “Ketiadaan kamera tele dan ultrawide mempengaruhi pengalaman fotografi dengan (iPhone) Air, terutama jika dibandingkan dengan beberapa kompetitor langsungnya, seperti Samsung Galaxy S25 Edge yang menyediakan kamera ultrawide sehingga lebih fleksibel,” tulis DxOMark.
Lantaran keterbatasan dari segi jumlah dan jenis kamera tersebut, iPhone Air pun tidak bisa meraih urutan tinggi di ranking kamera ponsel DxOMark. Secara keseluruhan, ponsel ini mencetak skor sebesar 141 poin dan duduk di urutan ke-41 dalam daftar DxOMark.
Untungnya, menurut DxOMark, kamera tunggal iPhone Air sanggup menghasilkan foto-foto berkualitas tinggi di sebagian besar situasi pemoretan. Warna-warna gambarnya disebut nyaman dipandang, meskipun cenderung warm. Sementara itu, dalam mode portrait, efek bokeh dan pemisahan subyek dapat dilakukan dengan apik.
Beberapa catatannya termasuk exposure yang kadang tidak stabil, kehilangan fokus, dan masalah penyesuaian white balance yang terutama tampak dalam video. Soal ini, iPhone Air menghasilkan rekaman video terbaik di resolusi 4K/ 60 fps dengan fitur HDR yang menghadirkan dynamic range luas serta warna-warna cerah.
DxOMark turut menyajikan banyak perbandingan antara hasil jepretan iPhone Air dengan iPhone 17 Pro dan Samsung Galaxy S25 Edge. Laporan pengujian selengkapnya dapat dilihat di situs DxOMark di tautan berikut.