Google Dorong Update Android hingga 7 Tahun, Dimulai dari Snapdragon 8 Elite
Demi mendapatkan pengalaman terbaik saat menggunakan
smartphone, ponsel harus senantiasa di-
update hingga ke versi Android yang paling baru. Pasalnya, kendati fisik HP masih bagus dan berperforma baik, pengguna akan ketinggalan fitur-fitur baru yang datang dari versi Android terbaru. Sayangnya, tidak semua HP mendukung masa
update yang panjang.
Seri
entry-level biasanya hanya mendukung hingga satu atau dua kali
update versi Android. Beberapa ponsel
mid-range mendukung hingga tiga kali
update, dan kebanyakan
flagship bisa mencapai empat sampai lima kali
update versi Android.
Awalnya, hanya HP Google Pixel saja yang sanggup mendukung hingga tujuh kali
update, misalnya Pixel 8 dan Pixel 9. Namun ini adalah hal yang wajar mengingat Google Pixel mendapatkan pembaruan langsung dari perusahaannya sendiri.
Setelah Google, akhirnya Samsung pun berhasil menyamai masa dukungan
update yang sama. Galaxy S24
series diketahui mampu di-
update hingga tujuh generasi versi Android, yakni hingga Android 21. Sebelum-sebelumnya, Galaxy S
series hanya dibekali empat kali
update.
Selain dua
brand tadi, rata-rata HP
flagship masih “mentok” di masa
update empat generasi, misalnya
Xiaomi 14 dan
Oppo Find X7. Bahkan
iQoo 12 dan
vivo X200 hanya mendukung hingga tiga tahun
update versi Android.
Kini beredar kabar bahwa Google akan mempermudah
brand lain agar bisa memiliki masa
update hingga tujuh tahun, yakni dengan memberlakukan program “Longevity GRF” (Google Requirements Freeze).
Program “Longevity GRF” akan memudahkan brand lain menerapkan masa update lebih panjang
Menurut sumber
9to5google.com, salah satu hambatan terbesar dari terwujudnya masa
update panjang adalah dari segi
chipset. Sebab, para pembuat
chip hanya akan memberikan dukungan terhadap
chip mereka selama beberapa tahun saja.
Google memerlukan pembaruan
vendor software (perangkat lunak yang berkaitan langsung dengan
hardware) supaya bisa kompatibel dengan versi Android terbaru. Dengan kata lain, diperlukan komitmen dari Qualcomm atau MediaTek untuk bisa terus memberikan pembaruan
software.
Dengan GRF, pembaruan
vendor software setiap ada versi Android terbaru tidak lagi dibutuhkan. Sebab, Google telah “membekukan” alias memberhentikan persyaratan pembaruan
vendor software hingga tiga tahun. Jadi, ponsel Android masih bisa di-
update ke versi Android baru meskipun Google belum menerima
vendor software tersebut. Dengan kata lain, memakai
vendor software yang lama.
Google pun alhasil memutuskan untuk memberlakukan program “Longevity GRF”. Secara dasar ini sama saja dengan GRF, tapi durasi pembekuannya diperpanjang hingga tujuh tahun. Di sinilah upaya Google menghadirkan masa dukungan hingga tujuh tahun pada lebih banyak
brand (di luar Pixel dan Samsung).
Kendala yang dihadapi pada program “Longevity GRF”
Walau bisa menjadi solusi masa
update hingga tujuh tahun, nyatanya proses yang terjadi tidak semudah membalikkan telapak tangan. Sebagaimana dihimpun
91mobiles Indonesia dari
Android Authority, tetap ada syarat yang wajib dipenuhi
brand smartphone (seperti Oppo, vivo, dll.), yakni melakukan
update versi kernel Linux setelah tiga tahun.
Bukan tanpa sebab, ini karena Google hanya mendukung kernel Linux mereka sendiri selama empat tahun. Jadi untuk tiga tahun lainnya, dilakukan oleh
brand smartphone agar totalnya menjadi tujuh tahun.
Apabila pembaruan kernel Linux ini tidak dilakukan, berarti merk-merk
smartphone harus menambahkan
patch keamanan sendiri dan ini bukanlah hal yang mudah dilakukan.
Selain itu, meskipun program “Longevity GRF” ini memungkinkan HP
brand lain mendukung masa
update tujuh tahun, tetap ada beberapa fitur yang tidak bisa digunakan. Misalnya seperti 2G Toggle pada Android 12 dan API kecerahan
flashlight di Android 13. Dua fitur ini tetap perlu pembaruan
vendor software agar bisa digunakan kendati versi Android terbaru sudah terinstal.
Syarat yang diberlakukan Google agar pemanfaatan masa update tujuh tahun bisa lebih optimal
Selain itu, Google juga tidak memperbolehkan perangkat baru diluncurkan menggunakan versi Android yang lebih baru dari empat versi Android sejak
vendor software pertama kali dibuat.
Sebagai contoh, jika sebuah ponsel (anggaplah dari merk Xiaomi) meluncur dengan
vendor software yang ditujukan untuk Android 15, maka HP ini bisa mendapatkan pembaruan versi hingga tujuh tahun, yakni sampai Android 22.
Nah, kalau Xiaomi ingin meluncurkan HP baru dengan Android 19 dengan
vendor software yang sama (untuk Android 15), Google tidak akan mengizinkannya. Sebab, HP tersebut masih bisa mendapatkan manfaat penuh dari tujuh
update versi Android yang dijanjikan.
Bayangkan saja jika perangkat tersebut meluncur dengan Android 19 memakai
vendor software untuk Android 15. Artinya, ponsel ini tetap hanya bisa di-
update hingga Android 22, alias cuma tiga tahun. Padahal, Longevity GRF ini mestinya bisa dimanfaatkan agar HP mendukung masa pembaruan tujuh tahun.
Snapdragon 8 Elite akan menjadi chip pertama yang menerapkan program “Longevity GRF”
Masih berdasarkan sumber
Android Authority, Snapdragon 8 Elite akan menjadi
chip pertama yang diberikan dukungan terhadap program ini. Artinya, ponsel-ponsel yang diotaki
chip tersebut berhak menggunakan ulang
vendor software orisinal untuk tujuh versi Android ke depan.
Dihimpun
91mobiles Indonesia dari
Gizmochina, kabarnya Snapdragon 8 Elite juga bakal mendukung pembaruan OS Android hingga delapan tahun. Kabar ini datang dari Christopher Patrick selaku GM dan SVP pada Qualcomm. Pihak perusahaan disebut telah mengembangkan cara baru yang memungkinkan
brand HP memperpanjang masa
update versi Android.
Sumber
Gizmochina tersebut tidak menyebutkan keterlibatan program “Longevity GRF” sama sekali. Namun, besar kemungkinan “cara baru” yang dimaksud Christopher Patrick mengacu pada program yang sama.