
Jajaran ponsel iPhone dari Apple dikenal memiliki masa pakai yang panjang. Namun, tentu saja hal tersebut tak berlaku selamanya. Ada waktunya semua perangkat bakal berhenti mendapat dukungan. Itu pula yang belakangan mulai terjadi pada iPhone 11 Pro dan iPhone 11 Pro Max.
Kedua ponsel keluaran 2019 ini telah dipensiunkan alias masuk ke dalam daftar perangkat “vintage”. Apple biasanya menyematkan status vintage pada produk-produk yang penjualannya telah dihentikan selama 5 tahun.
Perangkat vintage hanya berkesempatan mendapat layanan servis dari Apple selama 2 tahun lagi dengan catatan apabila komponen spare part yang diperlukan tersedia.
Setelahnya, produk yang bersangkutan tak bisa diservis lagi karena statusnya berubah dari vintage menjadi “obsolete” alias usang. Perangkat-perangkat Apple menyandang status obsolete jika penjualannya telah dihentikan selama 7 tahun.
iPhone 11 Pro dan Pro Max sendiri sebenarnya masih mendapat pembaruan software berupa sistem operasi iSO 26 dari Apple. Keduanya menjadi perangkat iPhone tertua yang dapat menjalankan OS teranyar itu.
Selain iPhone 11 Pro dan Pro Max, laptop MacBook Air terakhir yang menggunakan prosesor Intel (Retina, 13 inci, 2020), iPad Air 3, dan Apple Watch Series 5 juga ikut pensiun dengan masuk daftar perangkat vintage.
MacBook Air 13 inci Retina pertama kali diperkenalkan pada Maret 2020 dengan pilihan prosesor Intel Core i3 dual core 1,1 GHz, Core i5 quad core 1,1 GHz, dan Core i7 quad core 1,1 GHz.
Sebagaimana dilaporkan MacRumors, laptop ini hanya beredar di pasaran selama 8 bulan sebelum dihentikan karena Apple meluncurkan MacBook Air dengan prosesor M1 pada bulan November di tahun yang sama. Daftar perangkat vintage dan obsolete selengkapnya bisa dilihat di situs Apple di tautan berikut.










