Samsung telah secara resmi memperkenalkan lini flagship terbarunya, Galaxy S26 series, pada acara global yang digelar akhir Februari kemarin. Di waktu yang nyaris bersamaan, baik Galaxy S26, S26 Plus, maupun S26 Ultra juga resmi diluncurkan di Indonesia. Samsung kali ini menghadirkan desain bodi yang lebih selaras dengan seri Galaxy A, serta membawa peningkatan kinerja drastis pada dapur pacunya.
Setelah hadir dalam acara hands-on Galaxy S26 Ultra pada 27 Februari lalu, kini tim 91Mobiles Indonesia berkesempatan menjajal Galaxy S26 dan S26 Plus di Jakarta pada Senin, (2/2/2026) kemarin untuk melihat sejauh mana perubahan yang dibawakan oleh pabrikan ponsel asal Korea Selatan ini.
Table of Contents
Desain bodi, kini dengan housing kamera berbentuk kapsul

Satu hal yang cukup mencolok saat pertama kali memegang Galaxy S26 dan S26 Plus adalah tampilan modul kameranya yang berbentuk kapsul, kontras dengan pendahulunya (Galaxy S25 dan S25 Plus) yang masing-masing kameranya menempel langsung ke permukaan bodi.
Tampilan seperti ini sekilas membuatnya mirip Galaxy A series terakhir yang sudah rilis, lantaran sama-sama punya modul kamera pil. Namun, di saat kamera Galaxy A punya latar belakang hitam, kamera S26, S26 Plus (dan S26 Ultra) memiliki warna latar belakang yang senada varian warna bodi.
Menariknya lagi, tampilan bodi keseluruhan S26 dan S26 Plus kini terlihat nyaris sama dengan Ultra. Ini karena Ultra semakin meninggalkan DNA “Galaxy Note” dengan keempat sudutnya yang kian melingkar.
Layar Galaxy S26 naik sedikit, layar Plus tetap sama
Hal menarik yang membuat Galaxy S26 terlihat unggul dari pendahulunya adalah peningkatan ukuran layar. Berbeda dari Galaxy S25 yang berukuran 6,2 inci, Galaxy S26 kini berukuran layar 6,3 inci. Ya, meski hanya naik 0,1 inci, hal ini namun membuatnya lebih immersive ketika menonton film atau bermain game.
Meski kini lebih besar, ketebalan Galaxy S26 masih tetap sama seperti sebelumnya yaitu 7,2 mm. Sedangkan, untuk versi Plus yang ukuran layarnya tidak berubah (sama-sama 6,7 inci), ketebalannya tetap bertahan di 7,3 mm.
Meski dimensi bodi Galaxy S26 sedikit melebar karena ukuran layar yang bertambah, ponsel ini masih terasa ergonomis dan mudah dioperasikan dengan satu tangan saat kami mencobanya.
Soal kualitas layarnya, dua smartphone ini kompak memiliki panel Dynamic AMOLED 2X LTPO dengan refresh rate adaptif 1-120 Hz.

Agar tidak mudah rusak akibat terbentur atau terkena air, Galaxy S26 dan S26 Plus sama-sama dibalut Gorilla Glass Victus 2 pada layar dan bodi belakang. Bagian frame pun bahkan diperkuat dengan rangka Armor Aluminium. Kedua ponsel ini sungguh terasa kokoh dan premium saat berada di genggaman tangan kami.
Selain itu, kehadiran sertifikasi IP68 turut membuatnya cenderung aman ketika terkena debu atau terendam di air sedalam 1,5 meter selama 30 menit.
Kontras dengan varian Ultra yang dibekali dengan sensor kamera baru, hardware kamera Galaxy S26 dan S26 Plus masih serupa dengan pendahulunya yakni 50 MP wide-angle, 12 MP ultrawide, 10 MP telefoto (zoom optis 3x), dan kamera depan 12 MP yang dibekali autofokus.
Meskipun memiliki hardware kamera yang sama, Samsung menyebutkan bahwa generasi anyar ini memiliki peningkatan pada ISP dan fitur Object Aware Engine. Alhasil, pemrosesan warna kulit alias skin tone dan detail di foto diklaim lebih natural dan tajam dengan dukungan AI yang lebih cerdas.
Spesifikasi, debut chipset 2 nm pertama di dunia

Lonjakan terbesar di Galaxy S26 dan S26 Plus tahun ini terletak pada dapur pacunya. Ya, keduanya menjadi HP pertama di dunia yang menggunakan chipset berfabrikasi 2 nm.
Untuk pasar global dan Indonesia, Samsung menyematkan chip Exynos 2600 yang menjanjikan kenaikan performa CPU 7 persen dan GPU 29 persen ketimbang sebelumnya.
Sebagai chip pertama yang dibangun pada node fabrikasi 2 nm, Exynos 2600 bisa melakukan pekerjaan yang sama dengan konsumsi daya lebih rendah, serta memberikan kinerja lebih tinggi tanpa meningkatkan konsumsi daya secara drastis.
Pengelolaan panasnya pun jadi lebih baik ketimbang chip dengan node 3 nm, sehingga semestinya bisa bekerja di performa tinggi lebih lama sebelum terjadi thermal throttling.
Pada bocoran perbandingan skor Geekbench 6 antara Galaxy S26 Plus dan Ultra (Snapdragon 8 Elite Gen 5), terlihat bahwa skor GPU Exynos 2600 malah sedikit lebih tinggi dari pesaingnya itu.
Lalu, selain layar yang ukurannya meningkat, baterai Galaxy S26 juga mengalami kenaikan dari sebelumnya 4.000 mAh menjadi 4.300 mAh, dengan pengisian 25 watt. Namun untuk versi Plus, kapasitasnya tetap mentok di 4.900 mAh dengan pengisian daya 45 watt.
Perihal software-nya, Galaxy S26 dan S26 Plus berjalan pada One UI 8.5 berbasis Android 16 dengan jaminan masa pembaruan OS utama hingga 7 generasi, cocok bagi pengguna yang jarang gonta-ganti HP dalam waktu lama.
Di Indonesia, kedua varian ini ditawarkan dalam varian warna Cobalt Violet, White, Black, dan Sky Blue. Galaxy S26 dibanderol mulai dari Rp 16,5 juta, sedangkan varian Plus hadir dengan harga mulai dari Rp 19,5 juta. Saat ini keduanya tersedia dalam sesi pre-order mulai 26 Februari kemarin hingga 17 Maret nanti. Klik tautan ini untuk melakukan pemesanan Galaxy S26 dan S26 Plus.




